New Delhi Diserang Kabut Asap Beracun, Pekerja Wajib WFH Hingga Tarif Parkir Dinaikkan

Pebriansyah Ariefana

Senin, 02 November 2026 | 14:15 WIB
New Delhi Diserang Kabut Asap Beracun, Pekerja Wajib WFH Hingga Tarif Parkir Dinaikkan
Situasi Ibu Kota New Delhi pasca kerusuhan (Anandolu Agency)
baca 10 detik
  • New Delhi menerapkan skema WFH dan menaikkan tarif parkir untuk menekan emisi kendaraan.

  • Seluruh kegiatan konstruksi penghasil debu dan kendaraan non-standar emisi dilarang beroperasi sementara.

  • Tingkat racun udara PM2.5 di New Delhi konsisten melebihi ambang batas aman WHO.

Suara.com - Pemerintah New Delhi menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan outdoor dan melarang masuknya kendaraan yang melanggar standar emisi. Langkah tegas ini diambil untuk memutus rantai penyebaran polusi udara ekstrem yang saban tahun mengepung ibu kota India tersebut.

Pemberlakuan skema kerja dari rumah (WFH) bagi pegawai instansi pemerintah maupun swasta kini resmi berjalan serentak. Kebijakan radikal ini disertai lonjakan tarif parkir kendaraan hingga dua kali lipat demi membatasi mobilitas warga di jalan raya.

Chief Minister Rekha Gupta mengambil keputusan darurat ini sebagai fondasi utama dalam meredam krisis pernapasan warga. Pengetatan regulasi tersebut diiringi sistem pemantauan kualitas udara yang beroperasi secara nonstop.

"Mulai 1 November... Rencana Aksi Musim Dingin Delhi mulai berlaku dengan pengendalian polusi yang lebih ketat, penegakan hukum yang lebih ketat, dan pemantauan 24×7," ujar kantor Ketua Menteri Rekha Gupta dalam sebuah pernyataan resmi, dikutip dari CNA.

Pemerintah setempat menegaskan bahwa keberhasilan penanganan krisis ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Warga diimbau untuk mematuhi seluruh upaya demi memulihkan kualitas udara ibu kota.

“Kami dengan rendah hati meminta seluruh warga Delhi untuk mengikuti pedoman dan berkontribusi dalam menjadikan udara Delhi lebih bersih dan sehat,” lanjut pernyataan dari kantor Kepala Menteri Rekha Gupta.

Sebelum aturan ini terbit, larangan pembakaran sampah serta pembatasan penggunaan kayu bakar bagi pedagang makanan sudah lebih dulu diterapkan. Intervensi bertahap ini dirancang untuk menahan laju penurunan kualitas udara sebelum memasuki puncak musim dingin.

Perangkap udara dingin saat menjelang akhir tahun selalu mengunci polutan industri dan sisa pembakaran jerami di permukaan kota. Akibatnya, tumpukan emisi kendaraan serta debu proyek tidak mampu terurai dan membentuk kabut asap pekat.

Data Kementerian Lingkungan Hidup India mencatat bahwa sektor transportasi menyumbang emisi terbesar bagi polusi udara musim dingin di New Delhi. Sementara itu, sisa pembakaran jerami pertanian di wilayah tetangga memegang porsi terbesar kedua dalam memperburuk kualitas udara.

baca juga

"Mulai 1 November... Rencana Aksi Musim Dingin Delhi (Delhi’s Winter Action Plan) mulai berlaku dengan pengendalian polusi yang lebih ketat, penegakan hukum yang lebih tegas, serta pemantauan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu," tegas kantor Chief Minister Rekha Gupta dalam pernyataan resminya.

"Kami dengan rendah hati meminta seluruh warga Delhi untuk mengikuti pedoman tersebut dan turut berkontribusi dalam menjadikan udara di Delhi lebih bersih dan lebih sehat," ujar kantor Chief Minister Rekha Gupta dalam imbauannya.

Tingkat konsentrasi partikel berbahaya PM2.5 di New Delhi sering kali melonjak tajam melampaui batas aman kesehatan global. Bahkan, pencemaran udara ekstrem pada tahun 2025 sempat mencatatkan rekor lonjakan yang sangat mengkhawatirkan.

Kondisi udara pada 1 November sempat sedikit membaik berkat bantuan guyuran hujan deras selama beberapa hari terakhir. Meski demikian, angka konsentrasi partikel PM2.5 yang terukur masih berada jauh di atas ambang batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Latar belakang timbulnya krisis tahunan ini berasal dari kombinasi emisi pabrik, pembangkit listrik tenaga batu bara, serta maraknya pembakaran lahan pertanian. Penelitian ilmiah dari The Lancet Planetary Health mencatat bahwa jutaan kematian di India dalam rentang satu dekade terakhir berkaitan erat dengan paparan polusi udara pekat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Terorisme Lingkungan: Menuju Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit

Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit

Surakarta | Senin, 02 November 2026 | 14:13 WIB

BEI Optimistis 23 UKM Akan Melantai di Bursa Tahun Depan

BEI Optimistis 23 UKM Akan Melantai di Bursa Tahun Depan

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 14:13 WIB

Perbandingan Sepatu Lari Ortuseight Hyperblast vs Specs Airglide, Mana Lebih Nyaman untuk Jogging?

Perbandingan Sepatu Lari Ortuseight Hyperblast vs Specs Airglide, Mana Lebih Nyaman untuk Jogging?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 14:13 WIB

Jaksa dan Pengacara Berebut Urutan Saksi di Sidang Febrie, Ada Ferry Boboho

Jaksa dan Pengacara Berebut Urutan Saksi di Sidang Febrie, Ada Ferry Boboho

News | Senin, 02 November 2026 | 14:07 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan Terbaru, Cek 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Jadwal SIM Keliling Medan Terbaru, Cek 5 Lokasi dan Syarat Perpanjangan

Sumut | Senin, 02 November 2026 | 14:07 WIB

Sah Secara Hukum, Penyerahan Pataka Jadi Bukti Legitimasi Mutlak Ki Kusumo Pimpin PARFI 2025-2030

Sah Secara Hukum, Penyerahan Pataka Jadi Bukti Legitimasi Mutlak Ki Kusumo Pimpin PARFI 2025-2030

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 14:03 WIB

Aturan Membawa Power Bank ke Pesawat 2026: Batas Kapasitas, Maksimal 2 Unit, dan Larangan Penggunaan

Aturan Membawa Power Bank ke Pesawat 2026: Batas Kapasitas, Maksimal 2 Unit, dan Larangan Penggunaan

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 14:01 WIB

Iran Gertak Amerika Bakal Hadapi Perang Panjang Jika Trump Nekat Menyerang Lagi

Iran Gertak Amerika Bakal Hadapi Perang Panjang Jika Trump Nekat Menyerang Lagi

News | Senin, 02 November 2026 | 14:00 WIB

Film New Recruit Tayang 30 Desember, Kelompok Prajurit Alami Kejadian Aneh

Film New Recruit Tayang 30 Desember, Kelompok Prajurit Alami Kejadian Aneh

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 14:00 WIB

Bunga Kredit PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Pemerintah Siapkan Subsidi Rp2,6 Triliun

Bunga Kredit PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Pemerintah Siapkan Subsidi Rp2,6 Triliun

News | Senin, 02 November 2026 | 13:58 WIB

×