NTB.Suara.com - Laga semifinal SEA Games 2023 Timnas Indonesia U-22 kontra Vietnam pada Sabtu 13/5/2023 telah membawa kemenangan pada skuad Garuda Muda dengan skor akhir 3-2.
Kemenangan tersebut berhasil membawa tim asuhan Indra Sjafri melenggang ke babak final.
Belum lama ini beredar kabar bahwa imbah dari kekalahan Vietnam terhadap Timnas Indonesia U-22 membuat pelatih Philippe Troussier dipecat dan kembali ke negara asalnya Perancis oleh federasi bola Vietnam.
Kabar mengejutkan itu pertama kali diunggah akun YouTube Kreator Bola pada Minggu 14/5/2023 dan telah ditonton oleh 2,1 ribu kali sejak awal penayangannya.
Dalam thumbnail video berdurasi 3 menit 3 detik tersebut narator menuliskan judul dan gambar yang membuat para penontonnya penasaran dengan kebenaran berita tersebut.
"LANGSUNG DIPECAT!! FEDERASI VIETNAM MALU KEMBALI JADI TIM IWAK USAI DIBANTAI INDONESIA,” bunyi judul unggahan Kreator Bola dikutip NTB-Suara.com pada Senin 15/5/2023.
Namun apakah kebenaran dari berita yang diunggah oleh akun YouTube Kreator Bola tersebut benar adanya dan sesuai dengan judul serta gambarnya?
Mari kita coba cek fakta yang sebenarnya.
Cek Fakta
Baca Juga: Kuasa Hukum Ungkap Detik-detik Habib Bahar Ditembak: Sempat Dibuntuti Mobil Warna Hitam
Video pada unggahan akun YouTube Kreator Bola ini merupakan sebuah video narasi, sepanjang pengamatan Tim Suara NTB, pada awal video narator menjelaskan mengenai kemenangan Timnas Indonesia U-22 dalam melawan Vietnam pada laga semifinal SEA Games 2023.
Kemudian narator melanjutkan dengan berbagai pujian terhadap kemampuan bermain skuad Garuda Muda, hingga pujian yang dilayangkan oleh pelatih Vietnam Philippe Troussier terhadap Rizky Ridho dkk.
Pada akhir-akhir video narator menambahkan jika kekalahan yang dialami oleh Vietnam tidak akan membuat federasi bola Vietnam tinggal diam, dan akan memungkinkan untuk memanggil Park Hang-seo agar dapat kembali menjadi pelatih.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim video bahwa pelatih Vietnam langsung dipecat oleh federasi bola Vietnam itu tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Karena hingga saat ini tidak dapat ditemukan bukti konkret yang mendukung berita tersebut.