Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:18 WIB
Berani! Singpura Kumpulkan Petinggi 10 Perusahaan Diduga Biang Kerok Kebakaran Hutan
Singapura memperketat hukum dan memanggil sepuluh korporasi untuk menyelidiki keterlibatan mereka pada pembakaran hutan. (CNA)
baca 10 detik
  • Singapura memanggil sepuluh pimpinan korporasi untuk menyelidiki keterlibatan mereka dalam krisis kebakaran hutan.

  • Regulasi baru disiapkan agar perusahaan yang menolak pemeriksaan independen dapat dijerat hukuman pidana.

  • Otoritas keuangan dan bursa memperketat aturan pinjaman serta transparansi emiten terkait risiko lingkungan.

Suara.com - Pemerintah Singapura bertindak tegas menekan 10 perusahaan besar yang diduga menjadi pemicu bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Langkah cepat ini diambil langsung melalui pemanggilan tingkat tinggi guna memastikan pertanggungjawaban penuh para pelaku usaha.

Ketegasan tersebut ditunjukkan saat tiga menteri senior mengumpulkan para petinggi perusahaan di gedung The Treasury untuk menyampaikan arahan penyelidikan mendalam. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa otoritas tidak akan lagi membiarkan praktik bisnis yang merugikan kesehatan masyarakat.

Pemerintah juga siap memperkuat landasan hukum dengan merevisi regulasi penanganan pencemaran udara lintas batas pada sidang parlemen mendatang. Aturan baru tersebut dirancang agar proses investigasi memiliki taji hukum yang mengikat bagi semua pihak.

Pihak otoritas menegaskan bahwa perusahaan yang enggan kooperatif atau menolak penunjukan auditor independen bakal langsung dijerat sanksi pidana. Langkah ini dilakukan demi melindungi seluruh warga dari ancaman krisis kesehatan berulang.

“Saya akan mengajukan amendemen Undang-Undang Polusi Asap Lintas Batas pada sidang parlemen berikutnya agar kerangka ini memiliki kekuatan hukum. Perusahaan yang tidak mematuhinya akan dianggap melakukan tindak pidana. Kami akan menggunakan kewenangan kami untuk melindungi kesehatan warga Singapura,” kata Fu kepada wartawan seusai pertemuan di gedung The Treasury, dikutip dari CNA.

Para petinggi korporasi yang hadir disyaratkan menjalani audit menyeluruh terhadap jalur pasokan hingga struktur kepemilikan bisnis mereka. Pemeriksaan terbuka ini bertujuan mendeteksi secara presisi dari mana titik api berasal.

“Kabut asap disebabkan oleh kebakaran,” katanya kepada perwakilan perusahaan dalam pertemuan itu. “Kebakaran disebabkan oleh praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab. Ini bukan fenomena alam.”

Otoritas menekankan bahwa proses investigasi fakta ini murni demi menegakkan keadilan lingkungan tanpa ada motif politik. Penyelidikan difokuskan untuk menyaring rantai pasok agar bisnis yang bersih tidak ikut tercemar oleh tuduhan.

Setiap entitas bisnis wajib mendanai tim verifikasi khusus yang terdiri dari gabungan firma hukum serta pakar investigasi independen. Seluruh kerja tim independen tersebut akan berada di bawah arahan langsung Badan Lingkungan Nasional (NEA).

baca juga

Para auditor akan dibekali wewenang luas untuk memeriksa data geospasial, citra satelit, hingga berkas internal perusahaan secara menyeluruh. Laporan akhir dari audit independen inilah yang menjadi acuan utama penetapan sanksi selanjutnya.

“Jika ada kekhawatiran mengenai keterlibatan perusahaan, baik secara langsung maupun melalui hubungan korporasi atau rantai pasokya, kami akan memeriksa fakta secara saksama,” katanya.

“Kami tidak bisa membiarkan struktur korporasi atau pengaturan dengan pihak ketiga menghalangi upaya kami mengungkap fakta.”

Pemerintah Singapura bahkan mengaku siap menghadapi risiko terburuk jika ada perusahaan yang memilih hengkang akibat aturan ketat ini. Keselamatan dan hak hidup sehat warga negara tetap menjadi prioritas utama di atas kepentingan investasi.

“Perusahaan-perusahaan itu telah diberi tahu bahwa kalau tidak ada pelanggaran, maka tidak akan ada masalah,” katanya.

“Kami sekarang sedang mencari fakta. Jika hasil penyelidikan menunjukkan perusahaan melakukan pelanggaran dan mereka memilih hengkang dari Singapura, kami harus siap menerima konsekuensi itu demi kepentingan warga Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Mulai Melunak, Menperin Berharap Investasi Singapura Tetap Mengalir ke Indonesia

Mulai Melunak, Menperin Berharap Investasi Singapura Tetap Mengalir ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Dalih Buka Lahan Bikin Satwa Mati Terpanggang, Jangan Biarkan Korporasi Cuci Tangan

Dalih Buka Lahan Bikin Satwa Mati Terpanggang, Jangan Biarkan Korporasi Cuci Tangan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Terkini

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil

Bekaci | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:15 WIB

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

DBS dan BCA Kompak Sebut Isu Merger Hoax

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:14 WIB

5 Sepatu Jalan Anti Air untuk Outdoor, Nyaman Dipakai saat Musim Hujan

5 Sepatu Jalan Anti Air untuk Outdoor, Nyaman Dipakai saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:13 WIB

Film Jumbo Akhirnya Tembus Pasar Italia, Kini Diputar di 121 Bioskop

Film Jumbo Akhirnya Tembus Pasar Italia, Kini Diputar di 121 Bioskop

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Lip Mask Emina Dipakai Berapa Kali Sehari? Ini Panduan Penggunaannya

Lip Mask Emina Dipakai Berapa Kali Sehari? Ini Panduan Penggunaannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Laba Bersih Samator Indo Gas (AGII) Melonjak Hampir 80 Persen, Pendapatan Rp2,38 Triliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Kurangi Limbah Dapur, ibis Styles Bogor Pajajaran Pakai Cangkang Telur Dukung Tani & Pendidikan Anak

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:09 WIB

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

Polda Metro Jaya Bakal Dalami Teh Kemasan Kotak Berbusa di Aksi 28 Oktober

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:07 WIB

×