Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Muhamad Yasir

Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB
Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!
Sopir angkutan umum mengantar massa aksi Komite Selamatkan Kedaulatan Rakyat (SADAR) ke Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). [Suara.com/Alif]
baca 10 detik
  • Dua sopir angkutan umum mengantar massa aksi Komite SADAR di Bundaran HI, Jakarta, pada Rabu (28/10/2026).
  • Robi mengkritik program Makan Bergizi Gratis karena berpotensi membuang anggaran dan tidak tepat sasaran bagi keluarga.
  • Ucok kecewa akibat penolakan layanan kesehatan BPJS di Ciracas karena terkendala masalah administrasi wilayah kepesertaan.

Suara.com - Kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tak hanya datang dari mahasiswa. Dua sopir angkutan umum yang mengantar massa aksi Komite Selamatkan Kedaulatan Rakyat (SADAR) ke Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026), juga menyuarakan kekecewaan mereka.

Robi dan Ucok mengaku belum merasakan dampak positif pemerintahan Prabowo selama dua tahun terakhir. Keduanya menyoroti persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga sulitnya mengakses layanan kesehatan menggunakan BPJS.

Robi menilai anggaran MBG sebaiknya dialihkan untuk membantu kebutuhan keluarga. Menurut dia, program andalan pemerintah itu justru berpotensi menjadi pemborosan ketika makanan yang dibagikan tidak dikonsumsi siswa.

"Ngapain ada MBG. (Mending uangnya) dikasih orang tuanya seminggu 50 ribu. Itu MBG jadi buang-buang makanan. Enggak ada di makan anak sekolah," jelas Robi.

Kritik tersebut muncul di tengah sorotan terhadap sejumlah kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG. Persoalan itu turut memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan makanan yang disediakan bagi para siswa.

Senada dengan Robi, Ucok mengaku belum merasakan manfaat dari pemerintahan Prabowo.

Ia bahkan secara singkat menyampaikan penilaiannya terhadap kinerja presiden selama dua tahun memimpin.

"Nol bagi saya Prabowo," celetuk Ucok.

Kekecewaan Ucok bukan tanpa alasan. Ia bercerita pernah mengalami kendala saat hendak berobat menggunakan BPJS Kesehatan di salah satu fasilitas kesehatan di Ciracas, Jakarta Timur.

baca juga

Awal bulan ini, pengajuan pembayaran pengobatannya melalui BPJS ditolak karena persoalan administrasi. Ucok menyebut kepesertaan BPJS-nya terdaftar di wilayah Pulogadung, sementara ia hendak berobat di fasilitas kesehatan di Ciracas.

"Ditolak hanya karena BPJS saya Pulogadung. Saya berobat di fasilitas kesehatan di Ciracas," tutur dia.

Akibat penolakan tersebut, Ucok akhirnya mengurungkan niat untuk berobat. Ia mengaku tak memiliki cukup uang untuk membayar biaya pengobatan secara mandiri.

"Tapi karena BPJS tadi (harus) bayar, duit enggak punya terpaksa saya enggak berobat," ucap dia.

Pengalaman itu membuat Ucok mempertanyakan akses layanan kesehatan yang seharusnya dapat dijangkau masyarakat. Ia bersama Robi pun mendukung langkah mahasiswa untuk mengevaluasi jalannya pemerintahan yang telah memasuki tahun kedua.

Robi dan Ucok tiba di Bundaran HI setelah mengantar massa aksi SADAR menggunakan angkutan umum yang mereka kemudikan. Sejumlah elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam komite tersebut menggelar demonstrasi untuk menyampaikan berbagai tuntutan kepada pemerintah.

Dalam aksi itu, Komite SADAR menyampaikan lima desakan. Pertama, meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional atas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa bulan terakhir.

Kedua, mendesak pemerintah memprioritaskan APBN untuk kepentingan rakyat serta menghentikan program yang dinilai memboroskan anggaran, termasuk MBG dan Koperasi Merah Putih.

Ketiga, meminta pemerintah menurunkan biaya pendidikan, memeratakan akses terhadap kebutuhan dasar, dan menciptakan lapangan kerja.

Keempat, mendesak pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta segala bentuk penyalahgunaan wewenang atau jabatan.

Kelima, meminta pemerintah menjamin kebebasan berpendapat masyarakat sipil dan menghentikan militerisasi.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Terkini

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:25 WIB

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

×