Viral 'MBG Jangan Dimakan', Peneliti SMRC Bongkar Gibran dan Prabowo Beda Pandangan Soal Ini

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 30 September 2026 | 13:22 WIB
Viral 'MBG Jangan Dimakan', Peneliti SMRC Bongkar Gibran dan Prabowo Beda Pandangan Soal Ini
Gibran Rakabuming Raka dan AI (tangkapan layar Youtube Setwapres RI)
baca 10 detik
  • Sikap Wapres Gibran mengindikasikan kekuasaan Presiden Prabowo di tingkat elit belum sepenuhnya terkonsolidasi.

  • Prabowo memprioritaskan cakupan menyeluruh, sementara Gibran menginginkan target sasaran khusus warga termiskin.

  • Imbauan Wapres agar siswa membawa bekal melatarbelakangi polemik pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.

Suara.com - Viral Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meminta siswa membawa bekal sendiri dan jangan makan MBG dinilai mengungkap friksi kebijakan di tubuh pemerintah. Perbedaan mendasar ini menandakan konsolidasi kekuasaan Presiden Prabowo Subianto di ranah elit politik belum sepenuhnya solid.

Peneliti senior Saiful Mujani Research Center (SMRC) Saidiman Ahmad menilai Wapres menginginkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terfokus hanya pada warga termiskin. Pendekatan tersebut bertolak belakang dengan visi Presiden Prabowo yang mewajibkan seluruh pelajar menerima bantuan makanan tanpa terkecuali.

Sudut pandang berbeda ini juga menyasar skema eksekusi di lapangan. Gibran mendorong pemberdayaan kantin dan dapur warga lokal, sedangkan skema berjalan justru memakai dapur terpusat berbasis jajaran militer dan kepolisian.

Pengamat politik dan peneliti lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC), Saidiman Ahmad membahas potensi Anies Baswedan menjadi cawapres Prabowo Subianto bersama Zulfan Lindan. (YouTube/Zulfan Lindan Unpacking Indonesia)
Pengamat politik dan peneliti lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC), Saidiman Ahmad membahas potensi Anies Baswedan menjadi cawapres Prabowo Subianto bersama Zulfan Lindan. (YouTube/Zulfan Lindan Unpacking Indonesia)

"Ternyata presiden dan wakil presiden memiliki pandangan yang berbeda soal implementasi program MBG. Wapres menginginkan target MBG hanya pada kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi terendah, sementara presiden ingin semua diberi makan," ujar Saidiman dalam akun Twitternya yang dikutip Suara.com, Rabu (30/9/2026).

Menurutny, Gibran ingin pelaksanaan MBG melibatkan dapur-dapur warga di sekitar sekolah seperti kantin sekolah, sementara pelaksanaannya justru menggunakan konsep dapur terpusat yang sebagian besarnya dikelola militer dan polisi.

"Wapres ingin pelaksanaan MBG melibatkan dapur-dapur warga di sekitar sekolah seperti kantin sekolah, sementara pelaksanaannya justru menggunakan konsep dapur terpusat yang sebagian besarnya dikelola militer dan polisi."

"Ungkapan Wapres pada korban MBG ini, lalu pidato ketua Demokrat tentang demokrasi, juga pernyataan Ketua PAN mengenai MBG adalah gejala politik yang penting dibaca dalam satu tarikan nafas."

Sebelumnya, Gibran meminta investigasi terhadap dugaan keracunan di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada masyarakat.

"Hari ini saya langsung datang untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat. Bahwa penanganan kesehatan korban menjadi prioritas pemerintah," katanya di Batang, Jawa Tengah, Senin.

baca juga

Hal itu disampaikan Wapres saat meninjau penanganan korban dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Senin (28/9).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis serta keluarga memperoleh kepastian terkait penanganan pascakejadian.

Ia mengatakan pasien yang masih menjalani perawatan diminta tetap mendapatkan pelayanan hingga kondisinya pulih sedangkan korban yang telah diperbolehkan pulang tetapi kembali mengalami keluhan juga harus memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan.

Pemerintah juga memastikan biaya pengobatan korban tidak membebani keluarga dan mekanisme pembiayaan agar berjalan dengan baik di seluruh fasilitas kesehatan yang menangani pasien.

Terkait penyebab kejadian itu, Gibran mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga seluruh pihak terkait diminta mempercepat investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian secara ilmiah.

"Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan. Tapi investigasi harus segera dituntaskan dan penyampaian hasil investigasi harus secara transparan, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

Langkah Gibran Sambangi Korban MBG Disebut Belum Selesaikan Masalah, Cuma Cari Panggung Politik?

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Canggih! BRIN Ciptakan Detektor MBG Basi, Begini Cara Kerjanya

Canggih! BRIN Ciptakan Detektor MBG Basi, Begini Cara Kerjanya

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:40 WIB

Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG, Mabes TNI Angkat Bicara

Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG, Mabes TNI Angkat Bicara

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:32 WIB

Terkini

Permohonan Praperadilan Silmy Karim Ditolak Hakim, KPK: Bukti Penyidikan dan Penyitaan Kami Sah!

Permohonan Praperadilan Silmy Karim Ditolak Hakim, KPK: Bukti Penyidikan dan Penyitaan Kami Sah!

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:21 WIB

Maling Bergaya Ninja Sikat HP-Tabung Gas Warga di Medan

Maling Bergaya Ninja Sikat HP-Tabung Gas Warga di Medan

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 13:21 WIB

Kisah Pilu Tragedi KMP Virgo: Saat Firasat Saudara Kembar Terjawab di Balik Kantong Jenazah

Kisah Pilu Tragedi KMP Virgo: Saat Firasat Saudara Kembar Terjawab di Balik Kantong Jenazah

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:20 WIB

A Love Other Than Yours: Takdir Cinta Penuh Rahasia di Antara Dua Pilihan

A Love Other Than Yours: Takdir Cinta Penuh Rahasia di Antara Dua Pilihan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:20 WIB

Dahyun TWICE dan Cha Woo Min Bintangi Film Romansa Clouds Roll Like Gureumi

Dahyun TWICE dan Cha Woo Min Bintangi Film Romansa Clouds Roll Like Gureumi

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:17 WIB

22,93 Juta Investor Sudah Masuk Kripto, Industri Kini Pecut Literasi

22,93 Juta Investor Sudah Masuk Kripto, Industri Kini Pecut Literasi

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 13:15 WIB

Hamza Choudhury Beri Peringatan ke Timnas Indonesia: Bangladesh Tak Lagi Mudah Ditaklukkan

Hamza Choudhury Beri Peringatan ke Timnas Indonesia: Bangladesh Tak Lagi Mudah Ditaklukkan

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:11 WIB

Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026

Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026

Liks | Rabu, 30 September 2026 | 13:10 WIB

BRI Bagikan Diskon hingga 90% dan Voucher Belanja di Toys Kingdom AEON

BRI Bagikan Diskon hingga 90% dan Voucher Belanja di Toys Kingdom AEON

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 13:10 WIB

Menolak Tudingan HAM di PBB Saja Tidak Cukup: Butuh 'Diplomasi Terbuka'

Menolak Tudingan HAM di PBB Saja Tidak Cukup: Butuh 'Diplomasi Terbuka'

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:10 WIB

×