- Switzerland Tourism menyelenggarakan Annual Media Briefing 2026 bertema musim dingin di Jakarta pada hari Rabu.
- Konstantin Obolensky mengajak wisatawan Indonesia menikmati keragaman geografis, perkotaan, museum, dan festival budaya di Swiss.
- Wisatawan dapat menggabungkan kunjungan kota dengan berbagai aktivitas musim dingin seperti bermain ski dan seluncur salju.
Suara.com - Switzerland Tourism kembali menggelar Annual Media Briefing 2026 di Jakarta dengan mengusung tema Beyond the Snow: A Swiss Winter for the Senses.
Dalam acara tersebut, Duta Besar-designate Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Konstantin Obolensky, mengajak wisatawan Indonesia mengenal beragam pengalaman wisata yang ditawarkan Swiss.
Menurutnya, Swiss memiliki kondisi geografis yang beragam, mulai dari kawasan pegunungan hingga wilayah yang lebih datar.
Obolensky mengatakan, sebagian besar wilayah Swiss terdiri dari pegunungan, sementara mayoritas penduduknya tinggal di kawasan yang lebih datar.
"Swiss adalah negara yang sangat beragam. Maksud saya, sebagian besar wilayah negara kami adalah pegunungan yang menakjubkan, namun tentu saja, mayoritas penduduknya tinggal di bagian negara yang lebih datar," kata Obolensky kepada Suara.com di El Profesor Steakhouse, Urban Forest Cipete, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Keberagaman geografis tersebut memungkinkan wisatawan menggabungkan berbagai pengalaman dalam satu perjalanan.
Ukuran wilayah Swiss yang relatif tidak terlalu luas juga memudahkan wisatawan untuk mengunjungi kota-kota sekaligus menjelajahi museum dengan beragam koleksi.
"Karena negaranya tidak terlalu besar, Anda dapat menggabungkan berbagai hal, dapat mengunjungi kota, pergi ke museum-museum hebat dari berbagai selera. Kami memiliki ratusan museum di Swiss dan yang sangat bagus," ujarnya.
Selain mengunjungi museum, wisatawan juga dapat mengenal kebudayaan Swiss melalui berbagai festival yang diselenggarakan di negara tersebut.
Salah satunya adalah Karnaval Basel yang dapat menjadi pilihan wisata budaya bagi pengunjung.
"Atau Anda dapat pergi ke festival, festival seperti Karnaval Basel atau karnaval lain yang telah saya sebutkan sebelumnya," tutur Obolensky.
Ia menambahkan, wisatawan juga dapat mengombinasikan kunjungan ke kota dan festival dengan berbagai aktivitas musim dingin di kawasan bersalju.
Aktivitas tersebut tidak hanya bermain ski, tetapi juga mencakup seluncur salju hingga berjalan kaki menikmati suasana pegunungan.
"Dan tetap saja, satu atau dua hari kemudian Anda dapat menikmati waktu Anda di salju, atau mungkin bermain ski, atau menaiki seluncuran salju (toboggan), atau ski lintas alam (cross-country skiing), atau sekadar mendaki, berjalan-jalan di salju dan menikmati udara segar yang dingin," pungkasnya.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini