Viral Fenomena Aneh Tanah Gambut Mendidih Usai Disiram Air Saat Pemadaman Kebakaran Hutan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:40 WIB
Viral Fenomena Aneh Tanah Gambut Mendidih Usai Disiram Air Saat Pemadaman Kebakaran Hutan
Fenomena unik tanah gambut bekas karhutla mendidih saat disiram air mendadak viral di sosial media.
baca 10 detik
  • Fenomena tanah gambut mendidih saat disiram air di Palangka Raya mendadak viral di media sosial.

  • Reaksi uap panas terjadi akibat bara api masih menyala di bawah permukaan tanah gambut.

  • Pemadaman karhutla di lahan gambut membutuhkan penanganan khusus hingga ke lapisan tanah terdalam.

Suara.com - Fenomena langka di luar nalar terjadi saat tanah bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya justru mengeluarkan gelembung uap panas dan mendidih layaknya lava ketika disiram air oleh petugas. Reaksi ekstrem tersebut membuktikan bahwa bara api di kedalaman lahan gambut masih sangat membara meskipun titik api di permukaan tanah telah padam.

Kejadian mencengangkan yang terekam kamera relawan ini mendadak viral di jejaring media sosial TikTok dan Instagram sejak diunggah oleh akun @andrewkalaweit serta @asrulputrananda. Tayangan video tersebut memperlihatkan betapa dahsyatnya ancaman tersembunyi yang tersimpan di bawah lapisan tanah gambut Pulau Borneo.

Kondisi tanah yang bergejolak layaknya air mendidih ini membuka mata publik mengenai sulitnya menaklukkan krisis lingkungan tahunan di Kalimantan Tengah.

Penanganan darurat karhutla jelas tidak bisa hanya mengandalkan penyiraman permukaan, melainkan membutuhkan penyesuaian strategi pemadaman yang jauh lebih mendalam.

Dikutip dari akun @JakartaInfoTerkini, tim relawan dari Rescue Rumah Zakat Kalbar merekam momen mencekam tersebut tatkala bertaruh nyawa menundukkan kobaran api pada Senin kemarin.

Saat semprotan air mengenai pijakan tanah yang membara, reaksi kimia dari suhu panas ekstrem langsung mengubah air penyiraman menjadi uap panas bergelembung.

Kedalaman lapisan gambut menampung akumulasi material organik kering yang mudah terbakar dan mampu menyimpan suhu tinggi dalam jangka waktu lama. Hal inilah yang membuat upaya pemadaman di area ekosistem gambut selalu menghadapi rintangan berlipat ganda dibanding kawasan tanah mineral biasa.

Proses pemadaman karhutla di daratan Kalimantan memang menyimpan kompleksitas tersendiri karena karakteristik lahannya yang sangat unik. Api yang merayap di bawah tanah acapkali menjebak petugas karena tidak menghasilkan asap tebal di bagian atas.

Ketebalan deposit bahan organik mati membuat kobaran api bawah tanah (ground fire) mampu bertahan selama bertandok-tandok hari meski diguyur air saban waktu. Oleh sebab itu, teknik pembasahan ekstra hingga menyasar lapisan terdalam menjadi kunci mutlak agar bara tidak kembali menyulut kebakaran baru.

baca juga

Peristiwa viral di Palangka Raya ini menjadi gambaran nyata betapa rapuhnya ekosistem gambut yang mengalami kekeringan parah. Bencana karhutla terus berulang setiap musim kemarau dan selalu menjadi tantangan berat bagi aparat gabungan serta relawan di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

DPR Minta Pemerintah Tak Sungkan Terima Bantuan Asing Atasi Karhutla: Ini Juga Tanggung Jawab Mereka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

Kebijakan Lama Orde Baru di Balik Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumatra, Bagaimana Bisa Terjadi?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Bukan Hanya Salah El Nino: Mengurai Akar Krisis Karhutla Kalimantan

Bukan Hanya Salah El Nino: Mengurai Akar Krisis Karhutla Kalimantan

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Sepatu Nike Original dan KW dari Kode ART pada Lidah Sepatu

7 Cara Membedakan Sepatu Nike Original dan KW dari Kode ART pada Lidah Sepatu

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Review Lanterns: Aksi Hal Jordan dan John Stewart Ungkap Misteri Kelam!

Review Lanterns: Aksi Hal Jordan dan John Stewart Ungkap Misteri Kelam!

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Sunscreen Sariayu SPF 30 Termasuk Physical atau Chemical? Cek Kandungan dan Review Pembeli

Sunscreen Sariayu SPF 30 Termasuk Physical atau Chemical? Cek Kandungan dan Review Pembeli

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Review Microhabitat: Haruskah Kita Miskin untuk Bisa Hidup Bahagia?

Review Microhabitat: Haruskah Kita Miskin untuk Bisa Hidup Bahagia?

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Resahkan Penghuni Panti Asuhan Putri, Pelaku Teror Eksibisionis Diburu Polisi Sukarame

Resahkan Penghuni Panti Asuhan Putri, Pelaku Teror Eksibisionis Diburu Polisi Sukarame

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Harga Pangan Nasional 15 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp155.850 per Kg

Harga Pangan Nasional 15 Oktober 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp155.850 per Kg

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Alasan STNK Digital Tidak Bisa Dibuat Semua Pengendara

Alasan STNK Digital Tidak Bisa Dibuat Semua Pengendara

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:25 WIB

Ledakan Pasar Cimanggis, Dua Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Ledakan Pasar Cimanggis, Dua Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Foto | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Detik-detik Mencekam Ibu Selamatkan Anak dari Gigitan Buaya di Way Semaka, Kaki Korban Robek 20 Cm

Detik-detik Mencekam Ibu Selamatkan Anak dari Gigitan Buaya di Way Semaka, Kaki Korban Robek 20 Cm

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Mengapa Sunscreen Sering Membuat Wajah Terasa Sumuk dan Makin Berminyak saat Cuaca Lembap?

Mengapa Sunscreen Sering Membuat Wajah Terasa Sumuk dan Makin Berminyak saat Cuaca Lembap?

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:20 WIB

×