Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK

Ruth Meliana, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:15 WIB
Kontroversi Suharyanto Eks Kepala BNPB, Terbaru Terseret Isu Sang Adik Kena OTT KPK
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (Kiri) [Antara]
baca 10 detik
  • Deretan kontroversi Letjen Suharyanto berujung pada pencopotan jabatannya dari BNPB.

  • Salah satu kontroversi Letjen Suharyanto adalah melontarkan ucapan nirempati soal bencana.

  • Adik Suharyanto terseret kasus OTT KPK penanganan dana kebencanaan nasional.

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Letnan Jenderal TNI Suharyanto dari jabatannya sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (15/10/2026) menjadi puncak dari rentetan prahara yang menyelimuti jenderal bintang tiga tersebut.

Posisi Suharyanto kini digantikan oleh Letjen TNI Kristomei Sianturi lewat Keppres Nomor 113/P Tahun 2026 bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri.

Sebelum akhirnya lengser di tengah pengusutan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Suharyanto sudah berulang kali menuai sorotan tajam publik.

Mulai dari pernyataan blunder saat bencana melanda, kepergok jalan-jalan di pusat perbelanjaan, hingga skandal korupsi dana kebencanaan yang menyeret adik kandungnya sendiri.

Berikut sederet kontroversi Letjen TNI Suharyanto sebelum akhirnya resmi ditendang dari kursi nomor satu BNPB:

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto. (tangkap layar/ ist)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto. (tangkap layar/ ist)

1. Sebut Bencana Sumatera Cuma Mencekam di Medsos

Pada akhir November 2025, Suharyanto memicu amarah publik tatkala menolak menetapkan status darurat bencana nasional untuk peristiwa banjir bandang dan longsor besar yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera.

Dalam konferensi pers pada 28 November 2025, ia berdalih bencana tersebut masih berskala daerah provinsi.

Ia bahkan membandingkannya dengan musibah besar masa lalu, seperti Tsunami Aceh 2004 dan pandemi Covid-19, yang dinilai memiliki jumlah korban jiwa jauh lebih masif.

baca juga

Pernyataan yang dinilai nir-empati keluar saat Suharyanto menyebut suasana mencekam bencana Sumatera lebih dipicu oleh viralnya rekaman di media sosial.

Sontak, ucapannya langsung menuai gelombang kritik pedas, tidak hanya dari warganet tetapi juga dari sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani hingga Hakim Mahkamah Konstitusi Saldi Isra.

2. Viral Terciduk di Mal saat Warga Terjebak Banjir

Tak lama berselang dari pernyataan kontroversialnya soal bencana Sumatera, publik kembali dibuat geram oleh beredarnya sebuah video amatir yang diunggah akun Instagram @sumut_headlines.

Di saat ribuan warga Sumatera bertaruh nyawa menghadapi banjir, Suharyanto justru terekam kamera tengah berjalan santai bersama rombongannya di sebuah pusat perbelanjaan mewah di Kota Medan.

Aksi tersebut menuai cemoohan luas dari netizen yang menilai orang nomor satu di BNPB tidak memiliki kepekaan terhadap penderitaan para korban.

Menanggapi viralnya video itu, Suharyanto sempat berdalih bahwa kedatangannya ke mal
semata-mata hanya untuk membeli pakaian ganti darurat. Namun, klarifikasi tersebut tetap menuai cibiran publik.

3. Prahara Adik Kandung Kena OTT KPK

Kontroversi terbesar sekaligus penutup kariernya di BNPB terjadi pada pertengahan Oktober 2026.

Lembaga antirasuah menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (13/10/2026) terkait dugaan rasuah pengelolaan Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan periode 2024–2026.

Yang paling mencengangkan, KPK menetapkan adik kandung Suharyanto, yakni Bima Setiawan (BMS) yang juga dipekerjakan sebagai Tenaga Ahli BNPB, sebagai tersangka utama.

Bima diduga memanfaatkan pengaruh kakaknya untuk meraup paket proyek kebencanaan, seperti penanganan karhutla hingga banjir melalui skema penunjukan langsung ke perusahaan-perusahaan cangkang miliknya senilai Rp148 miliar.

Uang panas tersebut bahkan disamarkan melalui perusahaan proxy PT Alfa Veritas Energizer (PT AVE) untuk memborong 150,4 juta lembar saham emiten farmasi PT Medela Potentia (MDLA) dengan nilai mencapai Rp30,98 miliar.

4. Ruang Kerja Digeledah dan KPK Gandeng Puspom TNI

Buntut penetapan tersangka sang adik, tim penyidik KPK langsung bergerak cepat menggeledah kantor pusat BNPB, termasuk ruang kerja Letjen Suharyanto pada 14 dan 15 Oktober 2026 untuk menyita tumpukan dokumen dan barang bukti elektronik.

Kasus ini kian memojokkan posisi Suharyanto lantaran KPK mengonfirmasi telah berkoordinasi langsung dengan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sejak penangkapan awal.

Koordinasi ini dilakukan guna mendalami dugaan benturan kepentingan (conflict of interest) yang melibatkan penyelenggara negara sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf i UU Tipikor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Profil Letjen Suharyanto, Eks Kepala BNPB yang Dicopot Prabowo usai Sang Adik Terjaring OTT KPK

Profil Letjen Suharyanto, Eks Kepala BNPB yang Dicopot Prabowo usai Sang Adik Terjaring OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Dapat Surat Keterangan Agenda, KPK Sudah Tahu Nusron Wahid Ada di Luar Negeri

Dapat Surat Keterangan Agenda, KPK Sudah Tahu Nusron Wahid Ada di Luar Negeri

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:17 WIB

KPK Pamer Uang Rp934 Juta dalam Tong Biru dari Rumah Adik Bupati Klaten

KPK Pamer Uang Rp934 Juta dalam Tong Biru dari Rumah Adik Bupati Klaten

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung Kebut Kawasan Industri Katibung Jadi Pusat Kilang Minyak & Hilirisasi

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:35 WIB

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:12 WIB

×