Jejak Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie Hingga Prabowo Subianto

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 06 November 2026 | 13:36 WIB
Jejak Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie Hingga Prabowo Subianto
Prabowo Subianto dan BJ Habibie (Istimewa)
baca 10 detik
  • Skandal penyadapan Presiden Prabowo Subianto melibatkan mantan Kapolri dan dua perwira tinggi kepolisian.

  • Penyadapan presiden merupakan kasus berulang yang pernah menimpa BJ Habibie, SBY, hingga Jokowi.

  • Megawati Soekarnoputri mengarahkan penggunaan ponsel asisten demi menghindari pengawasan komunikasi ilegal yang marak.

Suara.com - Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto mempertegas rapuhnya keamanan komunikasi elit politik di Istana Negara. Kasus terbaru ini membuktikan bahwa praktik pengawasan ilegal terhadap kepala negara terus berulang sejak era Reformasi.

Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama dua perwira tinggi kepolisian telah ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi intelijen internal tersebut. Pengungkapan ini memberi sudut pandang baru bahwa ancaman penyadapan kini justru datang dari lingkaran dalam pemerintahan sendiri.

Peristiwa ini menambah daftar panjang riwayat peretasan ruang pribadi para pemimpin Indonesia oleh pihak luar maupun instansi internal. Dikutip dari CNA, berikut ini insiden kebocoran rekaman suara Presiden BJ Habibie hingga penyadapan intelijen asing terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

1. Komunikasi Presiden BJ Habibie Bisa Bocor ke Publik

BJ Habibie dan Anwar Ibrahim
BJ Habibie dan Anwar Ibrahim

Kebocoran rekaman percakapan telepon antara Presiden BJ Habibie dan Jaksa Agung Andi M. Ghalib pada Desember 1998 menjadi kasus penyadapan pertama di era Reformasi. Percakapan sensitif tersebut membahas penanganan hukum mantan Presiden Soeharto yang baru saja lengser.

Transkrip pembicaraan itu tersebar luas di media nasional pada Februari 1999 dan memicu kekhawatiran publik atas privasi Istana. Sebuah mikrofon berukuran kecil diduga telah disembunyikan di dalam ruang kerja presiden.

Hingga saat ini, pelaku utama di balik pemasangan alat sadap dan pembocoran transkrip tersebut tidak pernah terungkap ke publik. Kasus ini menjadi catatan kelam perlindungan rahasia negara di tengah masa transisi demokrasi.

2. Megawati Soekarnoputri Begitu Khawatir Terhadap Penyadapan

Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengaku secara terbuka bahwa dirinya menjadi sasaran empuk pengawasan komunikasi secara berkala. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri peresmian markas baru organisasi pemuda partainya di Jakarta pada Oktober 2024.

baca juga

Megawati dengan tegas mengungkapkan alasan dirinya sengaja menghindari penggunaan ponsel pribadi agar percakapannya tidak dimonitor orang lain. Kebiasaan tersebut membuatnya harus menggunakan cara khusus saat ingin berkomunikasi.

"Setiap kali saya perlu menghubungi seseorang, saya meminjam ponsel asisten saya," kata Megawati Soekarnoputri.

Ketua Umum PDI-P tersebut juga mengaku pernah meluapkan kemarahannya secara langsung kepada pihak yang ia curigai melakukan pengawasan. Meski demikian, identitas para oknum penyadap tersebut tidak pernah dibuka kepada khalayak umum.

3. Intelijen Australia Menyadap Ponsel Presiden SBY

Video SBY minta maaf susilo bambang yudhoyono
Video SBY minta maaf susilo bambang yudhoyono

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Australia sempat memanas akibat aksi intelijen Defense Signals Directorate Australia yang menyadap telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Agustus 2009. Informasi ini terbongkar ke publik pada November 2013 setelah dokumen rahasia pembocor dokumen NSA Edward Snowden dipublikasikan media internasional.

Penyadapan tersebut berlangsung selama 15 hari untuk merekam rekam jejak panggilan serta mengincar isi percakapan Presiden SBY. Selain sang presiden, ibu negara Ani Yudhoyono, Wapres Boediono, serta mantan Wapres Jusuf Kalla juga masuk dalam daftar target intelijen asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Hukum: Makar Bisa Dijerat Jika Listyo Sigit cs Bikin Prabowo Tak Mampu Jalankan Tugasnya

Pakar Hukum: Makar Bisa Dijerat Jika Listyo Sigit cs Bikin Prabowo Tak Mampu Jalankan Tugasnya

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:15 WIB

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:09 WIB

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Seluruh Kru Ditemukan! Jenazah Serda Heri Dievakuasi dari Bangkai Heli MI-17 di Kalteng

Seluruh Kru Ditemukan! Jenazah Serda Heri Dievakuasi dari Bangkai Heli MI-17 di Kalteng

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:36 WIB

Kulkas 2 Pintu Termurah Merek Apa? Ini 5 Pilihannya Mulai Rp1 Juta

Kulkas 2 Pintu Termurah Merek Apa? Ini 5 Pilihannya Mulai Rp1 Juta

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 13:35 WIB

Gibran Gencar Diusulkan untuk Dimakzulkan, Begini Respons Pimpinan DPR

Gibran Gencar Diusulkan untuk Dimakzulkan, Begini Respons Pimpinan DPR

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:30 WIB

Menelusuri Benang Merah Kekerasan dalam Kisah-kisah Absurd Tiga dalam Kayu

Menelusuri Benang Merah Kekerasan dalam Kisah-kisah Absurd Tiga dalam Kayu

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 13:30 WIB

Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol

Karyawan Maskapai di Bandara Bali Tilap Duit Perusahaan Rp600 Juta untuk Judol

Bali | Jum'at, 06 November 2026 | 13:28 WIB

Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP

Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 13:18 WIB

Tidak Hanya Guru, PPPK Paruh Waktu Nakes hingga Damkar Resmi Diangkat Penuh Waktu

Tidak Hanya Guru, PPPK Paruh Waktu Nakes hingga Damkar Resmi Diangkat Penuh Waktu

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:15 WIB

Pakar Hukum: Makar Bisa Dijerat Jika Listyo Sigit cs Bikin Prabowo Tak Mampu Jalankan Tugasnya

Pakar Hukum: Makar Bisa Dijerat Jika Listyo Sigit cs Bikin Prabowo Tak Mampu Jalankan Tugasnya

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:15 WIB

BPS Catat Ekonomi Tumbuh 5,47%: Mengapa Dapur Rakyat Justru Makin Tercekik?

BPS Catat Ekonomi Tumbuh 5,47%: Mengapa Dapur Rakyat Justru Makin Tercekik?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 13:15 WIB

Cara Scan Dokumen Menggunakan Kamera HP agar Hasilnya Jelas, Anti Repot

Cara Scan Dokumen Menggunakan Kamera HP agar Hasilnya Jelas, Anti Repot

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 13:15 WIB

×