Kegaduhan Gaji ASN Lewat KDMP Bukti Bobroknya Koordinasi di Kabinet Gemuk

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:04 WIB
Kegaduhan Gaji ASN Lewat KDMP Bukti Bobroknya Koordinasi di Kabinet Gemuk
Ilustrasi - Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) (menpan.go.id)
baca 10 detik
  • Wacana pembayaran gaji aparatur sipil negara melalui Koperasi Desa Merah Putih memicu perbedaan pendapat antarmenteri pada Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Pakar kebijakan publik UGM Agustinus Subarsono menilai polemik tersebut terjadi akibat lemahnya komunikasi dan koordinasi lintas lembaga pemerintah.
  • Dampak dari lemahnya koordinasi kabinet tersebut meliputi kegagalan eksekusi program serta penurunan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Suara.com - Wacana pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memicu polemik akibat perbedaan pandangan di tingkat menteri.

Perbedaan pendapat antara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta Menteri Keuangan dengan Menteri Koperasi dinilai mencerminkan persoalan mendasar dalam komunikasi publik dan koordinasi antarlembaga pemerintah.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menilai fenomena ini menunjukkan belum adanya kajian mendalam dan kesamaan pemahaman di antara para menteri. Isu tersebut dinilai masih sebatas gagasan awal, tetapi sudah disampaikan ke publik tanpa konsolidasi internal.

"Ketika suatu isu baru tahap wacana, ada baiknya masing-masing kementerian bertemu dulu untuk mendalami subjeknya dan menyamakan persepsi, serta menghindari membuat pernyataan formal yang berdampak pada kebingungan publik," kata Subarsono saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).

Selain belum matangnya kajian, Subarsono menyoroti tidak efektifnya komunikasi antarkementerian yang terlibat. Perbedaan pernyataan di media menjadi indikasi lemahnya fungsi koordinasi.

Terlebih, sejumlah kementerian tersebut berada di bawah koordinasi kementerian koordinator (kemenko) yang berbeda.

"Jadi kelemahan yang ada bukan saja koordinasi antar kementerian tetapi juga antara Kemenko," ungkapnya.

Pakar UGM Agustinus Subarsono. (Dok. ist)
Pakar UGM Agustinus Subarsono. (Dok. ist)

Menurutnya, salah satu akar persoalan koordinasi ini adalah postur Kabinet Merah Putih yang terlalu besar sejak awal. Lemahnya komunikasi lintas menteri hingga ke tingkat Presiden membuat penyelarasan kebijakan sulit dilakukan secara efisien.

"Lemahnya koordinasi tersebut antara lain disebabkan kabinet terlalu gemuk, yang mencakup 8 Menko dan 41 Kementerian; dan juga lemahnya intensitas komunikasi di antara mereka dan lemahnya intensitas komunikasi antara menteri dengan Presiden sebagai kepala pemerintahan dan pengambil kebijakan tertinggi," paparnya.

baca juga

Kegagalan koordinasi semacam ini dinilai berdampak serius, mulai dari lambatnya pelaksanaan program akibat ketidakjelasan pembagian tugas hingga tergerusnya kepercayaan masyarakat dan munculnya sorotan negatif internasional terhadap citra pemerintah.

"Dampak dari lemahnya koordinasi adalah kegagalan dalam eksekusi program," tandasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Subarsono menekankan perlunya penguatan kewenangan kemenko dalam menyelaraskan program lintas kementerian. Ia juga mengusulkan pembentukan gugus tugas khusus (task force) jika diperlukan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang matang sebelum disampaikan kepada publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Depan, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Diskriminasi Murid

Aturan Tidak Naik Kelas Berlaku Tahun Depan, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Diskriminasi Murid

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08 WIB

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Suahasil Bantah Gaji PNS Dicairkan Lewat Kopdes, Tetap dari Kas Negara

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:37 WIB

Gaji ASN Mau Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Pramono Anung

Gaji ASN Mau Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Sikap Pramono Anung

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:01 WIB

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

KDMP Kini Jadi Saluran Pupuk Bersubsidi Petani

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Antrean BBM Belum Normal, Pemkab Jember Kembali Terapkan WFH untuk ASN

Antrean BBM Belum Normal, Pemkab Jember Kembali Terapkan WFH untuk ASN

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Kendalanya

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Kendalanya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Cuma Akal-akalan: Harus Dibatalkan

Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Dinilai Cuma Akal-akalan: Harus Dibatalkan

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:35 WIB

Gaji ASN Mau Ditransfer via KDMP? Guru Besar: Kopdes Gak Perlu Ngurusin Gaji, Malah Nambah Masalah!

Gaji ASN Mau Ditransfer via KDMP? Guru Besar: Kopdes Gak Perlu Ngurusin Gaji, Malah Nambah Masalah!

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Deddy Sitorus Sebut Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Cuma Akal-akalan, Minta Pemerintah Batalkan Usulan

Deddy Sitorus Sebut Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Cuma Akal-akalan, Minta Pemerintah Batalkan Usulan

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Soal Wacana Penyaluran Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih, DPR: Jangan Buat Pegawai Gelisah!

Soal Wacana Penyaluran Gaji ASN Lewat Kopdes Merah Putih, DPR: Jangan Buat Pegawai Gelisah!

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Terkini

Telkomsel Bakal Jualan Aset Kripto, Jajaki Integrasi dengan FLOQ

Telkomsel Bakal Jualan Aset Kripto, Jajaki Integrasi dengan FLOQ

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:07 WIB

10 Pilihan Shade Lipstik Mirabella Colorfix, dari Nude hingga Bold

10 Pilihan Shade Lipstik Mirabella Colorfix, dari Nude hingga Bold

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Kegaduhan Gaji ASN Lewat KDMP Bukti Bobroknya Koordinasi di Kabinet Gemuk

Kegaduhan Gaji ASN Lewat KDMP Bukti Bobroknya Koordinasi di Kabinet Gemuk

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Inilah Enam Kado untuk Santri Jateng di HSN 2026, dari Beasiswa hingga Pesantren Aman

Inilah Enam Kado untuk Santri Jateng di HSN 2026, dari Beasiswa hingga Pesantren Aman

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser

Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Review Lupin Part 1: Drama Thriller Kriminal Prancis yang Penuh Kejutan!

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

Klaim Swasembada Bukan Omon-Omon, Andre Rosiade Tantang Pengkritik Cek Gudang Bulog

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Rilis Masterpiece, LNGSHOT Lantunkan Pujian Tertinggi untuk Pujaan Hati

Rilis Masterpiece, LNGSHOT Lantunkan Pujian Tertinggi untuk Pujaan Hati

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Mantan Pejabat Bareskrim Dilaporkan Tipu Investasi Tambang Rp58,5 Miliar, Kini Disidik

Mantan Pejabat Bareskrim Dilaporkan Tipu Investasi Tambang Rp58,5 Miliar, Kini Disidik

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Pemerintah Kembali Cari Utang ke China, Targetkan Raup 1,5 Miliar Dolar AS lewat Panda Bond

Pemerintah Kembali Cari Utang ke China, Targetkan Raup 1,5 Miliar Dolar AS lewat Panda Bond

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:49 WIB

×