Publik Kembali Ungkit Adik Prabowo Pernah Punya Masalah Pajak di Swiss

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 03 November 2026 | 10:54 WIB
Publik Kembali Ungkit Adik Prabowo Pernah Punya Masalah Pajak di Swiss
Utusan Presiden RI Hashim Djojohadikusumo mengatakan, rekening digital tersebut akan menjadi sarana penyaluran bantuan pemerintah tanpa menggunakan uang tunai fisik. Foto Ilustrasi AI.
baca 10 detik
  • Sengketa utang pajak Hashim Djojohadikusumo senilai CHF 131,2 juta di Swiss kembali viral.

  • Tim hukum Hashim mengklaim bangkrut akibat membiayai kampanye politik Prabowo Subianto, tetapi ditolak pengadilan.

  • Isu ini mencuat ke publik usai munculnya simpang siur informasi mengenai aturan pajak digital.

Suara.com - Isu kewajiban perpajakan Hashim Djojohadikusumo tahun 2024 di Jenewa kembali mencuat ke publik lewat unggahan media sosial. Pengungkapan dokumen hukum ini memantik sorotan publik terhadap rekam jejak finansial adik Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Pengusutan media lokal dan laporan investigasi mengonfirmasi adanya nilai sengketa pajak yang sangat fantastis di kawasan Swiss. Tagihan tersebut tercatat membebankan angka triliunan rupiah kepada pengusaha nasional ini beserta istrinya.

Diungkit akun IG @Folk.cyber, berdasarkan data otoritas setempat per April 2024, nilai kewajiban pajak bersama pasangan tersebut menembus CHF 131,2 juta. Angka tagihan yang setara USD 154 juta itu memicu serangkaian tindakan penyitaan aset lokal.

"Per April 2024, kewajiban pajak bersama mereka tercatat mencapai CHF 131,2 juta atau sekitar USD 154 juta menurut otoritas Jenewa," tulis @Folk.cyber.

Proses penagihan paksa oleh otoritas Jenewa berdampak langsung pada aset properti mewah milik keluarga pengusaha ini. Dua unit vila yang terikat dengan keluarga tersebut akhirnya masuk daftar lelang resmi senilai CHF 12,3 juta.

Pemberitaan media Swiss, swissinfo.ch, turut mengonfirmasi dinamika sengketa hukum yang melibatkan nama besar dari Indonesia ini. Laporan investigatif mereka secara spesifik menyoroti klaim insolvensi yang diajukan oleh pihak pengacara.

Dalam artikel tahun 2024 media itu menuliskan judul "Sengketa pajak Swiss mencoreng politik Indonesia." Foto Hashim tampak jelas terpampang di berita tersebut.

"Pengusaha Indonesia Hashim Djojohadikusumo, mantan penduduk Jenewa, mengklaim di pengadilan Swiss bahwa ia bangkrut karena membiayai kampanye politik saudaranya, presiden terpilih Prabowo Subianto," tulis artikel itu dalam kalimat pembuka.

"Pendanaan ini konon telah berdampak buruk pada kekayaannya, sehingga mencegahnya untuk melunasi utang pajak sebesar CHF 131 juta ($145 juta) yang ditinggalkannya di Swiss. Setidaknya, itulah yang berulang kali dijelaskan oleh pengacara Swiss-nya kepada pengadilan Jenewa.Tautan eksternaldan ke Pengadilan FederalTautan eksternal."

baca juga

Penyingkapan berkas hukum ini memancing beragam reaksi sinis dari warganet di berbagai platform digital. Banyak pengguna internet mengaitkan beban tunggakan tersebut dengan kebijakan pemungutan pajak domestik saat ini.

Unggahan akun @Folk.cyber dibanjiri ribuan komentar yang mempertanyakan keadilan pemungutan pajak bagi masyarakat biasa. Sebagian publik berspekulasi mengenai motif di balik sokongan finansial besar-besaran untuk kegiatan politik.

"Dipaksa bayar pajak sama orang yg punya utang pajak," tulis salah satu warganet di kolom komentar.

"Jd dia bantu prabowo jd presiden biar bisnis2nya lancar?" timpal pengguna internet lainnya.

"Jadi kita bayar pajak buat bayar utang pajak si Hasim, DAHM BROO DAHMN..." sahut akun berbeda.

"Pantesan pajak di genjot karna uangnya mau pakai bayar hutang pribadi," tambah warganet lain.

Perbincangan mengenai rekam jejak keuangan ini mencuat tepat setelah penyampaian rencana kebijakan perpajakan baru di dalam negeri. Pernyataan dari internal Kamar Dagang dan Industri Indonesia sempat memicu salah paham terkait implementasi pajak digital.

Direktorat Jenderal Pajak langsung memberikan klarifikasi resmi guna meredam simpang siur informasi di tengah masyarakat. Kendati demikian, sorotan publik terhadap sengketa finansial di Swiss tetap bergulir hangat di ruang publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

Terkini

Publik Kembali Ungkit Adik Prabowo Pernah Punya Masalah Pajak di Swiss

Publik Kembali Ungkit Adik Prabowo Pernah Punya Masalah Pajak di Swiss

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:54 WIB

Di Balik Lembaran Suket Gibran, PDIP Ungkap Keanehan Alibi Tanggalnya

Di Balik Lembaran Suket Gibran, PDIP Ungkap Keanehan Alibi Tanggalnya

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:51 WIB

5 Drama Korea Terbaru Bulan November 2026, Ada The Remarried Empress!

5 Drama Korea Terbaru Bulan November 2026, Ada The Remarried Empress!

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:50 WIB

Sadis! ASN di Kabupaten Puncak Papua Ditikam hingga Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

Sadis! ASN di Kabupaten Puncak Papua Ditikam hingga Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:49 WIB

6 Rekomendasi Pinjol Bunga Rendah Terdaftar OJK Mulai 0,01 Persen!

6 Rekomendasi Pinjol Bunga Rendah Terdaftar OJK Mulai 0,01 Persen!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:47 WIB

4 Glamping Hits Buat Quality Time Bareng Keluarga di Jogja, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

4 Glamping Hits Buat Quality Time Bareng Keluarga di Jogja, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:44 WIB

Urutan Skincare Wardah Hydra Rose Pagi Malam untuk Kulit Lembap dan Glowing

Urutan Skincare Wardah Hydra Rose Pagi Malam untuk Kulit Lembap dan Glowing

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:42 WIB

Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar

Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 10:37 WIB

5 Webtoon Naver Raih Penghargaan Today's Korean Comics 2026, Ini Daftarnya

5 Webtoon Naver Raih Penghargaan Today's Korean Comics 2026, Ini Daftarnya

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:30 WIB

5 Wisata Sejarah di Semarang, Paket Lengkap Edukasi hingga Spot Foto Estetik

5 Wisata Sejarah di Semarang, Paket Lengkap Edukasi hingga Spot Foto Estetik

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:26 WIB

×