- Kekayaan bersih Santiago Pena mencapai 24,48 miliar guarani pada September 2025.
- Nilai properti meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan laporan 2023.
- Utangnya melonjak menjadi 3,762 miliar guarani.
Meski tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham perusahaan tersebut, laporan media Paraguay menyebut ia masih memiliki rekening dan produk simpanan di Ueno Bank.
Deklarasi terbaru juga mencatat investasi pada instrumen keuangan dan sejumlah aset lain. Pena diketahui memiliki simpanan deposito dan investasi pada beberapa lembaga keuangan.
Pengeluaran Bulanan Melebihi Gaji Presiden
Deklarasi harta Pena juga memuat informasi mengenai pendapatan dan pengeluaran bulanannya.
Ia melaporkan gaji beserta tunjangan representasi sebagai presiden sebesar 37,908 juta guarani per bulan. Sementara itu, total pengeluaran bulanannya tercatat lebih dari 73 juta guarani.
Salah satu pos pengeluaran terbesar adalah pendidikan, yang mencapai sekitar 52 juta guarani setiap bulan.
Kekayaan Santiago Pena Diperiksa Otoritas Paraguay
Pada Oktober 2026, Pena meminta Kantor Pengawas Keuangan Paraguay atau Contraloria General de la Republica (CGR) memeriksa deklarasi harta dan pendapatannya.
Permintaan itu muncul setelah delapan anggota parlemen oposisi melaporkannya atas dugaan pengayaan ilegal oleh pejabat publik, pencucian uang, perdagangan pengaruh, serta penyalahgunaan jabatan untuk keuntungan pribadi.
Kepala CGR Camilo Benitez menyebut pemeriksaan dapat berlangsung selama tiga hingga enam bulan. Proses tersebut bergantung pada data resmi dari lembaga lain, termasuk kantor pencatatan properti dan perbankan.
Dalam deklarasi yang diperbarui, Pena melaporkan kekayaan bersih sebesar 24,48 miliar guarani atau lebih dari 3,4 juta dolar AS.
Ia menyatakan tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan dan ingin menjaga nama baiknya dari pemberitaan yang menurutnya tidak akurat. Pemeriksaan tersebut merupakan proses penelaahan atas laporan kekayaan, bukan keputusan yang menyatakan Pena bersalah.
Santiago Pena Mundur dari Kursi Presiden Paraguay
Santiago Pena mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Presiden Paraguay pada Kamis, 5 November 2026.
Keputusan tersebut muncul di tengah krisis politik dan keuangan setelah Ueno Bank, lembaga keuangan digital yang memiliki keterkaitan dengan dirinya, mengalami kolaps dan diambil alih otoritas perbankan.
Krisis tersebut membuat jutaan nasabah kesulitan mengakses rekening dan simpanan mereka. Situasi itu turut memicu desakan pemakzulan di parlemen serta hilangnya dukungan dari sejumlah anggota partainya sendiri.
Pena menyampaikan pengunduran dirinya melalui rekaman video.
Ia menyebut stabilitas negara, perdamaian sosial, dan perlindungan institusi demokrasi sebagai alasan di balik keputusannya.