Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Tegaskan Tekad Tumbuh Merakyat dan Makmur Bersama

Galih Prasetyo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:55 WIB
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Tegaskan Tekad Tumbuh Merakyat dan Makmur Bersama
Haris Rusly Moti, Pemrakarsa 98 Resolution Network [Istimewa]
baca 10 detik
  • Relawan pendukung pemerintah mendorong pemerataan ekonomi dan kemandirian nasional pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Pasal 33 UUD 1945 serta program pemerintah dijadikan landasan untuk memperluas partisipasi ekonomi masyarakat.
  • Hilirisasi komoditas dan Badan Pengelola Investasi Danantara diharapkan mampu memperkuat industri nasional.

Suara.com - Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum bagi relawan pendukung pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi dan memperkuat kemandirian nasional.

Mereka menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana kekayaan negara mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut para relawan, demokrasi politik harus berjalan seiring dengan demokrasi ekonomi.

Tanpa pemerataan akses terhadap sumber daya dan kesempatan usaha, masyarakat dikhawatirkan hanya menikmati kebebasan politik tanpa merasakan manfaat pembangunan secara adil.

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Tegaskan Tekad Tumbuh Merakyat dan Makmur Bersama
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Tegaskan Tekad Tumbuh Merakyat dan Makmur Bersama

Pandangan tersebut mengingatkan kembali pemikiran Bung Karno tentang ketimpangan kesejahteraan.

Rakyat diibaratkan ikut berjuang mendapatkan nangka, tetapi hanya segelintir orang yang menikmati buahnya, sementara mayoritas justru menanggung getahnya.

Pasal 33 UUD 1945 Jadi Landasan Ekonomi Rakyat

Para relawan menilai Pasal 33 UUD 1945 harus menjadi landasan kebijakan ekonomi.

Konstitusi mengamanatkan perekonomian disusun sebagai usaha bersama dan sumber daya alam dikuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

baca juga

Prinsip tersebut perlu diwujudkan melalui kebijakan yang memberi ruang lebih luas bagi koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), badan usaha milik negara (BUMN), serta sektor swasta nasional untuk menjadi pelaku pembangunan.

Sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, rumah subsidi, dan swasembada pangan, dipandang sebagai instrumen untuk memperluas partisipasi ekonomi masyarakat.

Namun, keberhasilannya tetap perlu diukur berdasarkan realisasi, ketepatan sasaran, dan dampak nyata terhadap kesejahteraan rakyat.

Hilirisasi dan Danantara Perkuat Kemandirian Nasional

Agenda kemandirian ekonomi juga menjadi perhatian. Ketergantungan pada ekspor bahan mentah, produk impor, modal asing, dan utang luar negeri dinilai berisiko menghambat penguatan industri nasional.

Indonesia memiliki potensi besar dari komoditas kelapa sawit, batu bara, nikel, timah, dan berbagai mineral lainnya.

Hilirisasi melalui pengolahan bahan mentah di dalam negeri, termasuk pembangunan smelter, diharapkan meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat industri nasional.

Selain itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) diharapkan mampu mengoptimalkan aset BUMN untuk mendukung investasi produktif.

Kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam di dalam negeri juga dinilai penting untuk memperkuat likuiditas dan pembiayaan ekonomi nasional.

Penataan Sumber Daya Alam Jadi Sorotan

Para relawan turut menyoroti penataan penguasaan dan pemanfaatan sumber daya alam, termasuk melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan penataan izin perkebunan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kendali negara atas kekayaan alam, mencegah kebocoran penerimaan, serta memastikan pemanfaatannya memberikan manfaat bagi kepentingan nasional.

Meski demikian, pelaksanaannya membutuhkan transparansi, kepastian hukum, pengawasan ketat, dan pertanggungjawaban publik.

Manfaat ekonomi juga diharapkan menjangkau masyarakat di sekitar wilayah produksi, bukan hanya terkonsentrasi pada negara atau perusahaan besar.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak pada Rakyat

Para relawan menilai pertumbuhan ekonomi tidak semestinya hanya diukur melalui peningkatan produk domestik bruto (PDB).

Penciptaan lapangan kerja, kenaikan pendapatan, penguatan industri nasional, dan penurunan ketimpangan juga perlu menjadi indikator keberhasilan pembangunan.

Mereka berharap kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran semakin mengutamakan kemandirian ekonomi dan pemerataan kesejahteraan, sejalan dengan cita-cita kedaulatan politik dan kemakmuran bersama.

Para relawan menyatakan akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berlandaskan UUD 1945.

Sementara itu, evaluasi menyeluruh terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran perlu didasarkan pada perbandingan target dan realisasi program, serta data terukur mengenai dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo: Saya Bangga Menjadi Pemimpinmu

Prabowo: Saya Bangga Menjadi Pemimpinmu

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Buka Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Soroti Perang hingga Krisis Lingkungan

Buka Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Soroti Perang hingga Krisis Lingkungan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Rusia Siapkan 2 Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi

Rusia Siapkan 2 Reaktor Nuklir di Indonesia, Ini Lokasi Detailnya: Targetnya 5 Tahun Lagi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Rocky Gerung Beri Dua Finger Heart untuk Nilai Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Rocky Gerung Beri Dua Finger Heart untuk Nilai Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Terkini

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Tegaskan Tekad Tumbuh Merakyat dan Makmur Bersama

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Relawan Tegaskan Tekad Tumbuh Merakyat dan Makmur Bersama

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:55 WIB

IHSG Terus Meroket ke Level 5.300, Saham Sektor Kesehatan Melejit

IHSG Terus Meroket ke Level 5.300, Saham Sektor Kesehatan Melejit

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:54 WIB

MTI Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara Dalam Korupsi, Singgung Akuntabilitas Danantara

MTI Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara Dalam Korupsi, Singgung Akuntabilitas Danantara

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Bantah Kabinetnya Gemuk dan Tak Efisien

Prabowo Bantah Kabinetnya Gemuk dan Tak Efisien

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:51 WIB

KMP Batumandi Terbakar, Tiga Tugboat PT PCM Bantu Pemadaman dan Evakuasi Penumpang

KMP Batumandi Terbakar, Tiga Tugboat PT PCM Bantu Pemadaman dan Evakuasi Penumpang

Banten | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Alasan Kita Sering Bicara Kepada Diri Sendiri, Bukan Karena Kesepian!

Alasan Kita Sering Bicara Kepada Diri Sendiri, Bukan Karena Kesepian!

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Prabowo: MSCI Mau Takut-takuti Kita

Prabowo: MSCI Mau Takut-takuti Kita

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Luhut Usul Kerugian Negara Bukan Unsur Korupsi, Begini Respons KPK

Luhut Usul Kerugian Negara Bukan Unsur Korupsi, Begini Respons KPK

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:44 WIB

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Bupati Bogor Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Bupati Bogor Pastikan Biaya Pengobatan Ditanggung

Bogor | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Ditangkap Polda Riau, Pengantar Sabu Libatkan Oknum TNI Diupah Rp50-100 Juta

Ditangkap Polda Riau, Pengantar Sabu Libatkan Oknum TNI Diupah Rp50-100 Juta

Riau | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:36 WIB

×