-
Asap karhutla Kalimantan meluas hingga ke empat negara tetangga ASEAN.
-
Malaysia meliburkan ratusan sekolah akibat indeks pencemaran udara sangat tinggi.
-
Filipina dan Singapura catat penurunan kualitas udara akibat asap karhutla.
Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia, tak lagi sekadar menjadi persoalan domestik.
Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyeberang dan menghantam sejumlah negara tetangga, memicu lonjakan polusi, protes warga, hingga lumpuhnya aktivitas pendidikan di kawasan regional.
Berikut ini daftar negara yang terdampak beserta rincian situasinya.

1. Malaysia
Malaysia salah satu negara tetangga yang paling terdampak parah akibat karhutla di Kalimantan.
Kondisi Udara di wilayah Sarawak dan Semenanjung Malaysia, termasuk Kuala Lumpur dan Putrajaya diselimuti kabut asap tebal.
Indeks Pencemaran Udara (API) di Serian, Sarawak, sempat menyentuh angka 241 yang masuk dalam kategori sangat tidak sehat pada awal September 2026.
Akibatnya, pemerintah Malaysia terpaksa menutup hampir 650 sekolah, khususnya di Sarawak yang mencakup 591 sekolah demi melindungi keselamatan sedikitnya 197.323 siswa. Kegiatan belajar dialihkan secara daring dari rumah.
PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Sultan Brunei pun sepakat membawa persoalan karhutla Indonesia ke tingkat regional melalui mekanisme ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution.
2. Brunei Darussalam
Sebaran kabut asap akibat karhutla di Kalimantan juga menurunkan kualitas udaa regional di wilayah Brunei.
Bersama Malaysia, Brunei menjadi motor penggerak untuk mendesak penanganan asap lintas batas lewat jalur resmi ASEAN guna merespons keresahan warga setempat.
3. Singapura
Singapura sebagai salah satu negara yang dikenal memiliki kualitas udara baik pun tak luput mendapat kiriman kabut asap tipis hingga sedang dari karhutla di Kalimantan.
Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan ini turut mempengaruhi kebersihan dan kualitas udara di wilayah perkotaan Singapura.
Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura mencatat kualitas udara di wilayah pusat sempat merosot hingga kategori tidak sehat seiring pergerakan arah angin dari titik panas di Kalimantan.
4. Filipina
Wilayah bagian selatan Filipina turut menerima sebaran tipis kabut asap lintas batas yang memicu lonjakan konsentrasi partikel berbahaya PM 2,5.
Kualitas Udara di Filipina juga sempat dikategorikan sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Badan Manajemen Lingkungan Filipina langsung menginstruksikan warganya untuk membatasi aktivitas luar ruangan serta mewajibkan penggunaan masker, sementara sejumlah sekolah di beberapa kota sempat meliburkan kegiatan tatap muka.