4 ABK Kapal Cumi Diduga Disiksa dan Dieksploitasi, Polisi Usut Dugaan TPPO

Vania Rossa, Faqih Fathurrahman

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:27 WIB
4 ABK Kapal Cumi Diduga Disiksa dan Dieksploitasi, Polisi Usut Dugaan TPPO
Ilustrasi kapal cumi. (Unsplash.com/ Rizal Maulana)
baca 10 detik
  • Polres Pelabuhan Tanjung Priok menaikkan kasus dugaan perdagangan orang terhadap empat ABK KM Maulana 23 ke tahap penyidikan.
  • Keempat korban yang berasal dari berbagai daerah tersebut berada di Ambon untuk segera diterbangkan menuju Jakarta pada Kamis.
  • Kasus ini turut mencakup dugaan penganiayaan oleh Polres Kepulauan Aru serta pelanggaran sistem pemantauan kapal dan perizinan.

Suara.com - Polisi meningkatkan penanganan kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa empat anak buah kapal (ABK) yang bekerja di sebuah kapal cumi. Perkara tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan setelah polisi melakukan gelar perkara.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP AA Ngurah Made Pandu mengatakan peningkatan status perkara dilakukan setelah hasil gelar perkara menunjukkan kasus tersebut dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan.

“Jadi, kita sudah gelar perkara untuk naik ke tahap sidik,” kata Pandu saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Saat ini, keempat korban masih berada di Ambon. Mereka rencananya diterbangkan ke Jakarta pada Kamis (8/10/2026).

“Korban hari ini sudah berada di Ambon, rencana mau penerbangan ke Jakarta. Mudah-mudahan enggak ada kendala, hari ini malam harusnya sudah sampai di Jakarta,” jelasnya.

Pandu mengatakan keempat korban berasal dari Tangerang, Bekasi, dan Brebes. Sementara keluarga korban yang berasal dari Brebes diketahui kini berdomisili di Lampung.

Selain dugaan TPPO, polisi juga mengusut dugaan penganiayaan yang dialami para korban. Namun, penanganan perkara penganiayaan tersebut dilakukan oleh Polres Kepulauan Aru.

“Kalau penganiayaan nanti lebih detailnya mungkin bisa koordinasi ke Kasat Reskrim Kepulauan Aru,” pungkas Pandu.

ABK Diduga Disiksa karena Tak Capai Target Tangkapan

baca juga

Sebelumnya, empat ABK KM Maulana 23 disebut menjadi korban dugaan penganiayaan hingga dimasukkan ke dalam tong karena tidak memenuhi target hasil tangkapan saat melaut.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono atau Ipunk mengatakan hukuman fisik disebut kerap diterima ABK yang tidak mampu memenuhi target tangkapan.

“Ini semacam perbudakan, bagaimana orang kerja disiksa, dipukuli. Ini zaman merdeka,” kata Ipunk dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Selain dugaan kekerasan, pihaknya juga menemukan indikasi pelanggaran lain pada kapal tersebut, salah satunya tidak aktifnya vessel monitoring system (VMS).

VMS merupakan sistem pemantauan yang digunakan untuk mengetahui posisi dan pergerakan kapal. Menurut Ipunk, temuan tersebut membuat persoalan KM Maulana 23 tidak hanya berkaitan dengan dugaan kekerasan terhadap ABK.

Kasus tersebut kini mencakup dugaan TPPO, dugaan penganiayaan, serta dugaan pelanggaran terkait sistem pemantauan kapal dan perizinan.

Polisi masih melakukan penyidikan untuk mendalami dugaan TPPO terhadap keempat ABK tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

4 WNI Korban Sandera Perompak Somalia Pulang, Menko PMK Pastikan Perawatan Kesehatan Berlanjut

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:44 WIB

Sebut Kasus ABK KM Maulana 23 Perbudakan Modern, Kemenham Desak Usut Tuntas

Sebut Kasus ABK KM Maulana 23 Perbudakan Modern, Kemenham Desak Usut Tuntas

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 12:40 WIB

'Dibuang' ke Daratan Usai Disiksa: Kisah Pilu 4 ABK KM Maulana 23 yang Dihukum Jika Gagal Tangkap

'Dibuang' ke Daratan Usai Disiksa: Kisah Pilu 4 ABK KM Maulana 23 yang Dihukum Jika Gagal Tangkap

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Terkini

4 ABK Kapal Cumi Diduga Disiksa dan Dieksploitasi, Polisi Usut Dugaan TPPO

4 ABK Kapal Cumi Diduga Disiksa dan Dieksploitasi, Polisi Usut Dugaan TPPO

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Forum Purnawirawan TNI Akan Surati DPR: Desak Pemakzulan Gibran

Forum Purnawirawan TNI Akan Surati DPR: Desak Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:24 WIB

Fashion Pria Punya Cerita Panjang, Pakar Mode Ichwan Thoha Soroti Pentingnya Memahami Sejarah Busana

Fashion Pria Punya Cerita Panjang, Pakar Mode Ichwan Thoha Soroti Pentingnya Memahami Sejarah Busana

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:23 WIB

79 Persen Pesanan GrabFood Diawali Browsing, Konsumen Makin Suka Eksplor Sebelum Beli

79 Persen Pesanan GrabFood Diawali Browsing, Konsumen Makin Suka Eksplor Sebelum Beli

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Michelle Yeoh Sebut Ingin Bintangi Film Korea dari 3 Sutradara Ternama Ini

Michelle Yeoh Sebut Ingin Bintangi Film Korea dari 3 Sutradara Ternama Ini

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:20 WIB

OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital Setelah Gagal Disehatkan

OJK Cabut Izin Porto Ventura Kapital Setelah Gagal Disehatkan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:17 WIB

Kenapa Bisa Cegukan? Ini Penjelasan Medis dan Tanda Bahaya yang Wajib Diwaspadai

Kenapa Bisa Cegukan? Ini Penjelasan Medis dan Tanda Bahaya yang Wajib Diwaspadai

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao

Sinopsis Beneath the Lies, Drama Terbaru Yaya Urassaya dan Kao Noppakao

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Changan Hadirkan Fitur Pet Mode untuk Perjalanan Bersama Hewan Peliharaan

Changan Hadirkan Fitur Pet Mode untuk Perjalanan Bersama Hewan Peliharaan

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

Bebas Bersyarat Dicabut! Bechi Kembali Ditahan di Sel Khusus Lapas Kelas I Malang

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×