Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mendeklarasikan berdirinya Alishter sejak 2015, yang merupakan gabungan dari produsen maupun distributor dari herbisida terbatas untuk menyatukan program pelatihan pestisida kepada petani.
"Kami sangat bangga dengan berdirinya Alishter. Karena aliansi ini meliputi lintas asosiasi, mulai dari lintas nasional perusahaan internasional dan nasional. Alister sudah menjadi mitra pemerintah yang sangat kuat dalam penyedaiaan data dan informasi yang diperlukan untuk beragumen," ucap Yanti.
Dalam kesempatan itu, Yanti juga mengimbau kepada seluruh ratusan petani untuk serius mengikuti pelatihan. Sebab, apabila ada kasus-kasus yang terjadi dan timbul karena kurang pengetahuan petani dalam menggunakan herbisida terbatas, pihaknya akan berat berargumentasi di dunia internasional.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Muhammad Kamri, juga memberikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya kegiatan pelatian pestisida terbatas yang dilaksanakan oleh Alishter.
Menurutnya, pelatihan ini penting untuk dilaksankaan karena erat kaitannya dengan penggunaan pestisida yang diatur oleh egara. Kenapa demikian, supaya bagaimana penggunaannya tidak hanya efektif dan bermanfaat dalam mendukung usaha para petani, tetapi juga aman untuk hasil pertanian yang dikonsumsi dan aman bagi lingkungan.
"Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Alishter bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah ini adalah kesempatan yang bagus dan merupakan enugerah yang patut disyukuri," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa petani tidak bisa menghindar dari penggunaan pestisida apa pun karena persoalan keterbatasan tenaga kerja yang dihadapi dalam usaha tani.
Sebab, mengendalikan hama dan gulma dalam lahan pertanian yang luas, kalau hanya mengandalkan tenaga manusia akan membutuhkan waktu yang relatif lama dan biaya yang dikeluarkan juga akan cukup besar untuk membiayai tenaga kerja.
"Tetapi di satu sisi, ada resiko karena ini barang kimia yang sifatnya beracun. Racun ini tidak hanya membunuh, tetapi ketika salah pemanfaatan masuk ke tubuh manusia itu membahayakan. Jadi harus betul-betul memahami cara penggunaan hebrisida terbatas ini," ucap Kamrin. (*)