- Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania meninggal dunia pada Rabu sore di Jakarta.
- Jenazah disemayamkan di RSUD Tarakan sebelum dibawa ke rumah duka kawasan Pondok Kelapa.
- Almarhumah pernah menjabat sebagai Kepala Diskominfotik DKI Jakarta dan mengembangkan berbagai aplikasi pelayanan publik.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diselimuti duka mendalam setelah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Atika Nur Rahmania, meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026) sore.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko.
“Kami segenap jajaran Pemprov DKI Jakarta benar-benar kehilangan salah satu pejuang dan sahabat terbaik di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Kami sangat kehilangan sosok yang luar biasa atas segala kontribusi, dedikasi, dan tanggung jawab beliau selama bertugas di Pemprov DKI,” ujar Sigit dalam keterangan resmi.
Bahkan, sebelum meninggal dunia, Atika masih sempat memberikan arahan dan motivasi kepada para aparatur sipil negara (ASN) baru.
“Tadi sore beliau juga sempat memberikan arahan serta motivasi bagi para CPNS yang baru dilantik menjadi PNS. Mudah-mudahan semangat beliau bisa menjadi pengingat dan motivasi bagi kita semua,” lanjut Sigit.
Sebelum dibawa ke rumah duka, jenazah Atika terlebih dahulu disemayamkan di RSUD Tarakan untuk mendapatkan penanganan awal.
“Selanjutnya akan dibawa ke rumah duka di kawasan Pondok Kelapa untuk pemulasaraan. Rencananya pemakaman akan dilaksanakan esok hari di TPU Pondok Kelapa,” papar Sigit.
Rumah duka Atika beralamat di Kompleks DKI Blok O.6, RT 017 RW 002, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Pemprov DKI Jakarta saat ini masih menunggu kepastian waktu pemakaman dari pihak keluarga Atika.
Sebelum dipercaya memimpin Bappeda, Atika pernah menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta pada Agustus 2018 hingga September 2022.
Selama memimpin Diskominfotik, Atika turut mendorong integrasi teknologi untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat ibu kota.
Sejumlah karya yang dikembangkan pada masa kepemimpinannya antara lain aplikasi JAKI, situs tanggap Covid-19, hingga kanal digital pemantau banjir Jakarta.