ntb

Peluang Jadi Bos di Depan Mata, Bocah Kembar Dedi dan Dida Garap Maggot

Suara NTB Suara.Com
Kamis, 02 Maret 2023 | 09:18 WIB
Peluang Jadi Bos di Depan Mata, Bocah Kembar Dedi dan Dida Garap Maggot
Kang Dedi mengajak bocah kembar Dedi dan Dida terlihat begitu bersemangat ketika diajak keliling ke SMPN 1 dan SMPN 2 Subang (Youtube)

NTB.Suara.com - Bocah kembar Dedi dan Dida terlihat begitu bersemangat ketika diajak keliling ke SMPN 1 dan SMPN 2 Subang, Jawa Barat, oleh Dedi Mulyadi.

Mantan bupati Purwakarta dua periode itu mengajak keduanya untuk menawarkan kerjasama kepada pihak sekolah.

Kerjasamanya tentu soal botol plastik maupun gelas plastik bekas yang nantinya menjadi ladang bisnis calon bos rongsokan, Dedi dan Dida.

Bukan hanya berkeliling ke sekolah lain. Siswa SMP 6 Subang itu juga diajak Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi untuk menemui pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Lingkungan (DLHK) Subang.

Di sana mereka bertemu dengan Irwan dari DHLK. Kang Dedi pun menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka.

"Tadi (Ke SMPN 1), katanya sampah suka diangkut DHLK. Jadi kami mau beli sampahnya," begitu kata mantan suami dari bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika itu seperti dikutip NTB.Suara.com dari kanal youtubenya, Kamis 2 Maret 2023. "Bisa nggak anak-anak ini mendapat akses," imbuhnya.

Irwan pun memberikan sinyal positif dan mendukung langkah Kang Dedi. Anak-anak itu bisa mengikuti lelang untuk penanganan sampah.

Tak hanya itu, Irwan juga menunjukkan beragam inovasi yang sudah dilakukan oleh DHLK Subang dalam penanganan sampah.

Salah satunya dengan mengembangkan belatung atau maggot dari black soldier fly atau BSF. Belatung itu bisa dijadikan pakan ikan dan juga ayam. Di sisi lain, maggot bisa mengura jumlah sampah organik yang menjadi makananya.

Baca Juga: Tommy Soeharto, Pangeran Cendana yang Digandrungi Artis Cantik, Hartanya Tembus Rp 9,7 Triliun

Kang Dedi yang juga anggota DPR RI yang membidangi soal lingkungan pun angkat jempol dengan langkah DHLK Subang.

Dia juga menjelaskan kepada Dedi dan Dida untuk bisa mengembangkan maggot karena memiliki potensi ekonomis yang tinggi. "Jadi selain sampah dan rongsokan. Bisa juga mengembangkan maggot," tawar Kang Dedi. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI