13 Kasus Penyadapan Pemimpin Negara, Ada Emmanuel Macron hingga Prabowo

Farah Nabilla, Dita Alvinasari

Jum'at, 06 November 2026 | 14:12 WIB
13 Kasus Penyadapan Pemimpin Negara, Ada Emmanuel Macron hingga Prabowo
Presiden RI Prabowo saat bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Do
baca 10 detik
  • Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo mencuat pada November 2026.
  • Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Angela Merkel dan SBY, pernah menjadi target penyadapan.
  • Spyware Pegasus juga dikaitkan dengan pengawasan terhadap sejumlah kepala negara.

Nomor-nomor itu diduga dipilih oleh badan intelijen Maroko di tengah krisis politik yang terjadi di Aljazair.

3. Andres Manuel Lopez Obrador (Presiden Meksiko)

Sebelum memenangkan pemilihan presiden pada 2018, Andres Manuel Lopez Obrador dan sejumlah orang di lingkaran terdekatnya diduga menjadi sasaran pengawasan menggunakan Pegasus.

Pada 2016–2017, sedikitnya 26 orang yang memiliki hubungan dekat dengannya tercatat dalam daftar target, termasuk istri dan tiga anak laki-lakinya, serta saudara dan dokter pribadi.

4. Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy, dan Francois Hollande (Presiden Prancis)

Tiga presiden Prancis dari periode berbeda pernah dikaitkan dengan operasi penyadapan NSA. Mereka adalah Jacques Chirac, Nicolas Sarkozy, dan Francois Hollande.

Kasus ini mencuat pada 2015 setelah WikiLeaks memublikasikan dokumen rahasia yang memperlihatkan dugaan pengawasan terhadap komunikasi ketiga presiden selama 2006–2012.

Aktivitas tersebut disebut berlangsung melalui fasilitas pengawasan di Paris dan Kedutaan Besar Prancis di Washington.

Pemerintah Prancis tidak tinggal diam. Hollande memanggil Duta Besar Amerika Serikat Jane Hartley untuk meminta penjelasan.

baca juga

Ia juga menghentikan sementara pembahasan sejumlah kerja sama bilateral hingga pemerintah AS memberikan jaminan keamanan secara resmi.

5. Barham Salih (Presiden Irak)

Nama Barham Salih, yang pernah menjabat sebagai Presiden Irak, juga muncul dalam kelompok nomor telepon terkait Pegasus pada periode 2018–2019.

Data tersebut dikaitkan dengan pengguna sistem pengawasan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

6. Angela Merkel (Kanselir Jerman)

Nama Angela Merkel sempat menjadi sorotan internasional setelah terungkapnya operasi pemantauan komunikasi oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) pada 2013.

Informasi tersebut berasal dari dokumen rahasia yang dibocorkan mantan kontraktor NSA, Edward Snowden.

Dalam dokumen itu, NSA disebut telah memantau ponsel Merkel serta 69 nomor milik pejabat senior Jerman sejak 2002.

Sejumlah komunikasi yang menjadi sasaran pengawasan berkaitan dengan pembahasan krisis keuangan global pada 2009 dan persoalan Uni Eropa pada 2011.

Merkel kemudian meminta penjelasan langsung kepada Presiden AS saat itu, Barack Obama.

Pemerintah Jerman juga mengambil langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat dengan mengakhiri kontrak infrastruktur komunikasi bersama Verizon.

7. Cyril Ramaphosa (Presiden Afrika Selatan)

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa turut masuk dalam kelompok data nomor telepon yang diduga menjadi sasaran pengawasan pada 2019.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya upaya pemantauan komunikasi kepala negara Afrika Selatan oleh pihak asing yang dikaitkan dengan Rwanda.

8. Felipe Calderon dan Enrique Pena Nieto (Presiden Meksiko)

Meksiko juga menghadapi pengungkapan praktik penyadapan yang melibatkan dua kepala negaranya, yaitu Felipe Calderon dan Enrique Pena Nieto. Informasi mengenai kasus tersebut muncul melalui dokumen Snowden pada 2013.

NSA diduga mengakses server surat elektronik resmi Calderon beserta komunikasi sejumlah anggota kabinetnya. Pengawasan terhadap Pena Nieto bahkan telah berlangsung ketika dirinya masih menjadi kandidat presiden dalam pemilu 2012.

Dokumen yang terungkap memperlihatkan bahwa komunikasi Pena Nieto mengenai penyusunan calon anggota kabinet turut menjadi sasaran pemantauan.

Persoalan ini kemudian mendorong Meksiko mengevaluasi hubungan kerja sama intelijen dan pertahanan dengan Amerika Serikat, khususnya di wilayah perbatasan.

9. Mostafa Madbouly (Perdana Menteri Mesir)

Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly menjadi nama lain yang muncul dalam temuan Pegasus Project. Nomor teleponnya tercatat dalam kelompok data sasaran pengawasan digital pada 2019.

