NTB.Suara.com – Nikita Mirzani makin sewot dalam kasus Ferdy Sambo dkk. Bila sebelumnya dia sewot hukuman mati untuk Sambo, dan hukuman 1,5 tahun untuk Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, kini dia kembali bersuara soal putusan komisi kode etik Polri untuk Bharada E.
Bahkan, Nikita Mirzani membuat surat terbuka kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memprotes mengapa Bharada E tidak dipecat dari Polri. Bahkan, Nikmir minta agar semua polisi yang terlibat dalam kasus Ferdy Sambo tidak dipecat.
Pernyataan itu disampaikan Nikita melalui unggahan di instastory @nikitamirzanimawardi_172 Kamis (23/2/2023).
"Turuntuk bapak kapolri @listyosigitprabowo beserta jajarannya yang terhormat,” tulis Nikita mengawali surat terbukanya.
Dia menanyakan mengapa Bharada E yang jelas-jelas sudah membunuh dan menembak apa pun alasannya karena disuruh atasan masih bisa menjabat sebagai polisi.
“Dia juga jujur karena takut dihukum mati. Bukan karena emang mau jujur dari hat. Setelah diiming2in kalo jujur nerima hukuman yang sangat ringan baru tuh si Bharada E jujur,” tulis dia.
Dia pun minta agar tidak pilih kasih. Dia meminta semua polisi yang divonis bersalah dan sudah dipenjara jangan dipecat.
“Sama semua yang terlibat kasus Sambo juga jangan dipecat. Yang nembak itu Cuma Sambo dan Bharada E. Ingat Pak Polisi yang lain gak ada yang ikutan nembak,” terang dia.
![Surat terbuka Nikita Mirzani untuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. [Instagram @nikitamirzanimawardi_172]](https://media.suara.com/suara-partners/ntb/thumbs/1200x675/2023/02/23/1-surat-terbuka-nikita-mirzani.jpg)
Selanjutnya Nikita meminta agar memulihkan nama baik para polisi yang terlibat dalam kasus Sambo. Katanya, tidak ada kesalahan di atas membunuh yang lebih sadis.
Baca Juga: Meski Takut, Ronny Terpanggil Kejujuran Richard Eliezer
“Ini aja membunuh masih bisa jadi polisi kan?” katanya.
Dia pun memprotes kepolisian, jangan hanya karena nama kepolisian sudah jelek, sehingga mengikut apa kata netizen.
“Polisi ada bukan karena netizen. Harus diketahui itu yah,” tandasnya seraya menyatakan bahwa nama kepolisian akan baik lagi. (*)