- Kementerian Sosial menggandeng Universitas Pertahanan mengerahkan 1.500 mahasiswa ke 182 Sekolah Rakyat mulai Oktober 2026.
- Mahasiswa bertugas mendampingi siswa beradaptasi, memperkuat kedisiplinan, serta mengajarkan keterampilan hidup dasar selama dua minggu.
- Bentuk kegiatan meliputi latihan baris-berbaris, pengaturan waktu harian, pembelajaran kelas, hingga penanaman etika secara bertahap.
Suara.com - Kementerian Sosial menggandeng Universitas Pertahanan (Unhan) untuk melibatkan mahasiswa dalam pembelajaran di Sekolah Rakyat. Kehadiran mahasiswa Unhan akan difokuskan pada penguatan kedisiplinan dan keterampilan hidup dasar para siswa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, keterlibatan mahasiswa Unhan merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa. Mereka akan ditempatkan di Sekolah Rakyat selama dua minggu untuk mendampingi siswa beradaptasi dengan pola pembelajaran dan kehidupan di sekolah.
Menurut Gus Ipul, pendampingan diperlukan karena para siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang yang beragam. Sebagian di antaranya berasal dari keluarga menengah ke bawah dan bahkan pernah mengalami putus sekolah.
"Supaya bisa mengikuti pembelajaran di sana dengan baik perlu adaptasi, perlu penyesuaian-penyesuaian karena anak-anak di sana dilatih untuk mandiri sebagaimana mahasiswa Unhan yang dilatih dengan disiplin pada saat mengikuti proses pembelajaran di Universitas Pertahanan," kata Gus Ipul seusai bertemu Rektor Unhan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho di Kampus Unhan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Gus Ipul menjelaskan, perbedaan latar belakang membuat tingkat kedisiplinan setiap siswa tidak sama. Karena itu, mahasiswa Unhan akan membantu membiasakan siswa menjalani rutinitas sederhana yang mendukung kemandirian mereka.
Pembiasaan tersebut antara lain bangun dan tidur tepat waktu, merawat diri, menjaga barang pribadi, hingga merapikan tempat tidur dan pakaian.
Siswa juga akan dibimbing mengenai tata tertib dalam berbagai kegiatan sehari-hari, mulai dari masuk kelas, waktu makan, hingga ketika menggunakan toilet.
"Contohnya bagaimana kita membiasakan diri bangun tepat waktu, tidur tepat waktu, dan merawat diri dengan baik. Kemudian menjaga barang-barang pribadinya, bagaimana melipat dan membersihkan tempat tidur, melipat baju-baju, dan cara menaruh di lemari dengan benar," ujar Gus Ipul.
"Bagaimana misalnya tata tertib ketika masuk kelas, makan dan pada saat ke toilet. Pembelajaran-pembelajaran seperti ini sangat diperlukan lebih-lebih pada masa-masa awal pembelajaran seperti sekarang ini," lanjutnya.
Pendampingan tersebut akan diterapkan di seluruh jenjang Sekolah Rakyat, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
1.500 Mahasiswa Disebar ke 182 Sekolah Rakyat
Rektor Unhan Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho mengatakan sekitar 1.500 mahasiswa akan dilibatkan dalam program tersebut. Mereka akan ditempatkan di 182 titik Sekolah Rakyat.
Selain membantu membangun kebiasaan hidup disiplin, mahasiswa Unhan juga akan memberikan sejumlah kegiatan yang disesuaikan dengan usia siswa.
Kegiatan tersebut mencakup latihan dasar kedisiplinan, baris-berbaris, bangun pagi, senam pagi, makan bersama, kegiatan keagamaan, pembelajaran di kelas, hingga kegiatan etika dan kepanduan.
"Latihan-latihan dasar yang memberi mereka tentang kedisiplinan seperti baris-berbaris, terus bangun pagi, senam pagi, terus makan bersama, kegiatan agama, terus kegiatan pembelajaran di kelas, terus kegiatan masalah etika, masalah kepanduan, kepramukaan yang menarik buat mereka ya, tergantung tingkatannya," kata Anton.
Menurut dia, bentuk kegiatan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Pendekatan untuk siswa SD akan berbeda dengan siswa SMP maupun SMA.
Program keterlibatan mahasiswa Unhan tersebut direncanakan mulai berjalan pada Oktober 2026. Pemberangkatan mahasiswa ke berbagai lokasi Sekolah Rakyat dilakukan secara bertahap mulai pekan ini.