Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:51 WIB
Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara
Pekerja melindungi tubuh dari terik matahari menggunakan payung saat berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (21/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Riset BeHousing yang melibatkan 1.125 warga perkotaan mengungkapkan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah menghadapi dampak buruk panas ekstrem akibat hunian yang tidak memadai.
  • Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyatakan hasil penelitian tersebut sangat penting sebagai masukan untuk kebijakan pembangunan yang inklusif dan responsif.
  • Penelitian merekomendasikan perlunya kepastian hak tanah, desain bangunan adaptif, serta tata kelola kolaboratif lintas sektor untuk mengurangi risiko panas perkotaan.

Suara.com - Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan menghadapi dampak panas melalui berbagai penyesuaian aktivitas dan adaptasi hunian. Namun, keterbatasan kualitas bangunan, pembiayaan, dan dukungan kebijakan membuat upaya tersebut belum cukup melindungi warga dari panas ekstrem.

Temuan ini dipaparkan dalam Dialog Diseminasi Nasional Riset Beyond Housing Types (BeHousing), yang mempertemukan peneliti, pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan media untuk membahas adaptasi hunian terhadap panas perkotaan.

Penelitian yang dipimpin Rujak Center for Urban Studies (RCUS) bersama Kota Kita Foundation, Arkom Indonesia, dan Institut Alam dan Tamadun Melayu Universiti Kebangsaan Malaysia ini melibatkan 1.125 warga di Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Selangor, Malaysia.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menegaskan pentingnya hasil riset sebagai masukan bagi pembangunan yang inklusif dan responsif.

Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara. (Dok. Istimewa)
Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara. (Dok. Istimewa)

“Riset ini dibutuhkan. Hasil penelitian BeHousing penting sebagai masukan bagi pengembangan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan yang inklusif dan responsif. Sebab urban heat merupakan tantangan pembangunan yang membutuhkan kerja sama multipihak dalam menjamin terwujudnya hunian tangguh dan inklusif di berbagai skala,” ujarnya.

Direktur Eksekutif RCUS Elisa Sutanudjaja mengatakan, penelitian tersebut mengangkat pengalaman warga dalam menghadapi panas sehari-hari.

“Kami hanya membantu mengangkat ceritanya kepada publik dan para pengambil kebijakan,” ungkap Elisa.

Panas memperlebar ketimpangan

Riset menemukan bahwa dampak panas tidak dirasakan secara merata. Karakteristik bangunan, ventilasi, paparan matahari, dan keterbatasan ekonomi memengaruhi kemampuan warga mengurangi paparan panas. Keluhan yang muncul meliputi pusing, sakit kepala, keringat berlebih, serta gangguan aktivitas dan istirahat.

baca juga

Perwakilan warga Kampung Marlina, Eny Rochayati, menyoroti belum diprioritaskannya panas ekstrem dalam penanganan bencana.

“Panas tidak masuk prioritas bencana, ini sangat disayangkan. Padahal ini sebuah bencana pada kami. Kalau dari rumah sakit banyak korbannya anak-anak. Terutama kesulitan dalam akses ke rumah sakit. Mohon untuk dipermudah layanan kesehatan bagi warga miskin kota,” kata Eny.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Melina Wulandari mengatakan panas ekstrem dapat dipertimbangkan dalam kajian risiko bencana, antara lain dengan memanfaatkan peta panas dari BMKG.

Adaptasi membutuhkan dukungan kolektif

Riset BeHousing menemukan bahwa adaptasi masih banyak bergantung pada individu dan rumah tangga. Penghijauan, peneduh, dan penghawaan menjadi upaya penting, tetapi keterbatasan biaya membuat perbaikan hunian masih mengandalkan dana swadaya dan filantropi.

Karena itu, diperlukan pembiayaan terjangkau, desain bangunan adaptif, ventilasi memadai, serta ruang komunal yang lebih sejuk. Pelibatan warga dalam perencanaan juga penting agar desain hunian sesuai dengan kebutuhan penghuninya.

Di tingkat kebijakan, penanganan panas masih tersebar di sektor perumahan, tata ruang, kesehatan, lingkungan hidup, dan kebencanaan. Beberapa inisiatif telah dikembangkan, termasuk pemetaan wilayah rentan, pemasangan sensor suhu, dan edukasi kesehatan, tetapi koordinasi lintas sektor masih perlu diperkuat.

BeHousing menekankan tiga fondasi adaptasi panas perkotaan, yakni kepastian hak atas tanah, desain bangunan adaptif, dan tata kelola kolaboratif. Upaya ini perlu disertai dukungan pembiayaan, perlindungan kesehatan, dan kepastian bermukim agar masyarakat berpenghasilan rendah tidak terus menanggung sendiri risiko panas perkotaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Ribut Sesama Anggota DPRD Pekanbaru di Bandara Soetta yang Kini Dibidik Polisi

Kronologi Ribut Sesama Anggota DPRD Pekanbaru di Bandara Soetta yang Kini Dibidik Polisi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:44 WIB

BRI Consumer Expo 2026 di Ciputra Surabaya, Tawarkan Bunga KPR Mulai 0,31%

BRI Consumer Expo 2026 di Ciputra Surabaya, Tawarkan Bunga KPR Mulai 0,31%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Dua Anggota DPRD Pekanbaru Ribut Saling Cekik di Bandara Soetta, Polisi Kantongi Bukti CCTV

Dua Anggota DPRD Pekanbaru Ribut Saling Cekik di Bandara Soetta, Polisi Kantongi Bukti CCTV

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:31 WIB

Terkini

Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara

Riset: Adaptasi Hunian terhadap Panas Perkotaan Tentukan Masa Depan Kota di Asia Tenggara

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Bank Mandiri Sudah Salurkan Kredit Rp1,606 Triliun, Tumbuh 16 Persen

Bank Mandiri Sudah Salurkan Kredit Rp1,606 Triliun, Tumbuh 16 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Bedak Mirabella Chic Two Way Cake Sudah BPOM atau Belum? Cek Fakta dan Nomor Registrasinya di Sini!

Bedak Mirabella Chic Two Way Cake Sudah BPOM atau Belum? Cek Fakta dan Nomor Registrasinya di Sini!

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos

Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos

Malang | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:34 WIB

Arti Mimpi Dikasih Cincin Emas oleh Seseorang, Benarkah Pertanda Jodoh?

Arti Mimpi Dikasih Cincin Emas oleh Seseorang, Benarkah Pertanda Jodoh?

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Masih Ada 9 Perusahaan Antre Masuk Bursa

Masih Ada 9 Perusahaan Antre Masuk Bursa

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Bertaruh Nyawa Padamkan Bromo: Sekuriti Hotel Itu Akhirnya Gugur

Bertaruh Nyawa Padamkan Bromo: Sekuriti Hotel Itu Akhirnya Gugur

Jatim | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:26 WIB

7 Cara Membersihkan TWS yang Benar, Tidak Bikin Rusak dan Suara Kembali Jernih

7 Cara Membersihkan TWS yang Benar, Tidak Bikin Rusak dan Suara Kembali Jernih

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Viral Video Balita Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Mengapa Kita Tak Boleh Asal Menghakimi?

Viral Video Balita Ditinggal di Tenda Gunung Prau, Mengapa Kita Tak Boleh Asal Menghakimi?

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah Sediakan Fasilitas Edukasi Keselamatan Lengkap

Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah Sediakan Fasilitas Edukasi Keselamatan Lengkap

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:05 WIB

×