Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

Muhamad Yasir, Faqih Fathurrahman

Senin, 02 November 2026 | 18:19 WIB
Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka
Rekonstruksi Pembunuhan Bayi 20 Bulan di Pasar Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember Berulang Kali. (ist)
baca 10 detik
  • Bayi SF berusia 20 bulan mengalami kurang gizi serta menderita berbagai luka kekerasan baru dan lama.
  • Polisi menetapkan ibu kandung dan ayah tiri SF sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan.
  • Pelaku membungkus jasad korban dengan plastik hitam dan menguburkannya di lahan kosong kawasan Bendungan Hilir.

Suara.com - Bayi berusia 20 bulan berinisial SF yang diduga dibunuh oleh orang tuanya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ternyata mengalami kondisi kurang gizi.

Tim dokter forensik juga menemukan sejumlah luka kekerasan di tubuh korban, mulai dari wajah, dada, perut hingga keempat anggota geraknya.

Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Asri Megaratri Pralebda mengatakan, kondisi gizi korban tidak sesuai dengan perkembangan anak seusianya.

Selain itu, ditemukan tanda-tanda kekerasan yang diduga berasal dari kejadian baru maupun lama.

“Kami menemukan keadaan anak tersebut dengan keadaan yang gizinya tidak sesuai dengan usianya. Kemudian kami juga menemukan beberapa tanda-tanda kekerasan pada daerah wajah, perut, dada, dan keempat anggota gerak,” ungkap Asri di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).

Asri menyebut luka-luka tersebut menunjukkan adanya kekerasan dengan waktu kejadian yang berbeda.

“Baik itu kekerasan yang baru maupun kekerasan yang lama,” ucapnya.

Untuk memastikan kondisi tubuh korban, tim forensik juga melakukan pemeriksaan rontgen guna mengetahui kemungkinan cedera, termasuk patah tulang.

Hasil autopsi turut menemukan indikasi cedera pada organ-organ dalam, terutama di bagian dada dan perut.

baca juga

“Dari hasil autopsi juga kami menemukan tanda-tanda kekerasan atau cedera pada organ-organ tubuh bagian dalam. Ya, apakah itu di dada maupun di perut,” jelasnya.

Meski menemukan sejumlah luka dan cedera, tim dokter belum dapat memastikan penyebab kematian SF. Asri mengatakan, pemeriksaan lanjutan melalui histopatologi forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati masih diperlukan.

Tim forensik juga telah menyiapkan sejumlah sampel untuk pemeriksaan toksikologi forensik di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri apabila dibutuhkan penyidik.

“Untuk sebab kematian kami masih dalami lebih lanjut, sehingga belum bisa kami rilis hari ini,” ucap Asri.

Ayah Tiri dan Ibu Kandung Ditetapkan Tersangka

Sebelumnya, Polsek Kebayoran Lama bersama Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan ayah tiri dan ibu kandung SF sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Ingat Aksi Sadisnya! Dwi Bagus Simpan Foto Lokasi Pembakaran Korban hingga Mesin Penggiling

Demi Ingat Aksi Sadisnya! Dwi Bagus Simpan Foto Lokasi Pembakaran Korban hingga Mesin Penggiling

News | Senin, 02 November 2026 | 14:48 WIB

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember

Rekonstruksi Pembunuhan Bayi di Kebayoran Lama, Pelaku Celupkan Kepala Korban ke Ember

News | Senin, 02 November 2026 | 14:34 WIB

Bunuh Balita 20 Bulan di Toilet Pasar, Sejoli Ini Saling Tuding Lempar Kesalahan saat Rekonstruksi

Bunuh Balita 20 Bulan di Toilet Pasar, Sejoli Ini Saling Tuding Lempar Kesalahan saat Rekonstruksi

News | Senin, 02 November 2026 | 13:53 WIB

Terkini

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

News | Senin, 02 November 2026 | 18:19 WIB

Budaya Tutup Mulut soal Gaji: Menjaga Privasi atau Celah Eksploitasi?

Budaya Tutup Mulut soal Gaji: Menjaga Privasi atau Celah Eksploitasi?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:15 WIB

Bawa Laras Panjang dan Dobrak Pintu Saat Santriwati Belum Berhijab, DPR Minta Kapolda Jateng Dicopot

Bawa Laras Panjang dan Dobrak Pintu Saat Santriwati Belum Berhijab, DPR Minta Kapolda Jateng Dicopot

News | Senin, 02 November 2026 | 18:11 WIB

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

News | Senin, 02 November 2026 | 18:09 WIB

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:08 WIB

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Kadin Mau Garap Industri Sagu hingga Kelapa

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Volkswagen Tunda Pengembangan Mobil Listrik ID.Golf Akibat Tekanan Finansial

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:05 WIB

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

88 Persen Aset Danantara di Simpan Dalam Deposito

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:03 WIB

Gugatan Dikabulkan MA, Subhan Palal Ancam Geruduk Istana Minta Gibran Pulang ke Solo!

Gugatan Dikabulkan MA, Subhan Palal Ancam Geruduk Istana Minta Gibran Pulang ke Solo!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:01 WIB

WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari

WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari

Bali | Senin, 02 November 2026 | 18:01 WIB

×