Mengejutkan, Leluhur Penajam Paser Utara Bukan Dayak, tapi Sosok Ini

Suara NTB | Suara.com

Sabtu, 16 September 2023 | 10:03 WIB
Mengejutkan, Leluhur Penajam Paser Utara Bukan Dayak, tapi Sosok Ini
Ilustrasi suku dayak tahun 1910-1912 (Instagram)

Awalnya, mereka berencana untuk memperoleh senjata melalui sistem barter, seperti menukarkan rotan, getah wangkang, getah ketiau, dan emas dengan senjata.

Mereka mengarahkan perjalanan mereka ke perairan Sulawesi Selatan, yang dikenal sebagai pusat perdagangan bagi bangsa Belanda, Spanyol, dan Portugis pada masa itu.

Namun, ketika mereka tiba di daerah tersebut, mereka mendapat berita bahwa kapal-kapal Portugis yang biasanya membawa senjata telah menjadi jarang masuk ke wilayah perdagangan Sulawesi Selatan.

Oleh karena itu, Petta Saiye dan kelompoknya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Pulau Timor, tepatnya di Negeri Delly.

Di sinilah mereka mendapat kontak dengan seorang pengusaha dagang Portugis bernama Dacosta yang bersedia menukarkan senjatanya dengan syarat agar pertukaran itu dilakukan di Negeri Delly untuk menghindari gangguan dari orang Belanda. Akhirnya, Petta Saiye menyetujui syarat tersebut dan membawa kapal layar berisi muatan barang-barang yang akan dipertukarkan.

Meskipun banyak dari warisan sejarah ini telah menghilang atau terbengkalai seiring berjalannya waktu, beberapa jejak tetap ada hingga hari ini.

Di daerah Penajam Paser Utara, Anda dapat menemukan bukti-bukti sejarah ini dalam bentuk makam, bangunan-bangunan yang tersisa dalam bentuk rangka, meriam, dan bungker.

Keberadaan jejak-jejak ini adalah pengingat akan sejarah panjang dan perubahan yang telah dialami oleh Penajam Paser Utara.

Mereka juga merupakan bagian penting dari identitas budaya dan sejarah wilayah ini. Upaya pelestarian warisan sejarah ini adalah tugas bersama untuk memastikan bahwa pengetahuan tentang masa lalu tetap hidup dan dapat dihargai oleh generasi masa kini dan masa depan.

Sejarah Penajam Paser Utara adalah kisah yang mencengangkan tentang bagaimana suku-suku pribumi, perdagangan internasional, dan perubahan sosial telah membentuk wilayah ini menjadi apa yang kita kenal saat ini.

Dari Kerajaan Adat yang terpisah-pisah hingga peran penting angkatan laut Kerajaan Paser dalam mengamankan wilayah, sejarah Penajam Paser Utara adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia yang lebih luas. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bukan Dayak, Makam Keluarga Kerajaan Paser Bertulis Arab dan Aksara Bugis-Makassar

Bukan Dayak, Makam Keluarga Kerajaan Paser Bertulis Arab dan Aksara Bugis-Makassar

| Sabtu, 16 September 2023 | 09:47 WIB

Tiga Ribu Pegawai Pemkab Penajam Siap Bergabung dengan Otorita IKN

Tiga Ribu Pegawai Pemkab Penajam Siap Bergabung dengan Otorita IKN

| Jum'at, 15 September 2023 | 20:29 WIB

Terkini

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

Preseden Buruk Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, ICW Sebut Dewas Harus Periksa Pimpinan KPK

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:39 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

Eat the Frog: Agar Pekerjaan Berat Cepat Selesai, Makan 'Kataknya' Dulu!

Eat the Frog: Agar Pekerjaan Berat Cepat Selesai, Makan 'Kataknya' Dulu!

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

4 Anggota BAIS TNI Terlibat Teror Air Keras, DPR Desak Pengusutan Transparan

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB

Kecewa Nafkah Anak Sedikit, Wanita Ini Nekat Sobek Uang Rupiah hingga Viral

Kecewa Nafkah Anak Sedikit, Wanita Ini Nekat Sobek Uang Rupiah hingga Viral

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 12:30 WIB

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

Jet Siluman Amerika Serikat Seperti Pesawat Mainan, Dipecundangi Iran Sampai Rontok

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:25 WIB

Xdinary Heroes Umumkan Comeback, Mini Album ke-8 DEAD AND Siap Rilis April

Xdinary Heroes Umumkan Comeback, Mini Album ke-8 DEAD AND Siap Rilis April

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

News | Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:15 WIB

Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur di Thailand Gunakan Platform Hilux Rangga

Toyota Land Cruiser FJ Resmi Meluncur di Thailand Gunakan Platform Hilux Rangga

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 12:10 WIB