SEMA UGM Surati Sekjen ASEAN, Desak Evaluasi Penanganan Karhutla Pemerintahan Prabowo-Gibran

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:10 WIB
SEMA UGM Surati Sekjen ASEAN, Desak Evaluasi Penanganan Karhutla Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar. [dok. Pemprov Sulbar]
baca 10 detik
  • SEMA UGM menyurati Sekjen ASEAN untuk mendesak penilaian independen terhadap penanganan karhutla Indonesia.
  • Krisis lingkungan di Kalimantan selama empat bulan ini berdampak buruk pada pendidikan, kesehatan, dan hak masyarakat atas udara bersih.
  • SEMA UGM mengkritik pemerintah yang belum menetapkan status bencana nasional serta mengabaikan tawaran bantuan pemadaman dari Malaysia dan Singapura.

Suara.com - Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) mendesak ASEAN melakukan penilaian independen terhadap kepatuhan Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas negara.

Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka yang dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN, H.E. Dr. Kao Kim Hourn, tertanggal 16 Oktober 2026.

Ketua Umum SEMA UGM, Mesa Syafitra, menyatakan krisis karhutla di Kalimantan telah berlangsung selama sekitar empat bulan.

Ia menyoroti dampak sistemik krisis lingkungan ini yang secara nyata telah merenggut hak-hak dasar masyarakat di kawasan terdampak.

Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu pagi, 7 Oktober 2026. Foto: Abriansyah Liberto/Greenpeace
Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu pagi, 7 Oktober 2026. Foto: Abriansyah Liberto/Greenpeace

"Krisis ini telah mengganggu pendidikan anak-anak, mengancam kesehatan masyarakat, dan memaksa warga memperjuangkan sendiri haknya atas udara bersih," kata Mesa dalam keterangan yang diterima Suara.com, Sabtu (17/10/2026).

SEMA UGM menyoroti keputusan pemerintah yang belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Padahal kebakaran berlangsung berbulan-bulan dan dampaknya meluas hingga negara tetangga.

Organisasi mahasiswa itu turut menyinggung tawaran bantuan pemadaman dari Malaysia dan Singapura yang, kata Mesa, bahkan tidak dibahas dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto pada 12 Oktober 2026.

Bagi SEMA UGM, situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas pemerintah dalam mengerahkan sumber daya untuk menangani bencana.

Mereka menilai penerimaan bantuan regional dan mobilisasi nasional perlu dipertimbangkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

baca juga

"Bagi kami, persoalannya bukan apakah pemerintah ingin terlihat mampu, melainkan apakah seluruh sumber daya yang tersedia telah digunakan untuk menyelamatkan rakyat," ujarnya.

SEMA UGM turut menyoroti langkah hukum warga Kalimantan Barat yang menggugat Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan sejumlah pejabat terkait melalui gugatan perwakilan kelompok.

Gugatan tersebut berkaitan dengan dugaan kelalaian dalam mencegah dan menangani karhutla.

Dalam suratnya, SEMA UGM mempertanyakan kepatuhan Indonesia terhadap ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution atau Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas.

Perjanjian tersebut mencakup kewajiban negara anggota untuk memantau wilayah rawan kebakaran, mengambil tindakan pengendalian, mencegah aktivitas penyebab asap lintas batas, serta bertukar informasi dan bekerja sama dalam mitigasi regional.

SEMA UGM meminta ASEAN tidak berhenti pada komunikasi diplomatik antarpemerintah. Mereka mendesak organisasi kawasan itu menilai kepatuhan Indonesia secara independen dan terbuka, menekan pemerintahan Prabowo-Gibran agar menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, serta mendorong penerimaan bantuan regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SMRC: Mayoritas Pemilih Gerindra Tidak Pilih Prabowo di Simulasi Pilpres, Justru Pilih Calon Lain

SMRC: Mayoritas Pemilih Gerindra Tidak Pilih Prabowo di Simulasi Pilpres, Justru Pilih Calon Lain

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Rilis Terbaru SMRC soal Capres: Dedi Mulyadi Unggul 35,5 Persen, Elektabilitas Prabowo Terjun Bebas

Rilis Terbaru SMRC soal Capres: Dedi Mulyadi Unggul 35,5 Persen, Elektabilitas Prabowo Terjun Bebas

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Profil Sho Shibuya, Seniman Jepang Gambar Karhutla Indonesia di Cover The New York Times

Profil Sho Shibuya, Seniman Jepang Gambar Karhutla Indonesia di Cover The New York Times

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH

Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH

Bali | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Gunung Semeru 3 Kali Erupsi Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1 Kilometer

Gunung Semeru 3 Kali Erupsi Hari Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1 Kilometer

Jatim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:11 WIB

SEMA UGM Surati Sekjen ASEAN, Desak Evaluasi Penanganan Karhutla Pemerintahan Prabowo-Gibran

SEMA UGM Surati Sekjen ASEAN, Desak Evaluasi Penanganan Karhutla Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:10 WIB

3 Pilihan HP Infinix RAM 12 GB Terbaik untuk Multitasking dan Gaming Berat

3 Pilihan HP Infinix RAM 12 GB Terbaik untuk Multitasking dan Gaming Berat

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:08 WIB

AFC Bikin Publik Geleng Kepala, FAM Masuk Nominasi Federasi Terbaik Asia, PSSI Absen

AFC Bikin Publik Geleng Kepala, FAM Masuk Nominasi Federasi Terbaik Asia, PSSI Absen

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Investasi Migas Triliunan Rupiah Masuk Bali, Siap Mandiri Listrik dari Jawa?

Investasi Migas Triliunan Rupiah Masuk Bali, Siap Mandiri Listrik dari Jawa?

Bali | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya

Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Ancaman Penggusuran dan Teror Arwah Seram di Film Warga Rusun 609

Ancaman Penggusuran dan Teror Arwah Seram di Film Warga Rusun 609

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Gaji ASN Mau Ditransfer via KDMP? Guru Besar: Kopdes Gak Perlu Ngurusin Gaji, Malah Nambah Masalah!

Gaji ASN Mau Ditransfer via KDMP? Guru Besar: Kopdes Gak Perlu Ngurusin Gaji, Malah Nambah Masalah!

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Dari Sampah Jadi Cuan: Mengintip Potensi UMKM Berbasis Ekonomi Hijau di Indonesia

Dari Sampah Jadi Cuan: Mengintip Potensi UMKM Berbasis Ekonomi Hijau di Indonesia

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:50 WIB

×