- Senator Paraguay Celeste Amarilla mengancam membawa kapten timnas Prancis Kylian Mbappe ke jalur hukum akibat perseteruan di media sosial.
- Amarilla menuntut permohonan maaf terbuka dari Mbappe atas tuduhan rasialisme dan label wanita keji yang dilontarkan kepadanya.
- Jaksa Paris membuka penyelidikan atas kasus ini, dengan potensi hukuman satu tahun penjara dan denda bagi pihak Amarilla.
Suara.com - Perseteruan antara kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, dan senator Paraguay, Celeste Amarilla, kian memanas. Terbaru, Amarilla mengancam akan membawa Mbappe ke jalur hukum.
Konflik yang bermula dari saling sindir di media sosial kini berpotensi berlanjut ke pengadilan setelah Amarilla menolak tudingan Mbappe yang menyebutnya sebagai wanita keji dan rasis.
Amarilla membantah keras tuduhan tersebut. Meski unggahan sebelumnya menuai kritik karena dianggap mengandung unsur rasial, politikus Paraguay itu menegaskan dirinya tidak pernah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan.
Melalui pernyataan tertulis di media sosial, Amarilla mendesak Mbappe mencabut ucapannya sekaligus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jika tidak, ia mengaku siap menempuh jalur hukum.
"Saya tak menoleransi penghinaanmu. Kamu siapa tak kenal saya. Kamu tak tahu saya dan kamu tak punya hak untuk mengatakan saya wanita keji, tak pantas berada di posisi yang saya tempati," kata Celeste Amarilla.
“Saya tidak akan menarik kata-kata saya dan mungkin akan mengambil langkah hukum atas kekerasan berbasis gender.”
Singgung Kasus Ronaldinho

Tak berhenti sampai di situ, Amarilla juga melontarkan peringatan keras kepada Mbappe dalam sebuah konferensi pers.
Ia bahkan menyinggung kasus yang pernah menimpa legenda Brasil, Ronaldinho, saat berada di Paraguay.
"Biarkan dia membaca pesan saya. Saya menulis dalam bahasa Prancis dan Spanyol. Itu pun jika dia dapat membaca."
"Saya ingin mengatakan kepada dia, hati-hati dengan orang Paraguay! Jangan macam-macam, Mbappe! Kami sudah pernah menjebloskan Ronaldinho ke penjara. Jangan remehkan kami!" katanya seperti dikutip Le Figaro.
Di sisi lain, Amarilla mengakui telah menghapus unggahan awal yang memicu kontroversi.
Ia mengaku menyesali kalimat bernada penghinaan yang ditulisnya dan menyebut emosi saat itu sebagai penyebab utama.
Meski demikian, Amarilla menilai penyesalannya seharusnya dibalas dengan permintaan maaf dari Mbappe yang telah melabelinya sebagai sosok rasis dan wanita keji.
Dalam pernyataan yang sama, Amarilla juga menegaskan perseteruan ini hanya melibatkan dirinya dengan Mbappe, bukan dengan negara Prancis maupun rakyatnya.
