1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:22 WIB
1.500 Mahasiswa Unhan Turun ke Sekolah Rakyat, Bantu Siswa Belajar Disiplin hingga Mandiri
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • Kementerian Sosial menggandeng Universitas Pertahanan mengerahkan 1.500 mahasiswa ke 182 Sekolah Rakyat mulai Oktober 2026.
  • Mahasiswa bertugas mendampingi siswa beradaptasi, memperkuat kedisiplinan, serta mengajarkan keterampilan hidup dasar selama dua minggu.
  • Bentuk kegiatan meliputi latihan baris-berbaris, pengaturan waktu harian, pembelajaran kelas, hingga penanaman etika secara bertahap.

Suara.com - Kementerian Sosial menggandeng Universitas Pertahanan (Unhan) untuk melibatkan mahasiswa dalam pembelajaran di Sekolah Rakyat. Kehadiran mahasiswa Unhan akan difokuskan pada penguatan kedisiplinan dan keterampilan hidup dasar para siswa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, keterlibatan mahasiswa Unhan merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa. Mereka akan ditempatkan di Sekolah Rakyat selama dua minggu untuk mendampingi siswa beradaptasi dengan pola pembelajaran dan kehidupan di sekolah.

Menurut Gus Ipul, pendampingan diperlukan karena para siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang yang beragam. Sebagian di antaranya berasal dari keluarga menengah ke bawah dan bahkan pernah mengalami putus sekolah.

"Supaya bisa mengikuti pembelajaran di sana dengan baik perlu adaptasi, perlu penyesuaian-penyesuaian karena anak-anak di sana dilatih untuk mandiri sebagaimana mahasiswa Unhan yang dilatih dengan disiplin pada saat mengikuti proses pembelajaran di Universitas Pertahanan," kata Gus Ipul seusai bertemu Rektor Unhan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho di Kampus Unhan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Gus Ipul menjelaskan, perbedaan latar belakang membuat tingkat kedisiplinan setiap siswa tidak sama. Karena itu, mahasiswa Unhan akan membantu membiasakan siswa menjalani rutinitas sederhana yang mendukung kemandirian mereka.

Pembiasaan tersebut antara lain bangun dan tidur tepat waktu, merawat diri, menjaga barang pribadi, hingga merapikan tempat tidur dan pakaian.

Siswa juga akan dibimbing mengenai tata tertib dalam berbagai kegiatan sehari-hari, mulai dari masuk kelas, waktu makan, hingga ketika menggunakan toilet.

"Contohnya bagaimana kita membiasakan diri bangun tepat waktu, tidur tepat waktu, dan merawat diri dengan baik. Kemudian menjaga barang-barang pribadinya, bagaimana melipat dan membersihkan tempat tidur, melipat baju-baju, dan cara menaruh di lemari dengan benar," ujar Gus Ipul.

"Bagaimana misalnya tata tertib ketika masuk kelas, makan dan pada saat ke toilet. Pembelajaran-pembelajaran seperti ini sangat diperlukan lebih-lebih pada masa-masa awal pembelajaran seperti sekarang ini," lanjutnya.

baca juga

Pendampingan tersebut akan diterapkan di seluruh jenjang Sekolah Rakyat, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

1.500 Mahasiswa Disebar ke 182 Sekolah Rakyat

Rektor Unhan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho mengatakan sekitar 1.500 mahasiswa akan dilibatkan dalam program tersebut. Mereka akan ditempatkan di 182 titik Sekolah Rakyat.

Selain membantu membangun kebiasaan hidup disiplin, mahasiswa Unhan juga akan memberikan sejumlah kegiatan yang disesuaikan dengan usia siswa.

Kegiatan tersebut mencakup latihan dasar kedisiplinan, baris-berbaris, bangun pagi, senam pagi, makan bersama, kegiatan keagamaan, pembelajaran di kelas, hingga kegiatan etika dan kepanduan.

"Latihan-latihan dasar yang memberi mereka tentang kedisiplinan seperti baris-berbaris, terus bangun pagi, senam pagi, terus makan bersama, kegiatan agama, terus kegiatan pembelajaran di kelas, terus kegiatan masalah etika, masalah kepanduan, kepramukaan yang menarik buat mereka ya, tergantung tingkatannya," kata Anton.

Menurut dia, bentuk kegiatan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Pendekatan untuk siswa SD akan berbeda dengan siswa SMP maupun SMA.

Program keterlibatan mahasiswa Unhan tersebut direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026. Pemberangkatan mahasiswa ke berbagai lokasi Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap mulai pekan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sugiono Jadi Menko PMK, Bidik Renovasi 300 Ribu Sekolah dan 10 Ribu Puskesmas hingga 2029

Sugiono Jadi Menko PMK, Bidik Renovasi 300 Ribu Sekolah dan 10 Ribu Puskesmas hingga 2029

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Mensos Gus Ipul Cek Kesiapan Operasional Dapur SRT 3 Sulsel

Mensos Gus Ipul Cek Kesiapan Operasional Dapur SRT 3 Sulsel

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Terkini

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Menduniakan Batik atau Merusak Bumi? Sisi Gelap Industri yang Jarang Dibahas

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

Jelang Putusan MK Kasus Ijazah Gibran Malam Ini: Menkopolkam Siaga, PDIP Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Soroti Pendidikan, Ugoran Sebut Aksi Kamisan Kini Jadi Kampus Rakyat

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

Gempa Sumba Barat Daya Berdampak ke 3 Kabupaten, Ratusan Rumah dan Fasilitas Publik Rusak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

The Disciple Tayang 16 Oktober di Netflix, Album Rahasia Wu-Tang Terungkap

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:15 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan DPR, Aspirasi Buruh Berujung Solusi

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

Rp 13,24 Triliun Uang Hasil Penertiban Hutan Diserahkan ke Negara, Ditumpuk di Gedung Bundar

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?

Sibuk Jalani Hari, tapi Kapan Terakhir Kali Bertanya Aku Baik-Baik Saja?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Xiaojun WayV Umumkan Debut Solo Lewat Mini Album Pertama, 'Hey, Somebody'

Xiaojun WayV Umumkan Debut Solo Lewat Mini Album Pertama, 'Hey, Somebody'

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:10 WIB

×