Ratusan Nasabah BTN Syariah Mataram Akad KPR Subsidi Perumahan Bumi Paramadiva

Suara NTB

Senin, 26 Juni 2023 | 05:27 WIB
Ratusan Nasabah BTN Syariah Mataram Akad KPR Subsidi Perumahan Bumi Paramadiva
Akad rumah subsidi Perumahan Bumi Paramadiva PT Bumi Srikarma, di Mataram, Sabtu (24/6/2023). (NTB.Suara.com/Awaludin)

NTB.Suara.com - Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu program pemerintah dalam memudahkan masyarakat di seluruh Indonesia untuk memiliki rumah pertama dengan kriteria tertentu sebagaimana yang dibuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Hari ini kegiatan rangkaian akad massal KPR program pemerintah sebanyak kurang lebih 110 unit dari 255-an unit rumah Perumahan Bumi Paramadiva PT Bumi Srikarma kepada para nasabah," kata Branch Manager Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Cabang Mataram, Eko Santosoujarnya, di Mataram, Provinsi NTB, Sabtu (24/6/2023).

Menurutnya, perumahan bersubsidi sangat bermanfaat bagi masyarakat yang kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan begitu, mereka memiliki rumah dengan angsuran ringan karena disubsidi pemerintah termasuk mendapatkan asuransi kredit pembiayaannya. 

"Masyarakat yang mendapatkan fasilitas tersebut, tentu bisa nyaman dengan angsuran yang tetap dan rumah dengan kualitas yang telah ditentukan pemerintah," ujarnya.

Eko menyebutkan angsuran bagi golongan MBR terhadap rumah subsidi sebesar Rp1.100.000 perbulan dalam jangka waktu 20 tahun dengan harga Rp168.000.000 untuk satu unit rumah subsidi di Provinsi NTB. 

Angsuran tersebut tetap atau tidak akan terjadi kenaikan meskipun terjadi pergerakan suku bunga. Angsuran juga dapat dilunasi dipertengahan oleh pemilik rumah.

"Untuk masyarakat dalam golongan MBR sebagai ketentuan pemerintah dengan angsuran plat ini mereka diuntungkan karena mampu mengelola keuangan keluarga dengan mudah. Jadi tidak perlu khawatir bahwa misalkan bulan depan atau tahun depan angsuran naik, maka itu tidak perlu dikhawatirkan," ucapnya.

Angsuran tersebut, lanjut Eko disubsidi oleh pemerintah. BTN Syariah diberikan kepercayaan untuk mengelola program perumahan untuk selalu wilayah Provinsi NTB. 

Pemerintah saat ini juga tengah menggodok untuk kenaikan harga rumah subsidi hingga Rp181.000.000 per unit. Penerapan harga itu masih menunggu keputusan dari kementerian. 

baca juga

Akan tetapi dari Kementerian Keuangan sudah memberikan semacam surat putusan bahwa hingga harga Rp181.000.000 rumah subsidi bebas pajak.

"Untuk disini yang kita biayai (Bank BTN Syariah) seluruh rumah subsidi termasuk komersil. Kami dengan pihak developer komitmen memberikan service terhadap seluruh konsumennya sehingga disisi developer merasa nyaman, karena seluruh konsumen itu dapat verifikasi handal yakni layak atau tidak layak secara perbankan," katanya.

Eko juga meyebutkan bahwa dengan ketersediaan konsumen yang jelas dan terverifikasi handal oleh perbankan maka developer akan dengan mudah menjami serta memastikan bahwa rumahnya terbangun dengan tepat kemudian rumahnya bisa dijalankan sebagaimana cash flow yang ada.

Sementara itu, Pemilik Perumahan Bumi Paramadiva PT Bumi Srikarma, I Komang Mahendra Gandhi mengungkapkan bahwa jumlah unit yang dibangun untuk tipe rumah subsidi sebanyak 282 unit sedangkan untuk komersil mencapai 76 unit. 

"Dengan akad massal ini kita ingin menawarkan suatu solusi yang baik. Mungkin saja ada konsumen yang belum mengetahui informasi baik itu harga perumahan," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa harga perunit rumah subsidi ini berdasarkan SK Kementerian Keuangan yang sudah terbit. Namun juknisnya belum ada sehingga dalam waktu dekat akan ada perubahan harga.

Oleh sebab itu, pihaknya menginformasikan kepada konsumen atau calon konsumen perumahannya yang sudah dianggap layak dan telah keluar SP3K nya dari perbankan diundang untuk disampaikan informasi tersebut.

"Hari ini yang hadir hampir 53 orang calon konsumen. Artinya 53 calon konsumen itu sudah pasti kami berikan dengan harga Rp 168.000.000 yakni harga lama," sebutnya.

"Kalau kita lihat dari SP3K yang sudah disetujui oleh perbankan hampir 90 persen unit rumah yang sudah terjual dan sisanya masih berproses. Alhamdulillah dan syukur. Artinya semua sudah terjual bahkan ada waiting list hampir 28 orang perhari kemarin untuk perumahan ini," tambahnya.

Gandhi menargetkan pembangunan perumahan ini rampung hingga bulan September 2023 sehingga bisa langsung dihuni. Fasilitas seperti listrik dan PDAM tengah berproses. 

Komplek perumahan ini adalah satu pintu sehingga dari segi keamanan akan bisa terjamin. Tembok perumahan juga dibuat keliling dengan kualitas bangunan sesuai standar yang telah ditentukan dari pemerintah. Terkhusus untuk rumah subsidi dibuat dengan spesifikasi yang ditetapkan dengan model kekinian menggunakan atap spek yang bagus.

"Penghuni perumahan ini hampir 300 orang maka fasilitas umum (fasum) juga disiapkan dengan baik. Fasum yang kami siapkan nanti adalah musholla atau nanti hasil musyawarah mufakat warga atau penghuni disini yakni ditingkatkan menjadi masjid maka kami akan bangunkan," pungkasnya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lahir di Kawasan Transmigran Calabai, Begini Kisah Lalu Wahidin Pembuat Mesin Pemecah Biji Mete Pertama di Indonesia

Lahir di Kawasan Transmigran Calabai, Begini Kisah Lalu Wahidin Pembuat Mesin Pemecah Biji Mete Pertama di Indonesia

Ntb | Minggu, 25 Juni 2023 | 07:47 WIB

Delapan ABK Kapal Motor Lintas Samudera Selamat Setelah Kapal Mati Mesin di Tengah Laut Lombok

Delapan ABK Kapal Motor Lintas Samudera Selamat Setelah Kapal Mati Mesin di Tengah Laut Lombok

Ntb | Sabtu, 24 Juni 2023 | 15:29 WIB

Pergi Menjaring Ikan di Bendungan Bati Jai Lombok, Randi Pulang Dalam Kondisi Tak Bernyawa

Pergi Menjaring Ikan di Bendungan Bati Jai Lombok, Randi Pulang Dalam Kondisi Tak Bernyawa

Ntb | Jum'at, 23 Juni 2023 | 13:58 WIB

Terkini

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:46 WIB

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:29 WIB

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:23 WIB

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo

Bogor | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 23:05 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat

Banten | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:48 WIB

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Jatim | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:42 WIB

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen

Jogja | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:41 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB