- Santiago Pena merupakan Presiden Paraguay yang terpilih pada 2023.
- Ia berasal dari Partai Colorado dan memiliki latar belakang sebagai ekonom.
- Namanya menjadi sorotan setelah krisis Ueno Bank memicu tekanan politik hingga proses pemakzulan.
Suara.com - Presiden Paraguay, Santiago Pena, mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis, 5 November 2026. Keputusan tersebut muncul di tengah krisis perbankan, di mana Ueno Bank kolaps dan menyebabkan jutaan nasabah kesulitan mengakses simpanan mereka.
Namun, pengunduran diri tersebut tidak serta-merta menghentikan tekanan politik terhadap Pena. Pasalnya, parlemen justru menyetujui dimulainya proses pemakzulan terhadap dirinya.
Situasi tersebut diketahui semakin memperkeruh kondisi politik Paraguay, terlebih krisis perbankan tersebut telah memicu gelombang demonstrasi di ibu kota Asuncion.
Di tengah situasi tersebut, latar belakang Santiago Pena sebagai ekonom dan politikus kembali menjadi perhatian.
Lantas, siapa sebenarnya Santiago Pena? Bagaimana profil dan perjalanan karier politikus tersebut sebelum menjabat sebagai Presiden Paraguay hingga menghadapi krisis yang berujung pada pengunduran diri dan proses pemakzulan?

Profil Santiago Pena
Santiago Pena merupakan seorang ekonom dan politikus Paraguay yang terpilih sebagai presiden pada 2023.
Ia dilantik untuk menjalankan masa jabatan selama lima tahun pada Agustus 2023 melalui Partai Colorado, salah satu kekuatan politik utama di negara Amerika Selatan tersebut.
Sebelum menduduki jabatan presiden, Pena memiliki latar belakang profesional di bidang ekonomi.
Selama menjabat sebagai presiden, Pena menghadapi berbagai persoalan politik dan ekonomi. Salah satu kontroversi terbesarnya muncul setelah Ueno Bank mengalami krisis solvabilitas yang berdampak pada jutaan nasabah.
Kronologi Pemakzulan Santiago Pena
Proses pemakzulan Santiago Pena bermula dari krisis yang menimpa Ueno Bank.
Bank digital tersebut mengalami masalah keuangan hingga Bank Sentral Paraguay harus melakukan intervensi setelah menemukan tingkat solvabilitasnya berada di bawah batas minimum yang diwajibkan.
Krisis semakin membesar setelah jutaan nasabah tidak dapat mengakses rekening dan menarik dana mereka. Kondisi ini memicu unjuk rasa besar-besaran di ibu kota Asuncion sekaligus meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Pena.
Sebanyak 35 anggota parlemen dari kelompok oposisi dan pembangkang partai pemerintah sebelumnya mengusulkan pemberhentian Pena. Mereka menilai sang presiden melakukan pengabaian tugas yang serius dan sistematis terkait persoalan bank tersebut.
Di tengah perdebatan parlemen, Pena mengumumkan pengunduran dirinya melalui media sosial X. Ia menyebut keputusan tersebut diambil demi menjaga stabilitas negara, kedamaian sosial, dan institusi demokrasi.
Pena juga meminta maaf kepada masyarakat Paraguay apabila selama menjabat pernah mengecewakan mereka.