Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB
Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki
Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq. [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq menolak syarat dukungan dua fraksi parlemen untuk capres di Yogyakarta, Rabu (30/9/2026).
  • Penolakan tersebut disampaikan karena aturan pembatasan itu dinilai mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi serta memicu oligarki politik.
  • Partai Gema Bangsa menargetkan kemenangan di 30 dari 40 daerah pemilihan potensial untuk Pemilu 2029.

Suara.com - Partai Gema Bangsa secara tegas menolak wacana syarat pengusungan calon presiden (capres) dan cawapres harus mendapatkan dukungan minimal dua fraksi di parlemen.

Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq menilai kebijakan tersebut mengangkangi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya oligarki politik di Indonesia.

"Keputusan MK itu adalah partai peserta pemilu itu boleh mengajukan calon presiden. Maka Partai Gema Bangsa tetap ingin mengacu pada keputusan MK," kata Rofiq usai menggelar silaturahmi kebangsaan bersama Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta, Rabu (30/9/2026).

Ia menilai wacana itu merupakan wujud dari dorongan kepentingan kelompok tertentu dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan persoalan efisiensi pembiayaan pemilu.

Menurut Rofiq, pembatasan tersebut mengancam kesehatan demokrasi yang seharusnya menjamin kontestasi secara terbuka.

"Kalau dua fraksi nanti oligarki bermain. Nanti ada kepentingan yang terlalu besar untuk mengendalikan. Jadi saya kira ini bukan soal alasan pembiayaan, tapi ini alasan kepentingan," tegasnya.

"Jadi saya berharap MK harus menjadi satu-satunya pijakan dalam membuat undang-undang itu," imbuhnya.

Tak hanya menolak wacana tersebut, Rofiq menyentil praktik sentralisme kekuasaan yang bertahan hingga saat ini justru memicu penyalahgunaan wewenang dan korupsi di tingkat atas.

"Sentralisme itu cenderung mengkooptasi dan sentralisme itu penuh dengan kebohongan. Pusat hanya banyak memberikan janji-janji, tetapi keadilan dan pemerataan tidak pernah terjadi," ujarnya.

baca juga

Sistem desentralisasi politik dinilai penting untuk digaungkan untuk memutus rantai sentralisme kekuasaan di tingkat pusat.

"Karena yang paling penting itu bagaimana kita bisa meyakinkan kepada akar rumput untuk bisa menerima gagasan soal desentralisasi dan bahkan beliau tadi Profesor Haedar Nashir juga menyampaikan harus dikuatkan desentralisasi politik dan kemandirian bangsa itu harus menjadi satu tagline, satu kesatuan agar itu menjadi spirit perjuangan," ungkapnya.

Selain mengusung desentralisasi, Partai Gema Bangsa turut mengadopsi tata kelola organisasi Muhammadiyah yang mengandalkan kelembagaan ketimbang figur kepemimpinan tunggal.

Model ini diharapkan mampu melahirkan kader dan pemimpin politik yang lebih berkualitas.

Menghadapi Pemilu 2029, Partai Gema Bangsa menyatakan optimisme tinggi untuk melenggang ke Senayan. Dengan mengandalkan jajaran pengurus berlatar belakang aktivis dan politisi berpengalaman, partai baru ini telah merancang strategi pemenangan di sejumlah daerah pemilihan potensial.

"Kami sudah memetakan 40 dapil, 40 dapil ini menjadi battle ground pertempuran kami, kami akan bekerja keras dan kami akan setidak-tidaknya dari 40 itu minimal 30 harus kami dapatkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dedi Mulyadi Berpotensi Maju Pilpres 2029 Tinggalkan Prabowo

Dedi Mulyadi Berpotensi Maju Pilpres 2029 Tinggalkan Prabowo

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:31 WIB

Uji Pasal Santet Ditarik, MK Hentikan Perkara dan Larang Pemohon Ajukan Lagi

Uji Pasal Santet Ditarik, MK Hentikan Perkara dan Larang Pemohon Ajukan Lagi

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:04 WIB

'Pernah Nyantet Orang?', Kelakar Hakim MK yang Bikin Pemohon Pasal Santet Tarik Gugatan

'Pernah Nyantet Orang?', Kelakar Hakim MK yang Bikin Pemohon Pasal Santet Tarik Gugatan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:24 WIB

Grace Respons Pernyataan Jokowi soal PSI yang Mulai Ditakuti

Grace Respons Pernyataan Jokowi soal PSI yang Mulai Ditakuti

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:37 WIB

DPR Minta Pendidikan Gratis Prabowo Juga Berlaku untuk Sekolah Swasta

DPR Minta Pendidikan Gratis Prabowo Juga Berlaku untuk Sekolah Swasta

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:51 WIB

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

News | Senin, 28 September 2026 | 19:12 WIB

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

News | Senin, 28 September 2026 | 13:16 WIB

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

News | Senin, 28 September 2026 | 11:27 WIB

Gugatan Gibran di MK Disebut Manuver Skenario Pilpres 2029, Ada Figur Bidik Cawapres Prabowo

Gugatan Gibran di MK Disebut Manuver Skenario Pilpres 2029, Ada Figur Bidik Cawapres Prabowo

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:38 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

Terkini

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:52 WIB

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 16:50 WIB

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Nasabah Mendapatkan Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Dobrak Stagnasi 5 Ton, Teknologi Tani Modern di Lampung Sukses Lipat Gandakan Panen Jadi 11 Ton/Ha

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 16:46 WIB

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Spesifikasi Lengkap dan Harga Infinix XBOOK 14 Neo, Laptop untuk Produktivitas Mahasiswa

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 16:45 WIB

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas Berikan Nasabah Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Malang | Rabu, 30 September 2026 | 16:43 WIB

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Bunga Es Bisa Bikin Kulkas Tidak Dingin? Ini Dampak dan Cara Membersihkannya

Bunga Es Bisa Bikin Kulkas Tidak Dingin? Ini Dampak dan Cara Membersihkannya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Cara Membersihkan Botol Susu Bayi yang Benar, Jangan Cuma Dibilas

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

×