- Angin membawa kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan dan Papua ke wilayah Timor Leste.
- Fenomena El Nino meningkatkan suhu dan risiko kekeringan hingga memicu penurunan kualitas udara di Dili.
- Partikel halus PM2.5 dari asap mengancam kesehatan kelompok rentan sehingga warga diimbau waspada.
Suara.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, Indonesia, dilaporkan menyebar hingga ke Timor Leste akibat terbawa angin.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah, terutama di ibu kota Dili.
Dikutip dari Suara Timor Lorosa'e (STL), Angelina Freitas, pejabat Direktorat Nasional Meteorologi dan Geofisika (DNMG) menjelaskan Dampak kabut asap dilaporkan dirasakan di sejumlah kawasan perkotaan, termasuk Dili.
Menurutnya, fenomena El Nino yang meningkatkan suhu dan memperpanjang kondisi kering turut memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan di kawasan regional.
"Ketika kita memasuki fase El Niño, suhu permukaan laut meningkat dan kondisi lahan menjadi lebih kering, sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan bertambah. Asap yang kita amati sekarang berasal dari kebakaran di Papua dan Kalimantan, Indonesia, yang terbawa angin ke Timor Leste," jelas Angelina.
![Indonesia Bagi-bagi Kabut Asap: Malaysia dan Singapura Tercekik Kini Giliran Timor Leste Sesak [Dok Diario de Noticias]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/15/74370-kondisi-kota-dili.jpg)
El Nino Diperkirakan Berlanjut hingga Desember
DNMG menyebut arah dan kecepatan angin menjadi faktor penting yang menentukan penyebaran kabut asap dari wilayah sekitar menuju Timor Leste.
Perubahan kondisi atmosfer dapat membuat konsentrasi asap meningkat kembali meskipun kualitas udara sempat membaik.
Berdasarkan analisis probabilitas meteorologi DNMG, peluang berlanjutnya fenomena El Niño diperkirakan mencapai 85 persen hingga Desember 2026.
Kondisi ini membuat ancaman kekeringan dan kebakaran masih perlu diwaspadai, meskipun Timor Leste mulai memasuki musim hujan.
DNMG juga memperingatkan bahwa kualitas udara berpotensi kembali memburuk pada 16–17 Oktober 2026.
Angin diperkirakan membawa asap tambahan dari wilayah Papua ke Pulau Timor, sementara aktivitas pembakaran lahan untuk persiapan pertanian di Timor Leste juga berpotensi menambah pencemaran.
Situasi tersebut membuat pemantauan kualitas udara menjadi semakin penting. DNMG terus mengamati data dari stasiun pemantauan serta perkembangan cuaca dan arah angin, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan sumber kebakaran.
Partikel PM2.5 Ancam Kesehatan Warga
Salah satu ancaman utama dari kabut asap adalah partikel halus PM2.5, yakni partikel polutan berdiameter sekitar 2,5 mikrometer atau lebih kecil.
Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel tersebut menembus jauh ke dalam paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi mata, gangguan saluran pernapasan, batuk, hingga kesulitan bernapas.
Polusi udara juga dapat memperburuk penyakit pernapasan dan kardiovaskular.
Anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki penyakit tertentu menjadi kelompok paling rentan ketika kualitas udara memburuk.
Karena itu, DNMG mengimbau masyarakat mengurangi paparan asap selama periode pencemaran berlangsung.
Warga, terutama anak-anak dan lansia, disarankan menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat juga diminta menghindari olahraga atau aktivitas fisik berat di luar ruangan saat konsentrasi asap meningkat.
Warga Diminta Waspada, Jendela Rumah Ditutup
Untuk mengurangi dampak kabut asap, DNMG mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat.
Warga diminta menutup pintu dan jendela ketika asap atau partikel polutan berada pada konsentrasi tinggi.
Masyarakat juga diminta menghindari pembakaran sampah, terutama di sekitar tempat tinggal anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Kebiasaan membakar sampah dapat menambah sumber pencemaran ketika kualitas udara sudah memburuk.
Selain menggunakan masker penyaring yang sesuai, warga dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari ketika paparan asap perlu diwaspadai.
Jika mengalami kesulitan bernapas atau gejala kesehatan yang mengkhawatirkan, masyarakat diminta segera mencari bantuan medis.
DNMG meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai cuaca, arah angin, dan kualitas udara di Timor Leste.
Pemantauan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kabut asap dalam beberapa hari mendatang.