- Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo mencuat pada November 2026.
- Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Angela Merkel dan SBY, pernah menjadi target penyadapan.
- Spyware Pegasus juga dikaitkan dengan pengawasan terhadap sejumlah kepala negara.
Suara.com - Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto tengah menjadi sorotan. Bareskrim Polri menetapkan sejumlah perwira tinggi sebagai tersangka sejak Selasa, 3 November 2026.
Hingga kini, ada 4 tersangka yang diduga terlibat dalam penyadapan nomor telepon Prabowo dan sejumlah tokoh lain melalui sistem Lawful Interception Management System (LIMS) tanpa prosedur hukum yang semestinya.
Perkara ini pun menambah daftar kasus pengintaian komunikasi yang pernah melibatkan pemimpin negara di berbagai belahan dunia.
Sebelum kasus Prabowo mencuat, sejumlah kepala negara juga pernah menjadi target penyadapan intelijen asing maupun pengawasan menggunakan perangkat lunak mata-mata.
Lantas, siapa saja pemimpin negara yang pernah terseret kasus penyadapan?
Penyadapan ilegal dapat berujung pada konsekuensi hukum, mulai dari pidana penjara hingga sanksi diplomatik dan pemutusan kerja sama antarnegara, bergantung pada aturan hukum yang berlaku serta pihak yang terlibat.

Deretan Kasus Penyadapan Pemimpin Negara
1. Dilma Rousseff (Presiden Brasil)
Pada September 2013, dokumen intelijen yang dibocorkan Snowden mengungkap bahwa NSA turut mengawasi komunikasi Presiden Brasil Dilma Rousseff.
Selain ponsel Rousseff, terdapat 29 nomor telepon pejabat tinggi pemerintah Brasil yang masuk dalam sasaran pemantauan.
Pengawasan tersebut juga berkaitan dengan aktivitas Rousseff ketika berada di dewan perusahaan minyak milik negara, Petrobras.
Informasi mengenai aset dan kepentingan ekonomi Brasil diduga menjadi salah satu hal yang ingin diketahui melalui operasi tersebut.
Pengungkapan kasus ini membuat hubungan Brasil dan Amerika Serikat memanas. Rousseff memutuskan tidak melanjutkan rencana kunjungan kenegaraan ke Washington pada 2013. Brasil juga membatalkan rencana pembelian 36 jet tempur Boeing dengan nilai sekitar 4,5 miliar dolar AS.
2. Emmanuel Macron (Presiden Prancis)
Pada 2019, nomor ponsel Presiden Prancis Emmanuel Macron teridentifikasi dalam daftar target pengawasan menggunakan spyware Pegasus.
Nomor milik penasihat utamanya, Franck Paris, dan mantan pengawal pribadinya, Alexandre Benalla, juga tercatat dalam kelompok data tersebut.