- Perwira menengah Polda Metro Jaya, Netty Rosdiana Siagian, resmi memutuskan mundur dari institusi Polri karena alasan prinsip.
- Ia memiliki rekam jejak pengabdian panjang, termasuk memimpin tim Polwan bermotor The Road Force Blue di Ditlantas.
- Selama bertugas, ia menerima berbagai penghargaan bergengsi seperti Polisi Humanis dan AMKI Kartini Award.
Suara.com - Netty Rosdiana Siagian menjadi sorotan setelah keputusannya mundur dari institusi Polri.
Padahal, perempuan yang memiliki rekam jejak panjang sebagai polisi wanita (Polwan) itu dikenal pernah menorehkan sejumlah prestasi dan menerima berbagai penghargaan selama menjalani karier kepolisian.
Dikutip dari akun Instagram miliknya, Netty mengatakan bahwa keputusannya untuk mundur bukan hal mudah namun tetap ia lakukan karena tak ingin lagi bertahan.
"Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani," tulisnya.
"Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini.
Seragam bisa ditanggalkan, jabatan bisa ditinggalkan, tetapi harga diri dan hati nurani tidak boleh diperjualbelikan," jelasnya.
Netty Rosdiana Siagian merupakan perwira menengah Polri yang memiliki perjalanan karier di lingkungan Polda Metro Jaya.
Selama bertugas, ia pernah menempati sejumlah posisi, mulai dari unit lalu lintas, pimpinan kepolisian sektor (Kapolsek), bidang hukum, hingga direktorat reserse.
Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian
Salah satu pencapaian yang cukup menonjol terjadi pada 2018. Ketika menjabat sebagai Kapolsek Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Netty mendapatkan tiga penghargaan sekaligus dari masyarakat dan sejumlah lembaga.
Ketiga penghargaan tersebut yakni Polisi yang Dicintai Warga Muara Angke, Imaculata Award kategori Polisi Humanis, serta Kapolsek Peduli Anak dari Komnas Perlindungan Anak.
Penghargaan itu diberikan menjelang kepindahannya ke Polda Metro Jaya. Padahal, Netty saat itu baru sekitar tiga bulan menjabat sebagai Kapolsek Sunda Kelapa.
Kedekatannya dengan masyarakat menjadi salah satu alasan di balik apresiasi tersebut.
Netty diketahui rutin mengunjungi lingkungan warga, mulai dari tingkat RW hingga RT, untuk membangun komunikasi dan hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DKI Jakarta, Yan M. Winatasasmita, juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Netty di tengah masyarakat Muara Angke.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan pendekatan humanis yang menjadi salah satu ciri pengabdiannya selama bertugas sebagai Polwan.
Prestasi Netty tidak berhenti di situ. Pada 2021, ia kembali menerima penghargaan Indonesia Women Excellence Award dari Indonesia Award Magazine.
Penghargaan tersebut diberikan dalam sebuah acara di JW Marriott Hotel, Surabaya, pada 19 Maret 2021.
Penilaian penghargaan itu mencakup integritas, keteladanan, intelektualitas, kemampuan berpikir strategis dan inovatif, serta kontribusi terhadap kemajuan organisasi.
Netty menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi yang juga dipersembahkan untuk institusi Polri.
Di luar penghargaan, perjalanan karier Netty juga diwarnai kiprahnya dalam tim Polwan bermotor The Road Force Blue.
Ia pernah disebut menjabat sebagai Kanit Brigadir Motor (BM) Ditlantas Polda Metro Jaya dan terlibat dalam kepemimpinan tim Polwan bermotor tersebut.
The Road Force Blue dikenal sebagai tim pengawal yang menjalankan tugas dalam berbagai kegiatan kenegaraan, termasuk pengawalan pejabat penting dan tamu negara.
Sejumlah pemberitaan mengaitkan tim tersebut dengan pengawalan Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, hingga prosesi pemakaman Hasri Ainun Habibie.
Kiprah Netty dalam dunia kepolisian juga mendapat apresiasi pada 2025. Ia menerima penghargaan Polisi Humanis dari Mitrapol dalam peringatan HUT ke-9 media tersebut pada 26 November 2025.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap pendekatan humanis dalam menjalankan tugas kepolisian.
Terbaru, pada 29 April 2026, Netty masuk dalam daftar penerima AMKI Kartini Award 2026. Ia memperoleh penghargaan kategori Polwan Tangguh dalam Penegakan Hukum dan Kepemimpinan dari Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI).
Penghargaan tersebut diberikan bersama sejumlah perempuan inspiratif lainnya.