-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud disorot akibat plesiran ke Singapura saat karhutla.
-
Publik mengkritik anggaran mobil dinas dan renovasi rumah dinas yang fantastis.
-
Sorotan media asing makin memperjelas deretan kontroversi Rudy Mas'ud di Kaltim.
Suara.com - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud kembali menuai kritik tajam, usai dirinya tahuan pergi ke Singapura Ketika kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyerang warganya.
Kepergiaan politisi Partai Golkar itu di luar negeri dianggap sebagai bentuk krisis empati, terlebih dirinya membagikan potretnya sambal tersenyum Bersama sang istri di Singapura.
Bahkan, pelesirannya ke negeri tetangga ini sukses menarik perhatian media internasional.
Sorotan tajam ini tak hanya datang dari warganet tanah air. Media terkemuka asal Malaysia, Sinar Harian, turut menyoroti langkah kontroversial tersebut dengan tajuk pemberitaan menohok.
"Gabenor Indonesia dikecam selepas tular gambar berada di luar negara Ketika jerebu tebal," tulis media Malaysia tersebut, seperti dikutip Suara.com.

Sejak terpilih menakhodai provinsi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk periode 2025–2030, alumni Universitas Mulawarman ini seolah tak pernah sepi dari sorotan publik akibat rentetan kebijakan dan gaya hidupnya yang menuai polemik.
Puncak kekesalan warga sempat tumpah dalam aksi massa besar-besaran pada 21 April 2026 lalu.
Berbagai pernyataan kontroversial serta kebijakan anggaran fantastis yang diungkap ke publik membuat masyarakat Kaltim geleng-geleng kepala.
Berikut rangkuman daftar kontroversi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud yang selalu bikin geram publik.
1. Plesiran ke Singapura di Tengah Bencana Karhutla
Terbaru, amarah warga kembali meletup saat Rudy kedapatan berada di Singapura di saat rakyatnya di Samarinda dan sekitarnya tengah megap-megap menghirup udara beracun akibat kabut asap karhutla.
Foto keberadaannya di negeri jiran viral di platform Threads dan sukses memantik kecaman luas, bahkan disorot oleh media asing asal Malaysia, Sinar Harian.
Pihak Pemprov Kaltim melalui Diskominfo bergegas mengklarifikasi bahwa kepergian Rudy ke Singapura sejak 10 hingga 13 Oktober 2026 murni untuk medical check-up atas izin Mendagri.
Namun, dalih tersebut dinilai sebagian pihak sebagai cerminan rendahnya kepekaan sosial seorang pemimpin.
Ironisnya, sekembalinya dari Singapura pada Selasa (13/10/2026), Rudy justru memilih bungkam saat hendak dikonfirmasi awak media usai beraudiensi dengan Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar.
Alih-alih menjawab, agenda doorstop wartawan justru diwarnai aksi penghalangan oleh petugas Satpol PP dan ajudan gubernur.
2. Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar
Gebrakan awal kepemimpinan Rudy langsung diwarnai polemik pada Februari 2026. Ia tercatat melakukan pengadaan mobil dinas dengan angka fantastis mencapai Rp8,5 miliar.
Kala itu, ia berdalih kendaraan mewah tersebut mendesak untuk menunjang operasional kepala daerah mengingat status Kaltim sebagai wilayah penyangga IKN.
Akibat sorotan tajam publik serta teguran keras dari pemerintah pusat dan Partai Golkar, rencana ugal-ugalan ini akhirnya terpaksa dibatalkan.
3. Anggaran Renovasi Rumah Dinas Rp25 Miliar
Belum reda isu mobil dinas, publik kembali dibuat meradang dengan alokasi anggaran renovasi rumah dinas yang menelan biaya hingga Rp25 miliar.
Rudy berdalih anggaran tersebut diperuntukkan bagi renovasi rumah dinas wakil gubernur beserta fasilitas pendukung lainnya.
Ia mengeklaim pengerjaan proyek tersebut kini telah rampung dan siap difungsikan maksimal untuk kepentingan kedinasan.
4. Akuarium Air Laut dan Kursi Pijat
Fasilitas di dalam rumah dinas sang gubernur turut memantik polemik. Keberadaan barang-barang mewah seperti akuarium air laut hingga kursi pijat disorot tajam karena dinilai tidak peka di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.
Menanggapi hal ini, Rudy menyatakan siap mengambil tanggung jawab penuh dan menanggung sendiri biaya pengadaan barang-barang yang berada di luar fungsi kedinasan tersebut, meski ia berdalih fasilitas itu sudah ada sebelum dirinya menjabat.
5. Anggaran Makan Pemprov Rp10 Miliar
Sorotan anggaran juga mengarah ke pos konsumsi Pemprov Kaltim yang menyentuh angka Rp10 miliar.
Rudy tidak membantah angka tersebut, tapi ia berupaya membela diri dengan menyebut bahwa anggaran makan itu terus mengalami tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.
Sebagai perbandingan, angka tersebut diklaim sempat menyentuh titik puncaknya pada tahun 2024 lalu yang tembus di angka Rp15,89 miliar.