Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Soroti Revisi UU TNI hingga Program MBG

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:32 WIB
Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Soroti Revisi UU TNI hingga Program MBG
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Fakultas Hukum UGM, Senin (24/8/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Amnesty International Indonesia memberikan rapor merah terhadap perlindungan hak asasi manusia selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta pada Senin (19/10/2026).
  • Direktur Usman Hamid menyatakan evaluasi tersebut mencakup mandeknya penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu serta meningkatnya pelibatan aparat keamanan.
  • Lembaga ini menyoroti pembentukan kebijakan strategis tanpa partisipasi publik yang bermakna serta dampak berbagai proyek ekonomi terhadap masyarakat.

Suara.com - Amnesty International Indonesia memberikan rapor merah terhadap pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, evaluasi tersebut mencakup mandeknya penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu, memburuknya perlindungan ruang sipil, hingga meningkatnya pelibatan aparat keamanan dalam urusan sipil.

Penilaian itu didasarkan pada pemantauan Amnesty selama periode 20 Oktober 2024 hingga 19 Oktober 2026.

"Juga dilengkapi dengan verifikasi temuan dari lembaga negara termasuk Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan sejumlah organisasi-organisasi masyarakat sipil lainnya," kata Usman dalam konferensi pers rapor dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Amnesty menyoroti tiga faktor yang dinilai memengaruhi kondisi HAM selama periode tersebut.

Pertama, pembuatan kebijakan dan legislasi strategis yang dinilai tidak melibatkan partisipasi publik secara bermakna dan tidak memprioritaskan HAM. Kedua, perluasan jabatan dan proyek sipil bagi TNI dan Polri yang dinilai melemahkan sistem karier aparatur sipil negara (ASN) dan perlindungan HAM.

Ketiga, penggunaan narasi negatif oleh pejabat publik untuk mendelegitimasi kritik. Amnesty menilai pola tersebut berkontribusi terhadap penyempitan ruang sipil dan meningkatnya risiko bagi pembela HAM.

Amnesty juga mengevaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran melalui dua indikator utama, yakni politik dan ekonomi.

Soroti Revisi UU TNI hingga Penulisan Ulang Sejarah

baca juga

Pada indikator politik, Amnesty menyoroti penulisan ulang sejarah dan pemberian status pahlawan nasional kepada Soeharto yang, menurut lembaga tersebut, menghapus sejarah pelanggaran HAM berat masa lalu.

Amnesty juga menyoroti pendirian ratusan batalion teritorial pembangunan dan komando daerah militer (Kodam) baru, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, pelibatan militer dalam proyek koperasi dan revisi Undang-Undang TNI turut masuk dalam evaluasi. Amnesty juga mengkritik revisi KUHAP, KUHP, dan UU Polri pada 2026 yang dinilai dilakukan tanpa partisipasi publik yang bermakna.

Menurut Amnesty, rangkaian kebijakan tersebut menjadi bagian dari persoalan politik yang disoroti dalam rapor dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Program MBG dan Koperasi Desa Ikut Disorot

Pada indikator ekonomi, Amnesty menyoroti meningkatnya pengaruh kepentingan ekonomi-politik yang berdampak terhadap perlindungan hak masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Saiful Mujani Sebut Prabowo-Gibran Tak Akan Dipilih Lagi jika Pemilu Digelar Sekarang

Saiful Mujani Sebut Prabowo-Gibran Tak Akan Dipilih Lagi jika Pemilu Digelar Sekarang

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Amnesty Soroti Cara Prabowo Merespons Kritik, Aktivis Disebut Antek Asing hingga Teroris

Amnesty Soroti Cara Prabowo Merespons Kritik, Aktivis Disebut Antek Asing hingga Teroris

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Terkini

857 Km Jarak Prabowo dengan Gibran: RI 1 Rapat Kabinet, Gibran Sibuk Sendiri di Pesantren

857 Km Jarak Prabowo dengan Gibran: RI 1 Rapat Kabinet, Gibran Sibuk Sendiri di Pesantren

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:31 WIB

What I Talk About When I Talk About Running: Pelajaran tentang Disiplin dan Ketekunan

What I Talk About When I Talk About Running: Pelajaran tentang Disiplin dan Ketekunan

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Gaji Pas-pasan Tapi Dituntut Mapan di Usia 25? Jangan Insecure, Pahami Rahasia Compounding Interest

Gaji Pas-pasan Tapi Dituntut Mapan di Usia 25? Jangan Insecure, Pahami Rahasia Compounding Interest

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Guterres dan Menlu Arrmanatha Bertemu di Kemlu, Bahas Tantangan Global

Guterres dan Menlu Arrmanatha Bertemu di Kemlu, Bahas Tantangan Global

Foto | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Suporter Mulai Ramai Protes Karhutla, Bonek dan Bobotoh Terdepan

Suporter Mulai Ramai Protes Karhutla, Bonek dan Bobotoh Terdepan

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Airlangga Ungkap Kenapa Ekonomi Vietnam Tumbuh Cepat, Singgung RI Pernah Tolak Industri Elektronik

Airlangga Ungkap Kenapa Ekonomi Vietnam Tumbuh Cepat, Singgung RI Pernah Tolak Industri Elektronik

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Setelah Malaysia, Singapura Juga Siapkan Bantuan untuk Atasi Karhutla di Indonesia

Setelah Malaysia, Singapura Juga Siapkan Bantuan untuk Atasi Karhutla di Indonesia

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:22 WIB

350 Hari Streak, Masih Kaku Ngobrol Bahasa Inggris? Coba 5 Cara Ini

350 Hari Streak, Masih Kaku Ngobrol Bahasa Inggris? Coba 5 Cara Ini

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?

Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?

Sumsel | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

Kapolri Ungkap Ada Pihak Asing Terlibat Karhutla, Negara Tetangga Ikut Disorot

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×