Dua Tahun Prabowo-Gibran: Perempuan di Aceh dan Papua Makin Rentan Akibat TNI

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Senin, 19 Oktober 2026 | 19:30 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Perempuan di Aceh dan Papua Makin Rentan Akibat TNI
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Fakultas Hukum UGM, Senin (24/8/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Amnesty International menyoroti kerentanan perempuan dan minimnya kebijakan responsif gender dalam evaluasi pemerintahan di Jakarta, Senin (19/10/2026).
  • Usman Hamid menyatakan perluasan peran TNI dan pembangunan aparat di Aceh berpotensi memicu trauma serta mengancam perempuan.
  • Data Disdukcapil 2026 menunjukkan Orang Asli Papua menjadi minoritas dengan rasio satu jiwa berbanding lima personel militer.

Suara.com - Amnesty International Indonesia menyoroti kerentanan perempuan di Aceh hingga persoalan kemanusiaan di Papua dalam rapor dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, perempuan menghadapi kerentanan berlapis, mulai dari dampak konflik masa lalu, kekerasan berbasis gender terhadap pembela hak asasi manusia (HAM), hingga kebutuhan khusus dalam situasi bencana.

Di Aceh, menurut Usman, perempuan penyintas konflik masih membutuhkan pemulihan yang mencakup pengakuan, reparasi, serta layanan kesehatan dan psikososial.

Sementara itu, perempuan pembela HAM menghadapi ancaman kekerasan berbasis gender.

Dalam situasi bencana, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas juga membutuhkan perlindungan khusus, termasuk akses terhadap keamanan, kesehatan reproduksi, privasi, dan sanitasi.

Namun, Usman menilai kebijakan pemerintah belum cukup responsif terhadap kebutuhan tersebut.

“Sayangnya, kebijakan-kebijakan pemerintah masih belum responsif gender,” kata Usman dalam konferensi pers rapor dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Usman juga menyoroti perluasan peran TNI di Aceh yang menurutnya perlu mempertimbangkan sejarah konflik di wilayah tersebut.

Ia mengingatkan bahwa nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki 2005 menegaskan pengurangan kehadiran militer non-organik di Aceh.

baca juga

Menurut Usman, perluasan peran militer berpotensi memunculkan kembali trauma masyarakat yang pernah mengalami konflik.

“Di Aceh, perluasan peran TNI harus dilihat dengan sensitivitas sejarah. MoU Helsinki 2005 menegaskan pengurangan militer non-organik. Perluasan militer berpotensi membawa trauma,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pembangunan yang melibatkan aparat, termasuk pembangunan barak dan kebun.

Menurut dia, kebijakan semacam itu berisiko berdampak pada perempuan, terutama terkait kepemilikan tanah adat dan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi.

“Ketika pembangunan didefinisikan sebagai barak dan kebun aparat, perempuan menjadi korban pertama. Mereka kehilangan tanah adat dan layanan kesehatan reproduksi,” kata Usman.

Amnesty Soroti Jumlah Orang Asli Papua

Selain Aceh, Usman menyoroti kondisi Orang Asli Papua (OAP) yang disebutnya menjadi minoritas di tanahnya sendiri.

Ia merujuk data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) se-Tanah Papua yang mencatat jumlah OAP pada 2026 sebanyak 2.283.703 jiwa atau 39,4 persen dari total penduduk 5.797.499 jiwa. Sementara itu, penduduk non-OAP tercatat mencapai 60,6 persen.

Usman juga menyinggung jumlah personel TNI Angkatan Darat non-organik di Papua yang disebut mencapai 15.980 personel berdasarkan laporan media.

Jumlah tersebut terdiri dari 11.480 personel di sektor timur, 1.800 personel di sektor selatan, 1.800 personel di sektor utara, dan 900 personel di sektor barat. Angka tersebut belum termasuk personel organik TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Polri, serta unsur BIN dan BAIS.1

“Artinya, satu jiwa OAP berbanding lima personel. Ini artinya Papua kembali menjadi Daerah Operasi Militer,” ujar Usman.

Dalam menyikapi situasi tersebut, Amnesty Internasional mendesak perlunya ada ruang dialog kemanusiaan di Papua. Serta pemerintah diminta menghormati MoU Helsinki di Aceh dan hentikan pendekatan militeristik terhadap ruang hidup warga terutama petani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ini Kasus Korupsi yang Dinilai Berdampak pada HAM

Rapor 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ini Kasus Korupsi yang Dinilai Berdampak pada HAM

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Soroti Revisi UU TNI hingga Program MBG

Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Soroti Revisi UU TNI hingga Program MBG

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:32 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Saiful Mujani Sebut Prabowo-Gibran Tak Akan Dipilih Lagi jika Pemilu Digelar Sekarang

Saiful Mujani Sebut Prabowo-Gibran Tak Akan Dipilih Lagi jika Pemilu Digelar Sekarang

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:43 WIB

Amnesty Soroti Cara Prabowo Merespons Kritik, Aktivis Disebut Antek Asing hingga Teroris

Amnesty Soroti Cara Prabowo Merespons Kritik, Aktivis Disebut Antek Asing hingga Teroris

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Bivitri Susanti: Ikan Busuk dari Kepala

Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Bivitri Susanti: Ikan Busuk dari Kepala

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Dian Kharisma, Perempuan di Balik Panggung Tanpa Sekat yang Membuka Peluang bagi Anak-Anak

Dian Kharisma, Perempuan di Balik Panggung Tanpa Sekat yang Membuka Peluang bagi Anak-Anak

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Terkini

Gaji Baru Masuk, Rencana Menabung Langsung Kalah oleh Keinginan: Relate?

Gaji Baru Masuk, Rencana Menabung Langsung Kalah oleh Keinginan: Relate?

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

Singapura Tambah 3 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla: Total Ada 10, Ini Daftar Lengkapnya

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Menikmati Wisata Thailand Tanpa Harus Terbang ke Bangkok, Kuliner dan Budayanya Jadi Daya Tarik!

Menikmati Wisata Thailand Tanpa Harus Terbang ke Bangkok, Kuliner dan Budayanya Jadi Daya Tarik!

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Danantara Akan Kumpulkan Bos Perusahaan Teknologi Ternama

Danantara Akan Kumpulkan Bos Perusahaan Teknologi Ternama

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Investasi Masuk Tapi Pengangguran Indonesia Menumpuk, Ekonom UGM Ungkap Masalahnya

Investasi Masuk Tapi Pengangguran Indonesia Menumpuk, Ekonom UGM Ungkap Masalahnya

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Bedanya Viva Compact Powder Orange vs Lilac, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Anda?

Bedanya Viva Compact Powder Orange vs Lilac, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Anda?

Lifestyle | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Tak Cuma Umumkan Nama, Status Afiliasi Pemegang Saham 1% Ikut Dibuka

Tak Cuma Umumkan Nama, Status Afiliasi Pemegang Saham 1% Ikut Dibuka

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:21 WIB

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

Kabut Asap Karhutla Tak Terkendali, Adaptasi Jadi Dalih Kegagalan Negara?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Saham Big Bank BUMN Mulai Melawan MSCI

Saham Big Bank BUMN Mulai Melawan MSCI

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:15 WIB

×