Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena

Sabtu, 07 Februari 2026 | 21:10 WIB
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyoroti tragedi YBS, bocah NTT yang meninggal karena kesulitan membeli buku dan pena.
  • Pernyataan Hasto disampaikan saat acara Fatmawati Trophy di Jakarta Selatan pada Sabtu, 7 Februari 2026.
  • Peristiwa ini menjadi tamparan kemanusiaan, menunjukkan realita bangsa masih jauh dari harapan Ibu Bangsa Fatmawati.

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, memberikan sorotan tajam terhadap tragedi memilukan yang menimpa YBS (10), seorang bocah SD asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

YBS dikabarkan mengakhiri hidupnya karena himpitan ekonomi yang membuatnya tidak mampu membeli buku dan pena.

Hasto menyebut peristiwa tragis ini sebagai tamparan keras yang menggugah rasa kemanusiaan, sekaligus menunjukkan bahwa kondisi bangsa saat ini masih jauh dari harapan Ibu Negara pertama sekaligus Ibu Bangsa, Fatmawati Soekarno.

Hal tersebut disampaikan Hasto dalam sambutannya di acara Fatmawati Trophy yang digelar di Museum Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).

"Betapa kita sering meninggalkan suatu amanat-amanat suci yang terkandung dalam lagu itu (Indonesia Raya III Stanza) ‘Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, bangunlah budinya’. Ketika kita melihat yang di NTT seorang anak yang harus meregang nyawa karena tidak bisa membeli alat tulis," ujar Hasto.

Berdasarkan laporan, YBS ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh.

Ia nekat mengakhiri hidup setelah permintaan untuk membeli buku dan pena tidak dapat dipenuhi oleh sang ibu karena ketiadaan biaya.

Hasto menilai surat perpisahan yang ditinggalkan bocah tersebut merupakan potret duka nasional yang seharusnya menggugah nurani seluruh elemen bangsa.

Ia menekankan, bahwa perjuangan Ibu Fatmawati dalam merawat kemanusiaan dan kedaulatan bangsa harusnya menjadi pengingat agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Baca Juga: Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial

Hasto mempertanyakan sejauh mana bangsa ini telah memenuhi harapan para pendiri bangsa dalam melindungi rakyat kecil.

"Ini menggugah kita semua sebagai bangsa, menggugah kemanusiaan, keadilan, dan bertanya lagi bahwa apa yang diwakili dari sejarah perjuangan Ibu Fatmawati Soekarno sebagai Ibu Bangsa betul-betul masih juga jauh dari seluruh harapan-harapan beliau," tegasnya.

Melalui momentum peringatan sejarah Fatmawati ini, Hasto mengajak semua pihak untuk merefleksikan kembali nilai-nilai keadilan sosial agar hak dasar anak bangsa, terutama dalam hal pendidikan, dapat terpenuhi tanpa harus ada nyawa yang melayang karena kemiskinan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI