Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit

Bangun Santoso

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:01 WIB
Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit
Ilustrasi Kebakaran Hutan (Pexels/K)
baca 10 detik
  • Anggota DPR Irma Suryani mendesak penegakan hukum pidana bagi pembakar lahan untuk perkebunan sawit.
  • Kabut asap karhutla di Kalimantan dan Sumatra pada Oktober 2026 menurunkan kualitas udara serta melumpuhkan ekonomi.
  • Kemenkes diminta segera menetapkan Status Kejadian Luar Biasa guna menjamin pengobatan gratis korban terdampak.

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, melontarkan kritik tajam terkait bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Pulau Kalimantan dan Sumatra.

Ia menekankan bahwa penanganan peristiwa kebakaran ini tidak bisa lagi disikapi sebagai bencana rutin tahunan, melainkan memerlukan tindakan konkret dan pertanggungjawaban hukum yang mengikat.

Menurut Irma, indikasi pembakaran lahan secara sengaja untuk kepentingan pembukaan perkebunan perlu ditindaklanjuti secara pidana oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Pemerintah di tingkat pusat maupun pemerintah daerah dinilai harus berani mengambil sikap tegas terhadap pihak-pihak yang memicu krisis lingkungan tersebut.

"Saya kan sudah bicara ke pemerintah melalui pemda dan kementerian, ini bukan fenomena alam, ini bencana yang dibuat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Harusnya sudah ada yang dimintai pertanggung jawaban jika benar habis di bakar lalu lahan ditanami sawit," tegas Irma kepada wartawan, Sabtu (17/10/2026).

Kondisi kabut asap tebal akibat karhutla di berbagai titik di luar Pulau Jawa dilaporkan kian memperburuk kualitas udara hingga ke level berbahaya.

Paparan partikulat polusi tersebut dinilai mengancam keselamatan warga secara luas serta melumpuhkan mobilitas harian publik di kota-kota terdampak.

Irma menyoroti bagaimana perubahan visual langit yang diselimuti kabut pekat menjadi tanda nyata parahnya bahaya ekologis dan krisis kesehatan yang sedang berlangsung di lapangan.

"Lihat udara dan langit kalimantan, sumatera, dll wilayah Sudah memerah dan ke kuningan akibat asap. Lalu bagaimana nasib masyarakat terdampak ispa, diare, sakit mata dan aktifitas ekonomi yang terhambat," ujarnya.

baca juga

Ancaman lonjakan penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga gangguan pencernaan kini menjadi beban baru bagi masyarakat di kawasan bencana.

Di sisi lain, pembatasan ruang gerak luar ruangan membuat denyut perdagangan dan perputaran ekonomi lokal ikut mengalami penurunan.

Melihat situasi genting di sektor kesehatan, Irma secara khusus meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bergerak cepat menerapkan langkah darurat.

Sorotan ini terkait erat dengan hambatan administratif yang dialami sebagian kelompok masyarakat rentan dalam mengakses layanan fasilitas kesehatan.

Permasalahan kepesertaan jaminan kesehatan, khususnya penonaktifan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di sejumlah daerah, dikhawatirkan membuat warga miskin yang jatuh sakit akibat kabut asap tidak tertangani secara optimal.

"Ini kan korban terdampak karhutla sudah mengkhawatirkan, kesehatan mereka siapa yang jamin? Kita kan tau penerima bantuan iuran BPJS kesehatan banyak yang dinonaktifkan, baik dari pusat maupun daerah oleh Pemda, jika kemenkes tidak segera menjadikan kasus ini sebagai KLB lalu bagaimana nasib masyarakat terdampak," lanjutnya.

Penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dinilai dapat menjadi dasar hukum bagi pemerintah untuk membebaskan biaya penanganan medis bagi seluruh korban terdampak kabut asap, sekaligus memastikan suplai obat-obatan, oksigen, dan fasilitas evakuasi medis darurat tersedia langsung di titik-titik krisis.

Legislator dari Komisi IX ini menggarisbawahi perlunya akuntabilitas menyeluruh lintas kementerian dan lembaga daerah agar dampak kerugian ekologis, fisik, dan ekonomi warga tidak berlalu tanpa konsekuensi hukum.

"Kan harus ada yang bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan dampak karhutla ini dong," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Synchronize Fest 2026: Barasuara dan Penonton Bersatu Suarakan Isu Karhutla

Synchronize Fest 2026: Barasuara dan Penonton Bersatu Suarakan Isu Karhutla

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:40 WIB

WALHI Desak Penegakan Hukum Karhutla Tak Hanya Sasar Pelaku Lapangan

WALHI Desak Penegakan Hukum Karhutla Tak Hanya Sasar Pelaku Lapangan

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Band Dongker Ucapkan Ultah ke Presiden Prabowo dengan Sindiran Menohok: Tiup Hutannya

Band Dongker Ucapkan Ultah ke Presiden Prabowo dengan Sindiran Menohok: Tiup Hutannya

Entertainment | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Terkini

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Persija Dikalahkan Persita, Singgung Mental Bertarung

Shin Tae-yong Blak-blakan Usai Persija Dikalahkan Persita, Singgung Mental Bertarung

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit

Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:01 WIB

The Little Polka Dot: Kisah Manis tentang Keberanian Menjadi Diri Sendiri

The Little Polka Dot: Kisah Manis tentang Keberanian Menjadi Diri Sendiri

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Apa Perbedaan Utama Fungsi Loose Powder, Setting Powder, dan Finishing Powder dalam Urutan Makeup?

Apa Perbedaan Utama Fungsi Loose Powder, Setting Powder, dan Finishing Powder dalam Urutan Makeup?

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Mayoritas Gen Z dan Milenial Puas Kinerja Prabowo, Bagaimana dengan Lulusan Perguruan Tinggi?

Mayoritas Gen Z dan Milenial Puas Kinerja Prabowo, Bagaimana dengan Lulusan Perguruan Tinggi?

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Cerita Titi Kamal Bisa Tetap Refresh di Sela Syuting The Doll Ghawiah: Main ke Curug dan Hutan

Cerita Titi Kamal Bisa Tetap Refresh di Sela Syuting The Doll Ghawiah: Main ke Curug dan Hutan

Entertainment | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Jam Berapa Sebaiknya Mulai Pakai Sunscreen? Jangan Tunggu Matahari Terik

Jam Berapa Sebaiknya Mulai Pakai Sunscreen? Jangan Tunggu Matahari Terik

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Harga Makanan dan Minuman Olahan Terancam Naik, Stok Bahan Baku Menipis

Harga Makanan dan Minuman Olahan Terancam Naik, Stok Bahan Baku Menipis

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:47 WIB

Kebijakan Publik Bukan Tempat untuk Bereksperimen dengan Nasib Rakyat

Kebijakan Publik Bukan Tempat untuk Bereksperimen dengan Nasib Rakyat

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Gandeng BRI, Pemerintah Resmikan Ribuan Pusat Ekonomi Desa Demi Pangkas Kesenjangan Kota-Desa

Gandeng BRI, Pemerintah Resmikan Ribuan Pusat Ekonomi Desa Demi Pangkas Kesenjangan Kota-Desa

Bri | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:44 WIB

×