Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:58 WIB
Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!
Potret sebagian unit KDMP Tamanmartani. (Suara.com/Irwan Febri)
baca 10 detik
  • Dosen UGM Richo Andi Wibowo mengkritik rencana pemerintah mengalihkan gaji ASN ke koperasi pada 16 Oktober 2026.
  • Kebijakan tersebut dinilai berisiko memicu kekacauan karena tata kelola dan kesiapan operasional koperasi masih bermasalah.
  • Penunjukan badan hukum privat untuk mengelola keuangan negara berpotensi menimbulkan kerancuan serta mengganggu pencairan gaji.

Suara.com - Dosen Hukum Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Richo Andi Wibowo, mengkritik wacana pemerintah mengalihkan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dari perbankan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ia menilai kebijakan tersebut berisiko memicu kekacauan karena tata kelola koperasi dinilai belum siap.

"Potensi chaos-nya sangat-sangat tinggi dan seperti sebagaimana program prioritas pemerintah yang lain-lain, mau MBG, mau Kopdes Merah Putih," kata Richo kepada Suara.com, Jumat (16/10/2026).

Richo menyoroti kesiapan operasional KDMP yang menurutnya masih bermasalah. Bahkan, penempatan manajer koperasi disebut belum tuntas.

"Itu bahkan manajernya saja masih pada antre untuk ditempatkan. Dari situ saja sudah kelihatan bagaimana keteterannya tata kelola yang ada dalam desain Koperasi Desa Merah Putih gitu," ujarnya.

Ia khawatir, pemberian tanggung jawab pengelolaan dana penggajian ASN kepada koperasi yang belum siap dapat mengganggu pencairan gaji.

Jika tata kelola arus kas bermasalah, ASN berisiko terlambat menerima gaji atau tidak memperoleh hak finansialnya tepat waktu.

"Nanti jangan sampai hasilnya adalah karena tata kelola yang bermasalah ini hasilnya adalah orang yang harusnya terima gaji enggak jadi terima gaji, itu bahaya," ucapnya.

Selain kesiapan operasional, Richo mempersoalkan dasar hukum penunjukan KDMP untuk mengelola pembayaran gaji ASN.

baca juga

Menurut dia, koperasi merupakan badan hukum privat, sehingga pemberian fungsi publik berpotensi menimbulkan benturan hukum dan kerancuan dalam pengelolaan keuangan negara.

Ia pun meminta pemerintah tidak menambah persoalan baru melalui kebijakan tersebut dan memprioritaskan urusan publik yang lebih mendasar.

"Jadi sudahlah, cukuplah menambah masalah buat masyarakat. Fokuskan saja pemerintah untuk hal-hal yang lebih primer," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Guru Besar UGM soal Karhutla: Jujur Saja, Kita Tak Mampu Tangani Sendiri!

Guru Besar UGM soal Karhutla: Jujur Saja, Kita Tak Mampu Tangani Sendiri!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Berapa Gaji Gubernur Bali Wayan Koster? Viral Diamuk Pegawai SPBU yang Burnout

Berapa Gaji Gubernur Bali Wayan Koster? Viral Diamuk Pegawai SPBU yang Burnout

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Terkini

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Pospera Terima 6.000 Aduan Soal Desil Bansos, Banyak Warga Merasa Data Meleset dari Kondisi Riil

Pospera Terima 6.000 Aduan Soal Desil Bansos, Banyak Warga Merasa Data Meleset dari Kondisi Riil

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:22 WIB

×