- Koordinator Sospol BEM UI Hafidz Hernanda diserang orang tak dikenal di Tebet pada Minggu malam.
- Pihak Universitas Indonesia mengecam keras tindakan kekerasan tersebut dan memprioritaskan pemulihan korban.
- Universitas Indonesia memberikan pendampingan medis, pelaporan kepolisian, serta konsultasi hukum untuk korban.
Suara.com - Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, dikabarkan diserang oleh orang tidak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Saat melintas, Hafidz ditendang hingga terjatuh. Hafidz kemudian dipukul dan sempat diancam.
Direktur Humas, Media, Pemerintah dan Internasional Universitas Indonesia, Erwin Agustian Panigoro, mengatakan korban mengalami kekerasan pada Minggu (4/10/2026) malam.
“Setelah menerima informasi tersebut, UI segera berkomunikasi dengan mahasiswa yang bersangkutan, pihak keluarga, dan rekan-rekan pengurus BEM UI untuk memastikan kondisi serta kebutuhan yang diperlukan,” kata Erwin dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2026).
Erwin mengaku prihatin dengan peristiwa yang menimpa Hafidz. Ia mengecam keras dengan tindakan kekerasan yang diterima oleh Hafidz.
“UI prihatin atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap siapa pun tidak dapat dibenarkan, termasuk terhadap mahasiswa UI,” ujarnya.
Saat ini, lanjut Erwin, pihaknya memprioritaskan keselamatan dan pengamanan serta pemulihan Hafidz.
“Saat ini, prioritas utama UI adalah memastikan keselamatan, penanganan, dan pemulihan mahasiswa yang bersangkutan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Erwin menyebut pihaknya bakal memberikan pendampingan dalam tiga aspek, yakni pendampingan pengobatan hingga proses pemulihan.
Kemudian, pendampingan dalam proses pelaporan dan penanganan perkara kepada kepolisian, dan pendampingan konsultasi hukum untuk memastikan hak-hak mahasiswa terlindungi selama proses berlangsung.
“UI mempercayakan pengungkapan fakta peristiwa ini kepada aparat penegak hukum dan akan terus mengawal prosesnya. UI berharap proses tersebut berjalan cepat, profesional, dan tuntas, sehingga fakta peristiwa dapat terungkap secara jelas,” ujarnya.
“UI berkomitmen menjaga rasa aman seluruh sivitas akademika dalam menjalankan kegiatan akademik maupun kemahasiswaan, termasuk dalam menyampaikan pendapat,” katanya menambahkan.