Jurgen Habermas, Filsuf Ternama dan Tokoh Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia

M Nurhadi

Minggu, 15 Maret 2026 | 08:47 WIB
Jurgen Habermas, Filsuf Ternama dan Tokoh Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
Jürgen Habermas [Goethe University Frankfurt]
baca 10 detik
  • Filsuf terkemuka Jerman, Jürgen Habermas, meninggal dunia pada usia 96 tahun, dikabarkan pada Sabtu (14/3/2026).
  • Ia merupakan tokoh Mazhab Frankfurt generasi kedua, terkenal dengan Teori Tindakan Komunikatif tentang dialog rasional.
  • Habermas aktif terlibat dalam debat politik, termasuk mendukung protes mahasiswa dan mengkritik nasionalisme pasca penyatuan Jerman.

Suara.com - Jürgen Habermas, salah satu filsuf dan intelektual publik paling berpengaruh di era pasca-Perang Dunia II, dikabarkan tutup usia pada usia 96 tahun.

Kabar duka mengenai wafatnya pemikir besar Jerman ini disampaikan secara resmi oleh penerbit setianya, Suhrkamp, pada Sabtu (14/3/2026).

Lahir di Düsseldorf pada Juni 1929, Habermas menghabiskan masa kecilnya di bawah bayang-bayang rezim Nazi.

Pengalaman hidup di tengah otoritarianisme serta kondisi fisiknya—ia lahir dengan celah langit-langit mulut yang mengharuskannya menjalani serangkaian operasi—diakui sebagai faktor yang membentuk pemikiran mendalamnya mengenai bahasa dan komunikasi.

Dilansir via BBC, Habermas mulai dikenal luas saat mengajar filsafat dan sosiologi di Universitas Frankfurt pada tahun 1960-an. Ia merupakan tokoh utama generasi kedua Mazhab Frankfurt, sebuah aliran pemikiran yang mengkritik kapitalisme dari sudut pandang "Kiri Baru" yang berbeda dari Marxisme ortodoks.

Bersama Max Horkheimer dan Theodor Adorno, ia mengembangkan Teori Kritis yang berargumen bahwa masyarakat kapitalis cenderung mengubah warga negara aktif menjadi konsumen pasif yang teralienasi.

Karya monumentalnya, The Theory of Communicative Action (1981), menegaskan bahwa fondasi masyarakat manusia yang sehat bukanlah kekuatan politik atau ekonomi semata, melainkan kemampuan individu untuk melakukan dialog rasional.

Ia dengan tajam mengkritik komodifikasi media massa dan hiburan yang dianggapnya merusak kualitas debat publik serta menghancurkan pemikiran kritis masyarakat.

Sebagai intelektual publik, Habermas tidak pernah ragu terjun ke dalam perdebatan politik yang sengit:

baca juga
  • Tahun 1960-an: Mendukung gerakan protes mahasiswa di universitas-universitas Jerman Barat.
  • Tahun 1980-an: Terlibat dalam Historikerstreit (Debat Sejarawan) untuk melawan upaya normalisasi sejarah Holocaust oleh sejarawan konservatif.
  • Tahun 1989-1990: Mengkritik proses penyatuan Jerman Timur ke Barat yang dianggapnya terlalu terburu-buru, karena ia mengkhawatirkan bangkitnya kembali sentimen nasionalisme.

Di masa senjanya pada dekade 1990-an, Habermas menjadi pembela gigih konsep persatuan Eropa.

Baginya, Uni Eropa yang terintegrasi secara politik merupakan benteng pertahanan terbaik untuk mencegah kembalinya persaingan nasionalisme ekstrem yang pernah menghancurkan benua tersebut di masa lalu.

Wafatnya Habermas menandai berakhirnya sebuah era bagi dunia filsafat kontemporer. Warisan pemikirannya mengenai "etika diskursus" dan pentingnya menjaga kesehatan ruang publik tetap relevan di tengah tantangan demokrasi modern saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Disebut Jadi Tempat Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Begini Analisis Pakar UGM

Indonesia Disebut Jadi Tempat Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Begini Analisis Pakar UGM

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:20 WIB

Dunia Penuh Bahaya, Prabowo: Pertikaian Kekuatan Besar Bisa Seret Bangsa Lain

Dunia Penuh Bahaya, Prabowo: Pertikaian Kekuatan Besar Bisa Seret Bangsa Lain

News | Senin, 09 Maret 2026 | 18:26 WIB

Dunia di Ambang Perang Dunia III, Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Dunia di Ambang Perang Dunia III, Apa yang Mesti Kita Lakukan?

Liks | Selasa, 03 Maret 2026 | 20:41 WIB

Tak Ada Negara yang Beneran Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Kenapa Indonesia Bisa Disebut Aman?

Tak Ada Negara yang Beneran Aman Jika Perang Dunia III Pecah, Kenapa Indonesia Bisa Disebut Aman?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 11:10 WIB

Benarkah Indonesia Setara Swiss, Aman dari Perang Dunia Ketiga?

Benarkah Indonesia Setara Swiss, Aman dari Perang Dunia Ketiga?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:46 WIB

Daftar Negara yang Diprediksi Aman dari Perang Dunia III, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara yang Diprediksi Aman dari Perang Dunia III, Indonesia Termasuk?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:09 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×