Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:35 WIB
Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet
Ilustrasi ASN terima gaji ke-13 (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Ekonom UGM Amirullah Setya Hardi menilai wacana penyaluran gaji ASN lewat koperasi desa pada 16 Oktober 2026 tidak memiliki urgensi jelas.
  • Kebijakan tersebut dinilai dapat memicu inefisiensi birokrasi, merugikan perbankan nasional, serta membebani pegawai negeri karena keterbatasan infrastruktur koperasi.
  • Pemerintah diminta tidak tergesa-gesa menerapkan kebijakan tanpa perhitungan mendalam dan evaluasi ketat terkait risiko teknis pengawasan transaksi keuangan.

Suara.com - Wacana penyaluran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai berpotensi menambah kerumitan birokrasi dan memicu inefisiensi.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Amirullah Setya Hardi, menilai rencana tersebut belum memiliki urgensi yang jelas. Terlebih mekanisme penyaluran dan kesiapan infrastruktur koperasi belum dipastikan.

"Ya bagi saya nggak ada (urgensinya) wong selama ini gak ada kopdes pun gaji tetap jalan kok. Apakah kemudian dengan adanya kopdes itu menjadi semakin lebih baik, kan nggak," kata Amir saat dihubungi Suara.com, Jumat (16/10/2026).

Kebijakan yang tengah dijajaki Kementerian Koperasi bersama kementerian/lembaga terkait ini dinilai memaksakan alur distribusi baru yang berpotensi merugikan sistem perbankan nasional serta membebani para pegawai negeri.

Menurut Amir, skema distribusi pencairan gaji yang berjalan melalui perbankan nasional selama ini sudah sangat andal dan efisien. Sehingga perubahan skema hanya akan menciptakan kerumitan baru di lapangan.

"Kalau sudah bisa efektif ngapain kita jadi inefisien gara-gara kebijakan ini," tegasnya.

Amirullah menyoroti minimnya sarana pendukung teknologi dan kapasitas tata kelola di tingkat koperasi desa jika harus memproses perputaran dana bernilai puluhan triliun rupiah setiap bulannya. Keterbatasan fasilitas tersebut dinilai sangat berisiko terhadap kelancaran dan keamanan hak para pegawai.

"Ya mestinya infrastruktur harus dipikirkan juga. Infrastruktur itu saya kira tadi ya, gimana caranya transfer, pakai alat apa, pakai mesinnya siapa. Kalau ternyata masih pakai mesin yang bersangkutan ya ngapain harus lewas itu (KDMP), kan berarti nambah jalur baru dalam distribusi itu," tandasnya.

Keputusan untuk mendorong kebijakan ini tampak seperti dipaksakan dalam tempo singkat tanpa perhitungan mendalam mengenai risiko teknis penarikan maupun pengawasan transaksinya.

baca juga

"Jadi ya boleh lah kita ngomong mengembangkan kopdes, cuma kan harus terukur. Nah ini kesannya kayak tergesa-gesa gitu. Nah tergesa-gesa biasannya banyak mudharatnya," ucapnya.

Ketiadaan persiapan teknis yang matang di tingkat akar rumput diprediksi bakal memicu imbas berantai.

Mulai dari isu potensi pemotongan wajib belanja hingga penurunan likuiditas dana murah current account saving account (CASA) pada perbankan nasional.

Penataan skema keuangan negara yang melibatkan jutaan pegawai aparatur sipil negara membutuhkan tahapan evaluasi ketat serta kepastian regulasi pengawasan yang jelas.

Amir meminta pemerintah tidak gegabah mengambil keputusan hanya demi memberikan lintasan transaksi dana secara sporadis kepada KDMP.

"Masih banyak hal yang yang perlu dipertimbangkan dan yang kedua kalaupun memang pertimbangannya matang, masih perlu waktu untuk mempersiapkan. Itu butuh waktu yang cukup lama, tidak bisa tergesa-gesa," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Gaji PNS Bisa Telat Jika Dibayar dari KDMP, Bank Daerah Ikut Terancam

Gaji PNS Bisa Telat Jika Dibayar dari KDMP, Bank Daerah Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:16 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Viral Truk Kopdes Angkut Bibit Sawit Lewat Kabut Asap Kebakaran Hutan

Viral Truk Kopdes Angkut Bibit Sawit Lewat Kabut Asap Kebakaran Hutan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih

Ekonomi Lokal Terancam Mati Usai Dana Desa Dipotong Rp 34,57 T buat Kopdes Merah Putih

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Kopdes Dapat Perlakuan Istimewa dari Bulog, Pembelian Beras Tak Terbatas

Kopdes Dapat Perlakuan Istimewa dari Bulog, Pembelian Beras Tak Terbatas

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Viral Mobil MBG vs Motor Kopdes Tabrakan, Netizen: Duit Pajakku Jangan Beratem

Viral Mobil MBG vs Motor Kopdes Tabrakan, Netizen: Duit Pajakku Jangan Beratem

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Terkini

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

IHSG Kebakaran Hari Ini, Anjlok 11,57% ke Level 5.185

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:47 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026, Cukup Bayar Rp5.000!

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:46 WIB

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

BRImo Hadirkan Promo Tiket ARTSUBS 2026 Rp5.000, Saatnya Jelajahi Seni Kontemporer

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Lawan Dehidrasi! 4 Barrier Sunscreen Lokal Buat Kulit Kering Tetap Lembap

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

Penantian Panjang Warga Jakarta Berakhir, Masjid Apung Ancol Resmi Berdiri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Persija Terseret Insiden Bus Persib U-18, Ferry Paulus Dukung Erick Thohir soal Pengurangan Poin

Persija Terseret Insiden Bus Persib U-18, Ferry Paulus Dukung Erick Thohir soal Pengurangan Poin

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Minim Urgensi, Ekonom UGM: Cuma Bikin Ruwet

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Vicky Prasetyo Sentil Artis dan Influencer yang Diam soal Karhutla: Kalau Flexing Jari Kalian Lincah

Vicky Prasetyo Sentil Artis dan Influencer yang Diam soal Karhutla: Kalau Flexing Jari Kalian Lincah

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR

Soal Hak Angket Polemik Ijazah Gibran, Jokowi: Itu Hak Konstitusional Partai Politik di DPR

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Petaka Ritual Healing yang Menghancurkan Persahabatan di Film Hasut

Petaka Ritual Healing yang Menghancurkan Persahabatan di Film Hasut

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:30 WIB

×