Riset Greenpeace Indonesia: Krisis Iklim Hancurkan Daya Beli Pekerja

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:12 WIB
Riset Greenpeace Indonesia: Krisis Iklim Hancurkan Daya Beli Pekerja
Riset Greenpeace ungkap krisis iklim hancurkan daya beli pekerja dan naikan biaya hidup.
baca 10 detik
  • Riset Greenpeace menunjukkan krisis iklim menghancurkan penghasilan dan menggerus daya beli pekerja Indonesia.

  • Pertumbuhan ekonomi tinggi yang diklaim pemerintah tidak dirasakan oleh masyarakat kelas bawah.

  • Rakyat menanggung sendiri beban kenaikan biaya hidup akibat dampak bencana dan krisis iklim.

Pemerintah sebelumnya membanggakan angka pertumbuhan ekonomi tinggi pada paruh pertama 2026. Klaim tersebut langsung mendapat bantahan keras dari aktivis lingkungan.

“Presiden mengklaim bahwa angka ini adalah angka pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir, tetapi siapa yang benar-benar menikmati hasilnya? Karena faktanya pertumbuhan ini tidak dirasakan oleh masyarakat,” kata Atha Rasyadi, Ketua Tim Kampanye Sosial & Ekonomi Greenpeace Indonesia.

Eksploitasi alam yang masif demi pertumbuhan ekonomi hanya memperkaya pihak tertentu. Sementara itu, rakyat kecil dipaksa menanggung seluruh kerugian akibat kerusakan lingkungan.

“Ketika pemerintah terus membanggakan angka pertumbuhan, mengorbankan lingkungan secara serampangan, yang pada akhirnya masyarakat justru harus menanggung semua dampaknya. Kita tidak bisa terus diam ketika pertumbuhan ekonomi hanya memperkaya segelintir orang apalagi dengan eksploitasi alam secara serakah, sementara masyarakat dipaksa berjuang sendiri untuk bertahan hidup,” jelas Atha.

Masyarakat terpaksa memutar otak untuk bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi yang kian mencekik. Berbagai strategi penghematan ketat diterapkan oleh jutaan rumah tangga.

Sebanyak 57,34 persen responden memangkas pengeluaran non-esensial demi menghemat anggaran bulanan. Mereka harus merelakan berbagai kebutuhan sekunder demi mencukupi kebutuhan pokok.

Warga juga beralih menanam bahan pangan sendiri di pekarangan rumah untuk memangkas biaya dapur. Langkah ini diambil guna menutupi defisit keuangan keluarga.

Pekerjaan sampingan turut dilakoni demi mendongkrak pemasukan di tengah inflasi yang tinggi. Kemandirian pangan skala kecil juga dikembangkan sebagian warga sebagai pelindung ekonomi.

Beban ganda harus dipikul warga ketika bencana iklim datang merusak tempat tinggal mereka. Biaya hidup melambung tinggi sementara akses kesehatan dan pendidikan terancam.

baca juga

Situasi makin parah karena anggaran negara justru terserap ke program lain yang memicu inflasi pangan. Anggaran penanggulangan bencana justru dipangkas saat negeri ini dikepung musibah.

“Temuan dan rekomendasi dalam riset Besok Harga Naik! dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan iklim yang berpihak pada masyarakat. Pemerintah tidak bisa hanya membangkakan angka pertumbuhan ekonomi, ketika masyarakat masih harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar dan menanggung sendiri dampak krisis iklim. Kalau rakyat harus menanggung sendiri dampak krisis iklim dan bencana yang berakibat pada kenaikan biaya hidup, lalu apa kerja pemerintah?” tutup Jeanny.

Krisis iklim di Indonesia berakar dari akumulasi kerusakan lingkungan akibat kebijakan ekstraktif jangka panjang dan lemahnya mitigasi negara. Situasi ini diperparah oleh kerentanan struktural pekerja informal yang tidak memiliki jaring pengaman sosial memadai saat bencana melanda wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Tahun Prabowo-Gibran, Danantara Siapkan Investasi Rp 225 T

2 Tahun Prabowo-Gibran, Danantara Siapkan Investasi Rp 225 T

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:11 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Perluas Layanan Preventif dan Perlindungan Kesehatan

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Perluas Layanan Preventif dan Perlindungan Kesehatan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Poster GreenPeace: Kebakaran Hutan dan Rezim Prabowo adalah Bencana Nasional

Poster GreenPeace: Kebakaran Hutan dan Rezim Prabowo adalah Bencana Nasional

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Riset Greenpeace Indonesia: Krisis Iklim Hancurkan Daya Beli Pekerja

Riset Greenpeace Indonesia: Krisis Iklim Hancurkan Daya Beli Pekerja

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, BRI Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemberdayaan UMKM

Dua Tahun Prabowo-Gibran, BRI Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemberdayaan UMKM

Sumbar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:12 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran, Danantara Siapkan Investasi Rp 225 T

2 Tahun Prabowo-Gibran, Danantara Siapkan Investasi Rp 225 T

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:11 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Perluas Layanan Preventif dan Perlindungan Kesehatan

2 Tahun Prabowo-Gibran: Pemerintah Perluas Layanan Preventif dan Perlindungan Kesehatan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:10 WIB

5 Serum PDRN untuk Memperkuat Skin Barrier dan Kurangi Kerutan, Mulai Rp40 Ribuan

5 Serum PDRN untuk Memperkuat Skin Barrier dan Kurangi Kerutan, Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Sistem Kendali Mutu Jadi Kunci Efisiensi Rantai Pasok Industri Elektronik

Sistem Kendali Mutu Jadi Kunci Efisiensi Rantai Pasok Industri Elektronik

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Profil Bharada Andika, Tersangka Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Tangsel

Profil Bharada Andika, Tersangka Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Tangsel

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Prabowo Genjot Energi, dari B50 hingga Proyek PLTS 100 GW

Prabowo Genjot Energi, dari B50 hingga Proyek PLTS 100 GW

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Dosen UNY Kembangkan Smart Box dan Monopoli JAPRODJA untuk Perkuat Pendidikan Khas Kejogjaan

Dosen UNY Kembangkan Smart Box dan Monopoli JAPRODJA untuk Perkuat Pendidikan Khas Kejogjaan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:04 WIB

Dari Pembiayaan hingga Pemberdayaan, BRI Perkuat Jutaan UMKM untuk Asta Cita

Dari Pembiayaan hingga Pemberdayaan, BRI Perkuat Jutaan UMKM untuk Asta Cita

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:04 WIB

×