Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 04 November 2026 | 18:01 WIB
Soal Pengerahan Pasukan TNI ke Jakarta, DPR Minta Publik Tak Berspekulasi
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Komisi I DPR RI menanggapi kabar pengerahan ribuan personel TNI AL ke DKI Jakarta pada Rabu, 4 November 2026.
  • Dave Laksono menyatakan penambahan pasukan tersebut adalah wujud kesiapsiagaan TNI menjaga stabilitas dan keamanan nasional.
  • Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan pergerakan pasukan merupakan tugas rutin militer untuk melindungi keutuhan NKRI.

Suara.com - Komisi I DPR RI buka suara terkait kabar pengerahan 20.980 personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) secara bergelombang ke DKI Jakarta untuk memperkuat pengamanan ibu kota.

Pengerahan pasukan tersebut dikabarkan terjadi setelah mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai, penebalan pasukan tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari kesiapsiagaan TNI dalam menjaga stabilitas nasional.

"Menurut saya, penebalan personel TNI di Jakarta perlu dipahami sebagai bagian dari kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan stabilitas nasional. Sebagai institusi pertahanan negara, TNI memiliki tanggung jawab untuk senantiasa siap menghadapi berbagai perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional," ujar Dave kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).

Ia menekankan bahwa pengerahan pasukan harus didasarkan pada kebutuhan tugas di lapangan serta koordinasi antarlembaga. Dave pun mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi secara berlebihan.

"Setiap langkah pengerahan personel tentu didasarkan pada pertimbangan kebutuhan tugas, kondisi di lapangan, serta koordinasi dengan lembaga terkait. Karena itu, kita perlu melihat kebijakan tersebut secara proporsional dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum memperoleh penjelasan yang utuh dari pihak terkait," lanjutnya.

Politikus Partai Golkar itu juga menegaskan bahwa Komisi I DPR menghargai profesionalisme TNI. Namun, ia mengingatkan agar setiap langkah pengamanan tetap dilaksanakan secara terukur dan sesuai dengan ketentuan hukum.

"Komisi I DPR RI menghargai profesionalisme TNI dalam menjalankan tugasnya. Yang terpenting, setiap langkah pengamanan tetap dilaksanakan secara terukur, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mengedepankan kepentingan masyarakat dan stabilitas nasional," tegas Dave.

Lebih lanjut, Dave mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa di tengah perkembangan situasi saat ini.

baca juga

"Saya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Keberadaan TNI sebagai institusi pertahanan negara merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan, persatuan, dan keutuhan bangsa," pungkasnya.

Sebelumnya, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga buka suara menanggapi kabar pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke DKI Jakarta.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan bahwa pergerakan personel tersebut merupakan bagian dari tugas rutin militer untuk memastikan stabilitas dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," kata Nas, dikutip dari Antara, Selasa (3/11/2026) malam.

Meski mengonfirmasi kesiapsiagaan tersebut, Nas belum membeberkan secara spesifik misi operasional di balik pengerahan pasukan itu. Detail mengenai jumlah personel yang digeser ke ibu kota juga belum dijelaskan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TNI AL Kerahkan 20.980 Personel ke Jakarta, Pramono Pilih Tak Campuri Situasi

TNI AL Kerahkan 20.980 Personel ke Jakarta, Pramono Pilih Tak Campuri Situasi

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:44 WIB

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

Kronologi Helikopter TNI Jatuh di Perairan Kalteng: 1 Tewas saat Misi Pemadaman Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:06 WIB

Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang

Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Kisah Tanah Jawa: Mengungkap Mitos dan Sejarah Kelam di Balik Pulau Jawa

Kisah Tanah Jawa: Mengungkap Mitos dan Sejarah Kelam di Balik Pulau Jawa

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:00 WIB

Buntut Kasus Penyadapan Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Resmi Dicopot

Buntut Kasus Penyadapan Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Resmi Dicopot

Video | Rabu, 04 November 2026 | 18:00 WIB

Kenapa Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Dituding Mengarah ke Aksi Makar?

Kenapa Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Dituding Mengarah ke Aksi Makar?

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:59 WIB

KPK Masih Dalami Aliran Uang yang Dikumpulkan Orang Kepercayaan Nusron Wahid

KPK Masih Dalami Aliran Uang yang Dikumpulkan Orang Kepercayaan Nusron Wahid

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:58 WIB

Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Kaltim Masih Terus Meningkat

Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Kaltim Masih Terus Meningkat

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:55 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo: DPR Ingatkan Jangan Cuma Fokus Pidana, Etik Juga Harus Jalan

Kasus Penyadapan Prabowo: DPR Ingatkan Jangan Cuma Fokus Pidana, Etik Juga Harus Jalan

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:55 WIB

Puncaki Chart Musik Korea, Rescene Janji Tuk Melangkah Bersama di Lagu With

Puncaki Chart Musik Korea, Rescene Janji Tuk Melangkah Bersama di Lagu With

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 17:55 WIB

Dua dari Lima Balita Indonesia Belum Dapat Keragaman Pangan, Pemenuhan Gizi Masih Jadi Tantangan

Dua dari Lima Balita Indonesia Belum Dapat Keragaman Pangan, Pemenuhan Gizi Masih Jadi Tantangan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 17:54 WIB

Pramono Jawab Pesan Foke Soal Tata Ruang: Jakarta Pasti Berubah, Ukuran Kita Sekarang Kota Global

Pramono Jawab Pesan Foke Soal Tata Ruang: Jakarta Pasti Berubah, Ukuran Kita Sekarang Kota Global

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:52 WIB

Bukan Cuma Tiga Jenderal, Guru Besar Hukum Minta Asal Perintah Penyadapan Diungkap

Bukan Cuma Tiga Jenderal, Guru Besar Hukum Minta Asal Perintah Penyadapan Diungkap

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:49 WIB

×