Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB
Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan
Roslinda atau Oslin membicarakan Isu Anak Indonesia di Forum PBB pad 2019. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Roslinda asal Sumba Timur berhasil mengatasi keterbatasan desa berkat pemberdayaan dari Wahana Visi Indonesia sejak 2016.
  • Ia mewakili anak Indonesia dalam forum dunia di New York tahun 2019 dan meraih penghargaan KPAI pada 2020.
  • Roslinda kini berkomitmen kembali ke daerah asalnya untuk membuat kebijakan perlindungan anak setelah menyelesaikan kuliah S-1.

Suara.com - Bagi Roslinda atau akrab disapa Oslin, membayangkan dirinya berbicara di depan banyak orang dulunya adalah hal yang mustahil. Perempuan muda asal Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini pernah berada di titik di mana keberanian untuk sekadar mengutarakan pendapat pun tidak ia miliki.

Ia tumbuh di pelosok desa yang berjarak sekitar 1–2 jam perjalanan dari pusat Kota. Di tempat kelahirannya, sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari bertani.

Rasa gotong royong dan toleransi warga memang begitu erat, tetapi isolasi geografis membawa tantangan nyata: keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas, fasilitas kesehatan, hingga ruang bagi anak-anak untuk bersuara.

"Awalnya saya melihat bahwa ya sudah saya memang hanya anak desa yang memang lahir di tempat itu. Dan memang hanya pasti akan ada di tempat itu. Untuk sekolah, untuk kerja, bahkan untuk bermimpi saja pun masih pikir," ungkapnya saat berbincang dengan Suara.com, Senin (2/11/2026).

Namun, garis hidup Oslin mulai bergeser ketika Wahana Visi Indonesia (WVI)—organisasi kemanusiaan yang berfokus pada pemberdayaan anak, keluarga, dan masyarakat rentan—hadir di desanya.

Wadah Menemukan Suara

Pertemuan Oslin dengan WVI sebenarnya telah terjalin sejak ia masih di bangku taman kanak-kanak. Namun, keterlibatannya baru benar-benar bermula saat ia duduk di kelas 3 SD, sekitar 2016.

Saat itu, anak-anak desa mulai dirangkul melalui kelompok-kelompok kecil sebelum wadah yang lebih formal terbentuk.

"Pertama kali yang ada di desa kami itu kelompok anak. Ada tiga kelompok anak berdasarkan kedekatan wilayah masing-masing. Tiga kelompok anak ini setiap minggu melakukan kegiatan bersama dengan anak-anak yang difasilitasi oleh WVI," tuturnya.

baca juga

Memasuki bangku SMP, langkahnya kian mantap saat bergabung ke Forum Anak Desa. Meski awalnya bukan pengurus inti, ruang inilah yang menjadi titik balik kepercayaan dirinya.

"Sebenarnya sesimpel karena seru aja. Ada organisasi, terus ada wadah untuk kami bisa mengekspresikan diri. Kami bebas belajar, kami diajarkan juga. Kami dikasih ruang untuk berpartisipasi, berkreasi. Sesimpel itu alasannya, karena tempat di mana saya benar-benar bisa menjadi diri saya," ujarnya.

Perlahan, sosok Oslin yang pemalu mulai terkikis seiring pemahamannya tentang hak-hak dasar anak yang terus diasah.

"Saya melihat bahwa diri saya ya hanya sebatas seorang anak yang kerjaannya pergi sekolah pulang. Awalnya juga dulu saya benar-benar sangat pemalu. Saya bahkan tidak berani untuk bicara di publik," kata Oslin.

Menembus Tembok Keraguan dan Kemiskinan

Lewat ruang-ruang diskusi bersama WVI, mata Oslin dan kawan-kawannya terbuka. Mereka menyadari banyak hak anak di desanya yang terabaikan—mulai dari tingginya angka putus sekolah, ketiadaan akta kelahiran sebagai hak identitas, kerentanan terhadap tindak kekerasan, hingga maraknya perkawinan anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Kemenkeu Optimistis Kejar Pertumbuhan 6% Lewat Kebijakan Fiskal Terukur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:11 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Foto | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?

Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Terkini

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Pemilu AS Jadi Bursa Judi, Putaran Uang Tembus Rp26,8 Triliun

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:07 WIB

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

Kisah Roslinda: Berawal dari Kelompok Anak Desa, Kini Bermimpi Jadi Penentu Kebijakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Beban Pajak Makin Menggunung, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Beban Pajak Makin Menggunung, Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 16:03 WIB

Percakapan Prabowo Bobol ke Telinga Listyo, Keamanan Siber Istana Bakal Dievaluasi Total

Percakapan Prabowo Bobol ke Telinga Listyo, Keamanan Siber Istana Bakal Dievaluasi Total

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:02 WIB

Bukan Barang Mewah, Mengapa Perempuan Harus Membayar Pajak untuk Pembalut?

Bukan Barang Mewah, Mengapa Perempuan Harus Membayar Pajak untuk Pembalut?

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia

Refleksi Tren Stop the Wedding: Menikah Itu Kesiapan, Bukan Tuntutan Usia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Bagaimana Kerusakan Hutan Ancam Warisan Pangan Masyarakat Dayak Seberuang?

Bagaimana Kerusakan Hutan Ancam Warisan Pangan Masyarakat Dayak Seberuang?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

Sengketa Pajak Hashim Djojohadikusumo di Swiss Viral: Utang Miliaran hingga Sita Aset Mewah

Sengketa Pajak Hashim Djojohadikusumo di Swiss Viral: Utang Miliaran hingga Sita Aset Mewah

Video | Rabu, 04 November 2026 | 16:00 WIB

×