Besok Banget! Gak Semua Wilayah Indonesia Kebagian Lihat Gerhana Matahari Hibrida, Cek Kotamu Segera

Suara NTB

Rabu, 19 April 2023 | 13:17 WIB
Besok Banget! Gak Semua Wilayah Indonesia Kebagian Lihat Gerhana Matahari Hibrida, Cek Kotamu Segera
Ilustrasi gerhana matahari. Besok Gak Semua Wilayah Indonesia Kebagian Lihat Gerhana Matahari Hibrida, Cek Kotamu Segera (sumber foto: laman bmkg)

NTB.Suara.com – Gerhana Matahari Hibrida besok, Kamis 20 April 2023 akan melewati Indonesia. Namun, tidak semua wilayah Indonesia berkesempatan dapat menyaksikan gerhana matahari ini.

Simak sejumlah wilayah yang akan dilewati dan tidak dilewati gerhana matahari hibrida berikut ini.

Peneliti dari Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin menyampaikan bahwa gerhana matahari hibrida dapat disaksikan hampir seluruh wilayah Indonesia, meski dalam wujud Gerhana Sebagian.

“Untuk 38 provinsi secara umum mengalami gerhana Matahari sebagian, kecuali lima kabupaten/ kota di Provinsi Aceh," ungkap Andi, dikutip NTB.Suara.com pada Rabu (19/4).

Selain gerhana matahari sebagian, akan ada sejumlah daerah yang mengalami Gerhana Matahari Total ketika gerhana matahari hibrida sedang terjadi.

Hal ini disebabkan oleh permukaan bumi yang melengkung, sehingga kondisi terjadinya gerhana bergantung pada lokasi pengamat.

Berikut sejumlah wilayah Indonesia yang dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total.


Maluku
- Pulau Kisar: 13.23.09 WIT (1 menit 10 detik)
- Pulau Maopora: 13.25.05 WIT (0 menit 59 detik)
- Pulau Damar: 13.28.25 WIT (1 menit 24 detik)
- Pulau Watubela: 13.40.49 WIT (1 menit 5 detik)


Papua Barat
- Kepulauan Antalisa: 13.45.14 WIT (1 menit 11 detik)
- Randepandai: 13.50.32 WIT (1 menit 1 detik)
- Roswar: 13.51.45 WIT (0 menit 57 detik)
- Pulau Num: 13.54.45 WIT (1 menit 5 detik)

baca juga


Papua
- Wooi: 13.55.08 WIT (1 menit 11 detik)
- Serui: 13.55.08 WIT (1 menit 11 detik)
- Biak Kota: 13.57.18 WIT (1 menit 5 detik)


Untuk wilayah yang mengalami gerhana matahari hibrida sebagian, Yogyakarta akan menjadi lokasi paling awal gerhana matahari sebagian.

Sedangkan lokasi yang paling awal mengakhiri gerhana Matahari sebagian adalah kota Medan.

Sementara itu, akan ada lima wilayah kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang tidak doaat menyaksikan gerhana matahari sebagian. Yaitu Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie. (*/Haryo)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siap-Siap! Besok Gerhana Matahari Total, Sang Fenomena Langit Langka di Indonesia, Ini Lokasi dan Durasinya

Siap-Siap! Besok Gerhana Matahari Total, Sang Fenomena Langit Langka di Indonesia, Ini Lokasi dan Durasinya

Ntb | Rabu, 19 April 2023 | 09:29 WIB

5 Dampak Gerhana Matahari Hibrida, Dosen ITB: Bisa Sebabkan Kebutaan

5 Dampak Gerhana Matahari Hibrida, Dosen ITB: Bisa Sebabkan Kebutaan

Ntb | Senin, 17 April 2023 | 16:15 WIB

Catat! Gerhana Matahari Terjadi 20 April 2023, Tahun Ini Ada 4 Kali, Ini Waktunya

Catat! Gerhana Matahari Terjadi 20 April 2023, Tahun Ini Ada 4 Kali, Ini Waktunya

Ntb | Sabtu, 15 April 2023 | 09:13 WIB

Apa Itu Gerhana Matahari Hibrid yang Akan Terjadi pada 20 April? Ternyata Wilayah Ini Tak Bisa Saksikan Secara Penuh

Apa Itu Gerhana Matahari Hibrid yang Akan Terjadi pada 20 April? Ternyata Wilayah Ini Tak Bisa Saksikan Secara Penuh

Ntb | Rabu, 12 April 2023 | 12:50 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×