NTB.Suara.com - Timnas Indonesia U24 menjalani babak penyisihan grup F Asian Games dengan tertatih-tatih. Hanya sekali menang, dan dua kali kalah. Meski lolos ke babak 16 besar, tim asuhan Indra Sjafri kedodoran di lini tengah dan serang.
Kabar baiknya, pasukan Indra Sjafri ini akan mendapat dua senjata baru. Dua senjata ini memang sejak awal dipersiapkan Indra Sjafri untuk menghidupkan lini tengah dan lini serang.
Dua senjata itu adalah Beckham Putra dan Ramadhan Sananta. Keduanya tidak bisa berangkat berbarengan karena Beckham sempat cedera, sedangkan Ramadhan Sananta ditahan Persis Solo.
Namun, melihat hasil babak penyisihan yang hancur-hancuran, mau tidak mau Timnas U24 sangat membutuhkan kreator serangan dan tukang gedor di mulut gawang lawan.
Beruntungnya, ketika memasuki babak 16 besar, Beckham dan Sananta akan menyusul ke Hangzhou, China, tempat Asian Games digelar.
Kabar itu disampaikan akun instagram @pasukan.ngapak.
"Sananta dan Beckham Putra akan berangkat ke China untuk tambah kekuatan timnas di babak 16 besar, Son," tandas akun tersebut.
Sejak laga perdana babak penyisihan lawan Kirgistan, meski menang 2-0, memang sudah ada analisis dan kritik bahwa pasukan Indra Sjafri ini sangat lemah di lini tengah dan lini depan.
Salah satunya sempat disampaikan komentator bola, Bung Binder. Dia menyoroti lini tengah dan depan. Serangan Timnas lebih bertumpu dari sayap. Beruntungnya, lawannya Kirgistan.
"Di tengah juga sebetulnya kita Solid dalam menutup ruang, tapi untuk menyerang atau untuk membangun serangan memang minim kreativitas karena kita tidak punya playmaker. Di pertandingan tadi ya kita tidak melihat ada playmaker, karena Beckham Putra yang memang dibawa tapi ternyata tidak fit sehingga dia tidak bisa turun," tandas Bung Binder dalam kanal Youtubenya mengomentari laga Timnas Indonesia U24 lawan Kirgistan, dikutip Senin (25/9/2023).
Bung Binder menyatakan, meski ada Abimanyu, masalahnya permainannya beda. Abimbanyu lebih banyak memberikan umpan-umpan secara cepat daripada melakukan pergerakan menusuk.
Sedangan Taufani dan Rachmat Irianto lebih
hanya mampu menguasai lini tengah namun tidak bisa membangun serangan.
Sedangkan di lini depan, menrutnya tidak ada koneksi dari 3 pemain depan, yakni Ramai Rumakiek, Egy Maulana Vikri, dan Titan Agung.
"Tapi jelas sih terlihat kita kehilangan sosok Ramadhan Sananta di depan. Karena ini lawannya Kirgistan, kita masih bisa para pemain kita juga menerobos lini pertahanan. Tapi nanti kalau ketemu lawan yang kuat akan sangat sulit karena kalau hanya melakukan penetrasi atau gerakan cutting inside (menggiring bola dari sayap ke jantung pertahanan lawan, red) dalam itu yang dikawatirkan adalah para pemain tim lawan itu bisa membaca pola permainan dari Indonesia. Jadi diperlukan juga sosok di depan yang bisa mencari ruang," tandas Bung Binder.
Kekhawatiran Bung Binder ada benarnya. Dalam dua laga kemudian, Timnas U24 sulit membuat gol. Melawan Taiwan U24 kalah 0-1, kemudian lawan Korut juga kalah 0-1.