Genjot Ekspor, Gaikindo Desak Pemerintah Terapkan Euro4

Tomi Tresnady, Insan Akbar Krisnamusi

Minggu, 31 Juli 2016 | 15:20 WIB
Genjot Ekspor, Gaikindo Desak Pemerintah Terapkan Euro4
Stand pabrikan BMW di ajang pameran Gaikindo International Indonesia Auto Show (GIIAS) 2015 di ICE Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (20/8/2015). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Peningkatan standar emisi gas buang di Indonesia wajib hukumnya jika ingin mendorong ekspor mobil. Karena itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendesak pemerintah segera melakukan lompatan jauh dari Euro2 ke Euro4.

"(Peralihan) dari Euro2 ke Euro4 masih memiliki banyak kendala dari sisi pemerintah. Kalau kami dari Gaikindo sudah meminta secepat-cepatnya (standar emisi gas buang) dinaikkan menjadi Euro4," kata Ketua III Gaikindo Rizwan Alamsjah di Jakarta, baru-baru ini.

Peningkatan standar emisi gas buang tersebut, lanjut dia, akan menjadi stimulan kedua setelah pengurangan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sedan.

Pengurangan PPnBM sedan dari 30 persen ke 10 persen untuk mesin 1.500 cc serta 40 persen ke 20 persen untuk mesin 2.000 cc akan memacu penjualan domestik dan lokalisasi produksi sedan. Adapun penerapan Euro4 akan menguntungkan dari sisi efisiensi produksi demi peningkatan ekspor sedan di masa mendatang.

"Pasar ekspor mobil itu paling kecil standarnya Euro4. Kalau kita masih Euro2, kita harus bikin line produksi baru lagi dan itu tidak efisien," ucap Rizwan.

Selama ini, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara yang menyuplai bahan bakar minyak masih 'lempar-melempar bola' terkait peningkatan standar emisi gas buang.

Direktur Jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawiranan, saat diwawancarai beberapa waktu lalu, mengatakan kesiapan menuju Euro4 tergantung kesiapan Pertamina menyuplai BBM yang sesuai.

Sementara, Pertamina, dalam berbagai kesempatan, mengatakan pihaknya menunggu kepastian penerapan Euro4 agar mereka dapat melakukan investasi kilang minyak.

Lebih lanjut, Rizwan mengatakan pabrikan juga menginginkan hal ini meski nantinya harga jual mobil mesti dinaikkan karena inflasi yang terjadi. "Saya tak tahu berapa persisnya kenaikan harga nanti tapi pastinya harga naik. Tapi kalau (standar emisi) terlalu rendah juga enggak benar karena kita sudah cukup ketinggalan."

Ia menjelaskan kapasitas produksi terpasang di industri otomotif nasional saat ini 1,9 juta unit. Dengan penjualan mobil domestik 1 juta unit dan ekspor sekitar 200 ribu unit, masih ada 600-700 ribu unit kapasitas produksi yang menganggur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Toyota Tampilkan Pesaing Honda HR-V di GIIAS 2016

Toyota Tampilkan Pesaing Honda HR-V di GIIAS 2016

Otomotif | Jum'at, 29 Juli 2016 | 12:26 WIB

Wuling Hong Guang Penantang Toyota Avanza Dipajang di GIIAS 2016

Wuling Hong Guang Penantang Toyota Avanza Dipajang di GIIAS 2016

Otomotif | Jum'at, 10 Juni 2016 | 10:28 WIB

Honda Tetap Pamer Moge Senilai Ratusan Juta di GIIAS 2016

Honda Tetap Pamer Moge Senilai Ratusan Juta di GIIAS 2016

Otomotif | Kamis, 09 Juni 2016 | 10:37 WIB

Sepuluh Merek Luncurkan Mobil Baru di GIIAS 2016

Sepuluh Merek Luncurkan Mobil Baru di GIIAS 2016

Otomotif | Kamis, 09 Juni 2016 | 10:28 WIB

Terkini

Mendagri Dorong Penguatan Sistem IT untuk Percepat Digitalisasi Perlindungan Sosial

Mendagri Dorong Penguatan Sistem IT untuk Percepat Digitalisasi Perlindungan Sosial

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:26 WIB

IHSG Anjlok, Dasco Minta BEI Lakukan Perbaikan dan Akomodir Laporan MSCI

IHSG Anjlok, Dasco Minta BEI Lakukan Perbaikan dan Akomodir Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Mesin Turbo Bermasalah, Bus Transjakarta Koridor 2 Mengepulkan Asap Pekat di Senen

Mesin Turbo Bermasalah, Bus Transjakarta Koridor 2 Mengepulkan Asap Pekat di Senen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:18 WIB

Tenyata DSSA, BREN, CUAN Bermain Curang di Pasar Modal, Ini Modusnya

Tenyata DSSA, BREN, CUAN Bermain Curang di Pasar Modal, Ini Modusnya

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:17 WIB

IHSG Anjlok Dihantam Sentimen MSCI, DPR: Alarm Serius bagi Pemerintah

IHSG Anjlok Dihantam Sentimen MSCI, DPR: Alarm Serius bagi Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:16 WIB

Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar

Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:15 WIB

7 Cara Melonggarkan Sepatu yang Sempit di Bagian Jari Kaki Tanpa Merusak Bahan

7 Cara Melonggarkan Sepatu yang Sempit di Bagian Jari Kaki Tanpa Merusak Bahan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Apa Itu Stand Alone Market, Tempat Indonesia Bakal Dikucilkan MSCI?

Apa Itu Stand Alone Market, Tempat Indonesia Bakal Dikucilkan MSCI?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Sabu Modus Permen Jeruk di Garut

Polisi Bongkar Peredaran Sabu Modus Permen Jeruk di Garut

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Mobil Listrik Toyota Dijual Rp200 Jutaan Bikin BYD Atto 3 Waspada

Mobil Listrik Toyota Dijual Rp200 Jutaan Bikin BYD Atto 3 Waspada

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:11 WIB

×