Suara.com - Penurunan penjualan mobil yang terjadi pada kuartal pertama tahun 2015 dan yang diperkirakan akan terus berlangsung di sepanjang tahun ini rupanya tidak akan mengganggu peta jalan industri otomotif Tanah Air, demikian kata Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Gaikindo, yang menargetkan pasar Indonesia akan sebesar 20 juta unit mobil pada 2020, mengatakan bahwa di tiga bulan pertama 2015 pasar mobil Indonesia turun sebesar 15 persen menjadi hanya 282.342 unit. Akibatnya asosiasi itu menurunkan target pencapaian pasar domestik menjadi 1,1 juta unit, turun dari target awal tahun yang lebih optimisitik di angka 1,2 juta unit.
Tetapi menurut Sekretaris Jenderal Gaikindo, Noegardjito, kelesuan pasar yang dialami saat ini tak akan berpengaruh secara jangka panjang.
"Itu tidak akan mengganggu," kata Noegardjito, di Serpong, Tangerang, Selasa (5/5/2015).
Noegardjito yakin bahwa pasar industri akan tetap tumbuh dan bisa mencapai target tersebut selama pertumbuhan ekonomi tidak mengalami penurunan drastis.
"Selama ekonomi tidak minus seharusnya penjualan akan terus tumbuh," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Gaikindo, Sudirman MR menyebut bahwa produsen mengalami kesulitan untuk mengikuti peta jalan sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 123 tahun 2009 melihat situasi ekonomi Indonesia yang membuat perlambatan pada industri otomotif.
Berdasarkan peta jalan tersebut,tahun 2025, produksi otomotif mencapai angka 4,1 juta unit dengan penjualan domestik mencapai angka 3,1 juta unit. Sedangkan volume ekspor mencapai 1.002 juta unit.