Operasi tersebut diduga berkaitan dengan pihak Arab Saudi.

10. Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden ke-6 RI)

Indonesia juga pernah menghadapi persoalan serupa ketika komunikasi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diketahui menjadi sasaran pengawasan intelijen Australia.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada November 2013. Dokumen Defence Signals Directorate (DSD) Australia yang dibocorkan Edward Snowden menunjukkan adanya pemantauan terhadap ponsel SBY selama 15 hari pada Agustus 2009.

Tidak hanya presiden, sejumlah pejabat dan orang terdekatnya juga masuk dalam daftar sasaran. Mereka antara lain Ibu Negara Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, Jusuf Kalla, serta beberapa menteri.

Sebagai respons, pemerintah Indonesia menarik Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, dari Canberra. Indonesia juga menghentikan sementara kegiatan latihan militer bersama Australia sebagai bentuk protes terhadap tindakan tersebut.

11. Mohammed VI (Raja Maroko) dan Saad Eddine el-Othmani (Perdana Menteri Maroko)

Penggunaan Pegasus juga dikaitkan dengan dugaan pengawasan terhadap Raja Maroko Mohammed VI dan mantan Perdana Menteri Saad Eddine el-Othmani pada 2019.

Keduanya disebut dalam data yang berkaitan dengan target pengintaian digital.

12. Imran Khan (Perdana Menteri Pakistan)

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan juga masuk dalam data nomor telepon yang dikaitkan dengan Pegasus pada 2019.

Dugaan pengawasan terhadap Khan disebut memiliki hubungan dengan pihak intelijen India. Situasi ini menjadi sorotan mengingat hubungan India dan Pakistan telah lama diwarnai ketegangan politik dan geopolitik.

13. Prabowo Subianto (Presiden RI)

Indonesia kembali dihadapkan pada isu pengawasan komunikasi setelah muncul dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto pada Selasam 3 November 2026.

Hingga kini, Bareskrim Polri menetapkan 4 perwira tinggi kepolisian sebagai tersangka, yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi.

Mereka diduga terlibat dalam pemasukan sejumlah nomor telepon ke sistem LIMS tanpa melalui prosedur penegakan hukum yang semestinya.

Nomor-nomor tersebut disebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk presiden, menteri, politisi, jurnalis, dan pengusaha. Aktivitas yang dipersoalkan pun diduga berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie Hingga Prabowo Subianto

Jejak Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie Hingga Prabowo Subianto

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:36 WIB

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

Presiden Prabowo Kena Sadap, KSPI dan Sejumlah Serikat Buruh Siap Turun ke Monas

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:09 WIB

Terkini

Arti Mimpi Sholat Berjamaah Menurut Islam, Benarkah Jadi Tanda Doa Terkabul?

Arti Mimpi Sholat Berjamaah Menurut Islam, Benarkah Jadi Tanda Doa Terkabul?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:10 WIB

Keunggulan Ini Buat Toyota Raih Kepuasan Tertinggi Konsumen Indonesia

Keunggulan Ini Buat Toyota Raih Kepuasan Tertinggi Konsumen Indonesia

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 14:10 WIB

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:09 WIB

5 Rekomendasi Sneakers Lokal Tahan Air dan Anti Licin untuk Musim Hujan

5 Rekomendasi Sneakers Lokal Tahan Air dan Anti Licin untuk Musim Hujan

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:08 WIB

Eks Kabareskrim Susno Duadji Yakin Akan Ada Tersangka Penyadapan Prabowo di Luar Polri

Eks Kabareskrim Susno Duadji Yakin Akan Ada Tersangka Penyadapan Prabowo di Luar Polri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:07 WIB

Jakarta Siaga Banjir! 200 RW Masih Rawan, BPBD Siapkan 403 Lokasi Pengungsian

Jakarta Siaga Banjir! 200 RW Masih Rawan, BPBD Siapkan 403 Lokasi Pengungsian

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:04 WIB

Soal Insentif Mobil Hybrid, Menperin: Ternyata Banyak Perspektif dari Sektor Lain

Soal Insentif Mobil Hybrid, Menperin: Ternyata Banyak Perspektif dari Sektor Lain

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 14:04 WIB

Cadangan Devisa Naik Tembus Rp2.657 Triliun di Akhir Oktober

Cadangan Devisa Naik Tembus Rp2.657 Triliun di Akhir Oktober

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 14:02 WIB

Novel Chronicles of Natha: Misi Balas Dendam dan Penyamaran Putri Ayana

Novel Chronicles of Natha: Misi Balas Dendam dan Penyamaran Putri Ayana

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 14:00 WIB

Harley-Davidson Terbaru Semurah Kawasaki 250cc? Intip Pesona Sprint 440 yang Bikin Geger

Harley-Davidson Terbaru Semurah Kawasaki 250cc? Intip Pesona Sprint 440 yang Bikin Geger

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 13:59 WIB

×