Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara

Redaksi | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 12:47 WIB
Wasiat Jurgen Habermas untuk Bos dan Manajer Perusahaan agar Kantor Tak Jadi Penjara
Akuat Supriyanto, S.S.,MBA, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran.
  • Filsuf Jerman Jurgen Habermas wafat pada usia 96 tahun, meninggalkan pengaruh besar pada ilmu manajemen, khususnya CMS.
  • Pemikiran Habermas merevolusi manajemen dengan menawarkan rasionalitas komunikatif sebagai alternatif rasio instrumental yang kolonialistik.
  • Konsep Etika Diskursus Habermas mendorong studi organisasi menuju pengambilan keputusan yang lebih demokratis dan membebaskan.

Suara.com - Habermas tak pernah duduk di ruang rapat dewan direksi, dan mungkin tidak pernah membaca laporan keuangan perusahaan. Namun, ia telah memberikan cermin kepada akademisi dan praktisi manajemen untuk melihat 'wajah' sendiri. Ia mengingatkan bahwa organisasi adalah ruang kehidupan, bukan hanya sebuah sistem.

Dunia kehilangan salah satu pemikir sosial terbesar abad ke-20. Jurgen Habermas, filsuf dan sosiolog Jerman yang merupakan generasi kedua sekaligus pembaharu tradisi Frankfurt School—Mazhab Frankfurt—telah berpulang pada usia 96 tahun di Starnberg, Jerman.

Kepergiannya pada Sabtu 14 Maret akhir pekan lalu, telah meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi dunia filsafat dan teori sosial, tapi juga cabang ilmu yang mungkin tidak pernah secara langsung ia geluti: ilmu manajemen.

Habermas tak pernah secara subtil mendedah tentang manajemen, tapi pemikirannya menjadi fondasi yang telah merevolusi cara kita memandang organisasi dan kekuasaan.

Selama ini, Habermas lebih dikenal luas melalui karya monumentalnya seperti Theorie des kommunikativen Handelns (Teori Tindakan Komunikatif) atau Strukturwandel der Öffentlichkeit (Transformasi Struktural Ruang Publik).

Pemikiran dia juga telah banyak dibicarakan di publik dan ditulis dalam buku-buku filsafat dan sosiologi berbahasa Indonesia sejak tahun 1990-an.

Karena itu, dalam obituari ini, kita hendak memberikan penghormatan khusus pada Habermas atas sumbangsihnya yang luar biasa dalam pengembangan salahsatu ranting kajian dalam bidang ilmu manajemen, yaitu Critical Management Studies (CMS).

Melalui rahim emansipatoris yang disemai benih pemkirian Habermas, CMS lahir sebagai kritik sekaligus proyek pembebasan rasionalitas dari belenggu sistem.

Rasio Instrumental

Untuk memahami kontribusi Habermas pada manajemen, kita harus kembali pada diagnosisnya atas penyakit masyarakat modern: yang ia sebut sebagai ”kolonisasi dunia kehidupan (lifeworld) oleh sistem”.

Dalam argumen Habermas, rasio yang seharusnya membebaskan manusia, dalam praktiknya telah tereduksi menjadi sekadar rasionalitas instrumental.

Rasio jenis ini adalah cara berpikir yang hanya peduli pada efisiensi dan kendali ala kadarnya sebagaimana juga dikritik oleh generasi pertama Frankfurt School, yakni Max Horkheimer dan Theodor Adorno.

Dalam konteks manajemen, rasio instrumental ini menjelma menjadi mesin raksasa yang mencengkeram.

Manajemen klasik dan modern justru kerap menjadi alat kolonisasi tersebut: pekerja direduksi menjadi sumber daya, interaksi manusia disederhanakan menjadi transaksi, dan keberhasilan hanya diukur dari akumulasi materi.

Habermas membongkar semua itu dengan menawarkan alternatif: rasionalitas komunikatif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jurgen Habermas, Filsuf Ternama dan Tokoh Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia

Jurgen Habermas, Filsuf Ternama dan Tokoh Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 08:47 WIB

Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia

Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia

News | Sabtu, 14 Maret 2026 | 23:02 WIB

Terkini

Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Opini | Rabu, 29 April 2026 | 07:36 WIB

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Pustakawan, 'Makcomblang' Literasi, dan Ancaman Halusinasi AI

Opini | Sabtu, 18 April 2026 | 08:05 WIB

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Opini | Rabu, 15 April 2026 | 12:29 WIB

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'

Opini | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Momentum Ramadan: Mengubah Tragedi 'Perang Sarung' Menjadi Ruang Kreasi Melalui Masjid Ramah Anak

Opini | Senin, 02 Maret 2026 | 14:26 WIB

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran

Opini | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:31 WIB

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Kasus YBS dan Keberpihakan Anggaran Perlindungan Anak

Opini | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:33 WIB

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Jangan Tunggu Negara! Lindungi Dirimu Sendiri dari Serangan Kanker

Opini | Rabu, 04 Februari 2026 | 19:05 WIB

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Homeless Media dan Negosiasi Kredibilitas dalam Masyarakat Jaringan

Opini | Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:35 WIB

Membedah Potensi Gangguan Asing terhadap Kondusivitas Negara

Membedah Potensi Gangguan Asing terhadap Kondusivitas Negara

Opini | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:05 WIB