NTB.Suara.com – Publik dikejutkan dengan postingan Ria Ricis di Instastory soal 11 poin penyebab hancurnya rumah tangga.
Banyak publik yang berspekulasi adanya gelagat keretakan rumah tangga Ria Ricis dengan Teuku Ryan, apalagi kini ia sering tampil tanpa ditemani sang suami.
Menurut psikolog Nurchayati postingan tersebut merupakan curahan hati Ria Ricis untuk mengungkapkan suasana hati hingga perspektifnya.
“Ini kayak dia mengungkapkan suasana hatinya, mengungkapkan perasaannya, mengungkapkan kebutuhannya, mengungkapkan perspektifnya tentang apa yang terjadi dalam pernikahan,” kata Nurchayati dikutip dari YouTube Cumicumi Jumat (14/4/2023).
Namun psikolog ini tidak yakin apakah 11 poin yang diunggah tersebut betul terjadi sebagai realita pada pernikahannya atau postingan untuk semua orang yang sedang ditimpa prahara rumah tangga.
Jika dilihat sekilas dari gestur dan ekspresi di depan layar yang interaktif dan tersenyum lebar, bisa disebut Ria Ricis dan Teuku Ryan merupakan tipe orang ekstrovert.
Nurchayati menyebut bahwa apa yang dilakukan YouTuber kondang itu bukan upaya mencari perhatian, lantaran dia dikelilingi orang-orang yang kompeten di bidang agama maupun pernikahan.
Dia memberi saran agar pihak laki-laki dan perempuan harus saling terbuka tentang pernikahan yang seperti apa, butuh sosok seperti apa, ingin menjadi seperti apa nanti, bagaimana mengasuh, mencari nafkah, hubungan suami istri, pengelolaan uang, hingga bagaimana berbakti pada orangtua dan mertua.
Jika hal tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik, maka keduanya akan sama-sama shock lantaran kedua orang tersebut membawa perspektifnya masing-masing.
Baca Juga: CEK FAKTA: Innalillahi, Benarkah Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud Meninggal Dunia?
Ria Ricis juga memposting curahan hatinya melalui akun TikToknya bahwa dia butuh dikuatkan.
Menanggapi unggahan ibunda Moana ini, psikolog Nurchayati memberikan pendapatnya.
“Mungkin sudah lelah kali ya. Biasanya gitu, itu ungkapan emosi, entah sifatnya sesaat atau merasa sudah tidak ada jalur komunikasi yang bisa untuk menjembatani perbedaan perspektif,” ungkap Nurchayati. (Mf Ifta/*)